Nilai Rapor Tinggi Belum Menjamin Keamanan, TKA Dapat Pengaruhi Jalur Prestasi SPMB SMP Surabaya
- account_circle Diagram Kota
- calendar_month 3 jam yang lalu
- comment 0 komentar
- print Cetak

info Atur ukuran teks artikel ini untuk mendapatkan pengalaman membaca terbaik.
DIAGRAMKOTA.COM – Kota Surabaya kembali memperkuat sistem penerimaan siswa baru (SPMB) jenjang SMP dengan menerapkan skema baru pada tahun 2026. Salah satu perubahan signifikan adalah penggunaan Tes Kemampuan Akademik (TKA) sebagai komponen penilaian dalam jalur prestasi akademik. Hal ini dilakukan untuk meningkatkan transparansi dan keadilan dalam proses seleksi.
Komposisi Penilaian yang Lebih Seimbang
Dalam skema terbaru, nilai rapor tetap menjadi dasar utama dengan bobot sebesar 60 persen. Sementara itu, TKA memiliki bobot 40 persen. Komposisi ini disusun setelah melalui pertimbangan matang oleh Dinas Pendidikan (Dispendik) Kota Surabaya.
“Kami mempertimbangkan berbagai aspek, termasuk arahan dari Kementerian Pendidikan Dasar dan Menengah (Kemendikdasmen). TKA hanya mengukur dua mata pelajaran, yakni Matematika dan Bahasa Indonesia,” ujar Febrina Kusumawati, Kepala Dinas Pendidikan Kota Surabaya.
Rapor sebagai Cermin Proses Belajar
Menurut Febrina, nilai rapor mencerminkan proses belajar siswa secara menyeluruh selama beberapa semester. Berbeda dengan TKA yang hanya mengukur kemampuan akademik pada mata pelajaran tertentu. Oleh karena itu, proporsi 60 persen untuk nilai rapor dan 40 persen untuk TKA dinilai masih normatif dan tetap mempertimbangkan proses belajar siswa secara keseluruhan.
Peran TKA dalam Persaingan Sekolah Favorit
Meski demikian, Febrina mengakui bahwa TKA tetap berpotensi memengaruhi posisi ranking siswa, terutama dalam persaingan masuk sekolah favorit yang memiliki selisih nilai sangat tipis antarpendaftar. Untuk itu, siswa diimbau tetap serius mempersiapkan diri menghadapi TKA.
Tujuan Meningkatkan Mutu Pendidikan
Pelaksanaan tes tersebut juga menjadi bagian dari upaya meningkatkan mutu pendidikan di Surabaya. Dengan adanya TKA, diharapkan siswa lebih siap menghadapi tantangan akademik di masa depan.
Jalur Prestasi Akademik yang Ramai Pendaftar
Jalur prestasi akademik menjadi salah satu jalur yang ramai pendaftar karena besarnya kuota siswa yang diterima dibandingkan jalur lain. Kuota Prestasi Akademik mencapai 20 persen dari jumlah siswa yang diterima.
Strategi untuk Keberlanjutan Pendidikan
Selain itu, skema baru ini juga mendukung keadilan dengan adanya jalur afirmasi untuk siswa rentan. Penilaian rapor dan TKA juga diatur secara transparan agar tidak ada kecurangan dalam proses seleksi.
Dengan skema baru ini, Dinas Pendidikan Kota Surabaya menunjukkan komitmennya untuk meningkatkan kualitas pendidikan melalui sistem yang lebih adil dan transparan. Penggabungan nilai rapor dan TKA diharapkan dapat memberikan kesempatan yang sama bagi semua siswa dalam meraih kesuksesan akademik.***

>
>

Saat ini belum ada komentar