Breaking News
light_mode
Trending Tags
Beranda » PERISTIWA » DAERAH » Banjir dan Longsor Ancam Jabar, 15 Kecamatan Bandung Darurat

Banjir dan Longsor Ancam Jabar, 15 Kecamatan Bandung Darurat

  • account_circle Diagram Kota
  • calendar_month Senin, 8 Des 2025
  • comment 0 komentar
  • print Cetak

info Atur ukuran teks artikel ini untuk mendapatkan pengalaman membaca terbaik.

DIAGRAMKOTA.COM – Banjir dan tanah longsor menjadi ancaman besar di kawasan Bandung Raya serta daerah lain di Jawa Barat. Sebagian besar wilayah Jawa Barat semakin memperkuat tindakan penanggulangan darurat.

Bupati Bandung Dadang Supriatna bersama pimpinan Forum Koordinasi Pimpinan Daerah (Forkopimda) telah menetapkan status darurat bencana banjir dan tanah longsor. Penetapan tersebut berdasarkan Surat Keputusan Bupati Nomor 300.2.1/KEP.731-BPBD/2025, yang berlaku pada tanggal 6 hingga 19 Desember 2025.

Ia menyampaikan, sebanyak 15 kecamatan di Kabupaten Bandung menjadi kawasan prioritas dalam penanganan darurat banjir dan tanah longsor. Setiap camat, khususnya di 15 kecamatan tersebut, harus menerapkan sistem piket siaga 1 selama masa tanggap darurat bencana.

“Camat harus tetap berada di wilayah kerjanya masing-masing. Camat perlu segera mengkoordinasikan jajaran dalam merespons laporan kejadian, termasuk melalui informasi di grup aplikasi percakapan,” kata Dadang Supriatna saat meninjau titik longsor di Kampung Condong, Desa Wargaluyu, Kecamatan Arjasari, Sabtu 6 Desember 2025.

Ada 15 kecamatan yang berstatus darurat bencana, yaitu Arjasari, Banjaran, Bojongsoang, Cangkuang, Cimaung, Ciwidey, Dayeuhkolot, Katapang, Kertasari, Margaasih, Margahayu, Pameungpeuk, Pangelengan, Pasirjambu, dan Soreang. Terbaru, SK tersebut akan diubah dengan menambahkan satu kecamatan lainnya, yaitu Baleendah.

Selama masa tanggap darurat bencana banjir dan tanah longsor, Dadang menyampaikan, seluruh kepala instansi pemerintah daerah bekerja sama dengan Forkopimda Kabupaten Bandung dalam penanganan.

“Bapak Gubernur (Dedi Mulyadi) telah menghubungi. Ada bantuan yang diberikan oleh Pemerintah Provinsi Jawa Barat. Mengenai pencarian korban dan tanah longsor, tentu juga ada dukungan dari Basarnas,” kata Dadang.

Untuk mengurangi risiko longsoran tambahan dan memastikan kelancaran evakuasi warga yang terjebak material longsor di Kampung Condong, Desa Wargaluyu, Arjasari, Dadang menyatakan bahwa Pemkab Bandung bekerja sama dengan Basarnas sepakat menerapkan pembatasan akses di area longsor. Menurutnya, hanya orang yang memiliki kepentingan tugas tertentu yang diperbolehkan memasuki wilayah tersebut.

“Kami membantu warga yang menghadapi ancaman longsoran. Kami menyediakan tempat pengungsian dan dapur umum untuk memenuhi kebutuhan logistik. Jelas, lokasi tenda pengungsian berada di area yang aman. Warga yang terancam bisa mengungsi ke rumah kerabat atau ke tenda-tenda yang disiapkan oleh Pemkab,” kata Dadang.

Di kesempatan terpisah, Kepala Dinas Pekerjaan Umum dan Tata Ruang (PUTR) Kabupaten Bandung Zeis Zultaqawa mengatakan, pihaknya tetap mendukung BPBD maupun Basarnas dalam menghadapi bencana. Mengenai pembangunan dinding penahan tanah atau bentuk lainnya untuk mencegah longsoran di lokasi tersebut, pihaknya perlu menunggu kajian yang menyeluruh terlebih dahulu.

“Secara visual, struktur tanah masih tidak stabil. Yang paling penting saat ini, penduduk yang terancam harus segera dievakuasi,” kata Zeis.

Sekretaris Daerah Provinsi Jawa Barat Herman Suryatman, bersama Kepala Dinas Sosial Provinsi Jawa Barat Noneng Komara Nengsih, melakukan pemantauan penanganan bencana tanah longsor di Desa Wargaluyu, Kecamatan Arjasari, Kabupaten Bandung, pada Sabtu 6 Desember 2025.

Pemerintah Daerah Provinsi Jawa Barat juga telah memberikan bantuan ke lokasi bencana tersebut. Sebagai tindakan penanganan darurat, Dinas Sosial Provinsi Jawa Barat mendistribusikan bantuan logistik senilai Rp 270.336.630, yang bersumber dari APBN sebesar Rp 230.569.500 dan APBD sebesar Rp 39.767.130 pada Jumat 5 Desember 2025. Bantuan ini mencakup kebutuhan makanan, pakaian, perlengkapan keluarga, serta peralatan pengungsian.

Herman menyampaikan, Pemerintah Provinsi Jawa Barat menjamin dukungan terhadap upaya pencarian korban yang masih hilang. Dukungan lainnya mencakup pemenuhan kebutuhan pokok para korban selamat, perawatan bagi korban luka, serta bantuan psikososial bagi keluarga yang terkena dampak.

Bencana tanah longsor di Desa Wargaluyu menyebabkan beberapa korban luka dan kerusakan rumah penduduk. Berdasarkan data sementara, seorang warga bernama Muhammad Ridwan mengalami cedera dan telah mendapatkan perawatan kesehatan di RS Welas Asih.

Selain itu, masih ada tiga warga, yakni Citra, Aisyah, dan Alfa yang hingga kini masih dalam proses pencarian oleh tim gabungan.

Longsor juga menyebabkan 6 rumah mengalami kerusakan parah dan memengaruhi sebanyak 20 orang dari 7 kepala keluarga, yaitu 3 lansia, 14 orang dewasa, 2 anak-anak, dan 1 balita.

Sebelumnya, Pemda Provinsi Jawa Barat segera melakukan evaluasi dan pendistribusian bantuan kepada warga yang terkena dampak banjir di Kabupaten Bandung, Jumat 5 Desember 2025. Kepala Biro Administrasi Pimpinan (Adpim) Jabar Akhmad Taufiqurrahman bersama Biro Umum, BPBD, DP3AKB, dan BAZNAS Jabar mengunjungi beberapa lokasi yang terdampak di Kecamatan Dayeuhkolot, Baleendah, dan Bojongsoang.

Akhmad menambahkan, masyarakat berharap adanya solusi permanen untuk mengatasi banjir. Wilayah ini merupakan daerah yang rendah, sehingga risiko banjir selalu terjadi.

“Harapan masyarakat adalah normalisasi sungai serta penambahan embung retensi. Pak Wakil Bupati menyampaikan bahwa Kabupaten Bandung membutuhkan sekitar 14 embung retensi tambahan,” katanya.

Diduga akibat fondasi yang lemah sehingga terkikis air saat hujan deras, sebuah rumah roboh di Jalan Geger Arum, RT 4 RW 6, Kelurahan Isola, Kecamatan Sukasari, Kota Bandung. Tidak ada korban jiwa dalam kejadian tersebut, meskipun empat orang yang tertimpa puing-puing mengalami luka-luka.

Kepala Desa Sukasari, Suhar Yanto mengatakan, rumah tersebut roboh pada Jumat 5 Desember 2025 sore, sekitar pukul 17.30. Menurutnya, bangunan itu runtuh diduga akibat fondasi yang lemah, yang semakin memperparah cuaca buruk berupa hujan deras dan angin kencang yang melanda wilayah Sukasari.

“Menurut hasil penelitian sementara, rumah tersebut roboh karena fondasi yang terkikis air, namun akan dianalisis lebih lanjut oleh tim ahli. Selanjutnya, yang utama bagi kami saat ini adalah melakukan proses evakuasi barang-barang yang menghalangi akses ke rumah di belakang,” ujar Suhar, Sabtu 6 Desember 2025.

Sementara itu, menurut Suhar, para korban tinggal di rumah warga terdekat. Banyak penduduk menawarkan rumah mereka sebagai tempat tinggal sementara bagi korban, tetapi korban memutuskan untuk tinggal sementara di rumah keluarga mereka.

“Korban ini adalah sebuah keluarga, terdiri dari seorang ibu, saudaranya, dan dua anaknya. Kebetulan di dekat lokasi juga tinggal orang tua mereka, sehingga mereka merasa lebih nyaman untuk sementara tinggal di rumah keluarga,” ujar Suhar.

Tiga rumah penduduk di Kampung Sukapinggir, Desa Jayagiri, Kecamatan Lembang, Kabupaten Bandung Barat mengalami kerusakan akibat tanah longsor yang terjadi pada Kamis dan Jumat 5 Desember 2025. Kejadian ini disebabkan oleh pecahnya dinding penahan tanah (TPT) dan kebocoran pipa air bersih, sehingga memengaruhi 11 warga, namun tidak menimbulkan korban jiwa.

Material longsoran berasal dari lereng permukiman yang tidak mampu menahan tekanan tanah setelah terkena hujan lebat. Kondisi semakin memburuk akibat rembesan air dari saluran PDAM yang sudah lama menjadi keluhan warga sekitar. Tiga rumah yang terkena material longsoran masing-masing milik Agus, Sarmi, dan Ayi Bama.

Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Bandung Barat segera mengirimkan petugas setelah menerima laporan. Petugas Lapangan BPBD, Suheri, menyampaikan bahwa kerusakan pada tiga rumah termasuk dalam kategori sedang dan masih ada kemungkinan terjadinya pergerakan tanah.

Pemerintah Kabupaten Tasikmalaya telah mengambil tindakan keras dalam menghadapi ancaman bencana hidrometeorologi yang diperkirakan akan menimpa Indonesia. Bupati Tasikmalaya secara resmi menerbitkan Surat Keputusan (SK) Siaga Darurat Bencana yang berlaku selama periode panjang, yaitu mulai bulan September 2025 hingga April 2026.

Pengumuman status siaga ini berlaku untuk seluruh kecamatan di Kabupaten Tasikmalaya, sesuai dengan peringatan BMKG dan surat edaran dari Menteri Dalam Negeri serta Gubernur Jawa Barat. Kepala Bidang Darurat Logistik (Darlog) Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Tasikmalaya, Cahyono Rahmat, menjelaskan bahwa siklus hidrometeorologi mencakup berbagai jenis ancaman. Pihaknya menegaskan telah melakukan langkah-langkah pencegahan dini guna meminimalkan risiko. Upaya ini meliputi mitigasi, pemahaman tata cara evakuasi, hingga penyelamatan saat terjadi bencana.

“Wilayah Indonesia saat ini menghadapi ancaman siklus bencana hidrometeorologi. Jenis-jenisnya beragam, mulai dari pergerakan tanah (tanah longsor, retakan), banjir, hingga angin kencang dan puting beliung,” ujar Cahyono Rahmat, Minggu 7 Desember 2025.

Banjir rob

Di Kabupaten Indramayu, Badan Penanggulangan Bencana Daerah setempat memberikan peringatan tentang ancaman banjir rob di sepanjang pesisir utara wilayahnya.

Selain Eretan Wetan, Eretan Kulon, Kertawinangun yang berada di Kecamatan Kandanghaur, Desa Pasekan di Kecamatan Indramayu juga termasuk daerah yang menghadapi risiko banjir rob. Ancaman banjir rob ini didasarkan pada peringatan yang dikeluarkan oleh Badan Meteorologi Klimatologi dan Geofisika (BMKG).

Kepala Pelaksana BPBD Indramayu, Dadang Oce Iskandar menyampaikan adanya ancaman banjir rob pada bulan Desember atau akhir tahun 2025 ini.

Selama bulan Desember 2025, menurut Dadang Oce, diperkirakan terjadi dua kali puncak gelombang pasang yang berpotensi memicu banjir rob besar. Puncak gelombang pertama telah terjadi awal Desember 2025, seperti yang terjadi sepekan ini di Eretan Wetan. Selanjutnya, puncaknya akan berlangsung antara tanggal 10 hingga 15 Desember 2025.

“Selain pertengahan Desember, ancaman banjir kembali muncul pada akhir bulan atau akhir tahun,” kata Dadang Oce.

Di Garut, pengendara diminta untuk lebih waspada saat melewati beberapa ruas jalan yang termasuk dalam kategori daerah rentan bencana, khususnya longsor. Peringatan ini disampaikan oleh Satuan Lalu Lintas Polres Garut setelah kembali terjadi beberapa kejadian longsor yang mengganggu lalu lintas kendaraan.

Kasatlantas Polres Garut, Iptu Aang Andi Suhandi menyatakan, beberapa ruas jalan yang mencakup jalan provinsi, kabupaten, hingga jalan desa sering kali terkena dampak bencana alam. Dalam beberapa kejadian sebelumnya, akses antar daerah bahkan pernah terputus karena material longsoran yang menutupi permukaan jalan.

Peristiwa terbaru terjadi di wilayah Desa Mekarwangi, Kecamatan Cihurip. Longsoran mengenai jalan raya Ciparay pada malam Jumat, 5 Desember 2025, sehingga menyebabkan seluruh jalur penghubung tertutup. Material yang longsor berupa tanah, batu, dan pohon dari tebing setinggi sekitar 10 meter dengan lebar mencapai 5 meter.

“Berdasarkan laporan Kapolsek Cihurip, longsoran menutup jalan sepenuhnya sehingga kendaraan tidak dapat melewati jalur tersebut. Petugas segera melakukan pemeriksaan lokasi untuk memastikan kondisi dan ancaman bahaya berikutnya,” kata Aang, Minggu 7 Desember 2025.

Sementara itu, Pemerintah Kabupaten Bogor melalui Dinas PUPR dan Kecamatan Cibinong melakukan pemeriksaan mendadak serta mencari cara mengatasi meluapnya air Setu Cikaret, Kelurahan Harapanjaya, Kecamatan Cibinong yang sering menyebabkan banjir. Bencana tersebut, yang disebabkan oleh meluapnya air dari Setu Cikaret, terjadi pada Sabtu, 6 Desember 2025 dan menenggelamkan permukiman warga di Kelurahan Harapanjaya.

Kepala Desa Cibinong Acep Sa­jidin menyebutkan bahwa banjir yang terjadi di Kelurahan Harapanjaya disebabkan oleh meluapnya air dari Setu Cikaret. Kejadian yang sama juga terjadi di Kelurahan Pakansari dan Kelurahan Tengah, Kecamatan Cibinong.

“Sebanyak 30 penduduk di Kelurahan Pakansari dan 50 penduduk di Kelurahan Tengah terkena dampak banjir pada malam Sabtu,” kata Acep Sajidin.

Ia menyatakan, banjir ini terjadi akibat curah hujan yang sangat tinggi dan menggenangi permukiman warga yang berada di tiga Kelurahan di Kecamatan Cibinong.

Penulis

Berita Hari ini Terbaru dan Terkini Diagramkota.com

Komentar (0)

Saat ini belum ada komentar

Silahkan tulis komentar Anda

Email Anda tidak akan dipublikasikan. Kolom yang bertanda bintang (*) wajib diisi

Rekomendasi Untuk Anda

  • DPRD, Surabaya, Anas Karno ,DPRD Surabaya,

    Proses Pergantian Pimpinan DPRD Surabaya: Pelantikan Anas Karno dan Kesiapan Ketua Baru Senin Depan

    • calendar_month Sabtu, 25 Apr 2026
    • account_circle Diagram Kota
    • visibility 58
    • 0Komentar

    DIAGRAMKOTA.COM – Proses pergantian pimpinan Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Kota Surabaya telah memasuki tahap penting. Agenda utama yang akan dijalani adalah pelantikan anggota baru serta penentuan struktur kepemimpinan dewan untuk periode 2024–2029. Hal ini menjadi langkah strategis dalam menjaga kelancaran kerja lembaga legislatif kota. Pelantikan Anggota Baru Melalui Mekanisme PAW Salah satu agenda utama […]

  • Kejaksaan Agung

    Penyegaran Organisasi dan Peningkatan Penegakan Hukum di Kejaksaan Agung: 43 Kepala Kejaksaan Negeri Berganti Jabatan

    • calendar_month Sabtu, 27 Des 2025
    • account_circle Diagram Kota
    • visibility 133
    • 0Komentar

    DIAGRAMKOTA.COM – Kejaksaan Agung Republik Indonesia (RI) melakukan rotasi besar-besaran terhadap 43 Kepala Kejaksaan Negeri (Kajari) di seluruh wilayah Indonesia. Langkah ini dilakukan sebagai bagian dari strategi penyegaran organisasi dan peningkatan efektivitas penegakan hukum. Dalam surat keputusan Jaksa Agung RI Nomor KEP-IV-1734/C/12/2025, yang ditandatangani pada 24 Desember 2025, sebanyak 68 pejabat di lingkungan Kejaksaan RI juga […]

  • Sinergitas Korlantas Polri Bersama PT Hutama Karya Dalam Mendukung Program Pemerintah Zero Over Dimensi dan Overload 2027

    Sinergitas Korlantas Polri Bersama PT Hutama Karya Dalam Mendukung Program Pemerintah Zero Over Dimensi dan Overload 2027

    • calendar_month Rabu, 6 Mei 2026
    • account_circle Teguh Priyono
    • visibility 65
    • 0Komentar

    DIAGRAMKOTA.COM – Dalam rangka mendukung program pemerintah menuju Zero Over Dimensi dan Overload (ODOL) 2027, Korlantas Polri bersama PT Hutama Karya (Persero) terus memperkuat implementasi sistem penegakan hukum berbasis teknologi melalui Electronic Traffic Law Enforcement (ETLE) yang terintegrasi dengan Weight In Motion (WIM). Upaya tersebut diwujudkan melalui kegiatan analisa dan evaluasi (anev) sekaligus optimalisasi ETLE […]

  • Gambar makanan khas Surabaya seperti lontong balap dan gudeg

    Mengenal Kuliner Surabaya yang Terlezat untuk Pencinta Rasa

    • calendar_month Kamis, 4 Jun 2026
    • account_circle Diagram Kota
    • visibility 29
    • 0Komentar

    Ringkasan Singkat: Kuliner Surabaya adalah sajian khas kota Surabaya yang memiliki cita rasa unik. Umumnya, makanan khas Surabaya seperti lontong balap dan gudeg memiliki rasa pedas dan gurih. Berdasarkan data, sekitar 70% wisatawan yang berkunjung ke Surabaya mencari kuliner khas kota ini. Kuliner Surabaya adalah salah satu destinasi kuliner terpopuler di Indonesia, dikenal dengan kelezatan […]

  • Jangan Terprovokasi, Tokoh Jayawijaya Minta Warga Hentikan Demo Penolakan Pasukan Militer Non-Organik

    Jangan Terprovokasi, Tokoh Jayawijaya Minta Warga Hentikan Demo Penolakan Pasukan Militer Non-Organik

    • calendar_month Jumat, 7 Nov 2025
    • account_circle Diagram Kota
    • visibility 235
    • 0Komentar

    DIAGRAMKOTA.COM – Tokoh intelektual Jayawijaya, Sem Kogoya, mengajak masyarakat agar tidak terpengaruh oleh isu penolakan penempatan militer non-organik yang kini mulai dimanfaatkan oleh kelompok tertentu. Sem Kogoya menegaskan bahwa keinginan penolakan terhadap pasukan militer yang tidak berorganik telah disampaikan secara resmi melalui DPRD Kabupaten Jayawijaya, DPR Provinsi Papua Pegunungan, hingga DPR RI di Jakarta. Oleh […]

  • Bhabinkamtibmas Desa Suko, Cek Lahan Ketahanan Pangan P2B Tanaman Singkong

    Bhabinkamtibmas Desa Suko, Cek Lahan Ketahanan Pangan P2B Tanaman Singkong

    • calendar_month Jumat, 2 Mei 2025
    • account_circle Adis
    • visibility 273
    • 0Komentar

    DIAGRAMKOTA.COM – Bhabinkamtibmas Desa Suko Polsek Sukodono, Briptu Agung Setia Budi polisi cinta petani, pada Jumat (2/5/2025) melaksanakan pengecekan lahan Pekarangan Pangan Bergizi (P2B) yang ditanami sayuran jenis singkong di Dusun Suko RT 015 RW 04, Desa Suko, Kecamatan Sukodono, Kabupaten Sidoarjo. Lahan yang memiliki luas sekitar 20 x 100 meter tersebut merupakan milik Bapak […]

expand_less