Pembiayaan Infrastruktur Strategis Kota Surabaya Diperkuat dengan Kerja Sama Baru
- account_circle Diagram Kota
- calendar_month 9 jam yang lalu
- comment 0 komentar
- print Cetak

info Atur ukuran teks artikel ini untuk mendapatkan pengalaman membaca terbaik.
DIAGRAMKOTA.COM – Pemkot Surabaya terus memperkuat komitmennya dalam membangun infrastruktur yang mampu mendukung pertumbuhan ekonomi dan meningkatkan kualitas hidup warga. Salah satu langkah penting yang diambil adalah menjalin kerja sama pembiayaan alternatif dengan PT Sarana Multi Infrastruktur (Persero) atau PT SMI. Dana sebesar Rp800 miliar disiapkan untuk mempercepat pembangunan proyek strategis, termasuk Jalan Lingkar Luar Barat (JLLB) Sememi dan pelebaran Jalan Wiyung–Menganti.
Fokus pada Proyek Infrastruktur Kunci
Dana yang diperoleh dari kerja sama ini akan dialokasikan secara spesifik untuk dua proyek utama. Pertama, pembangunan JLLB Sememi dengan anggaran sebesar Rp300 miliar. Proyek ini bertujuan untuk mengurangi beban lalu lintas di wilayah barat Kota Surabaya dan meningkatkan aksesibilitas antarwilayah. Kedua, pelebaran Jalan Wiyung menuju Menganti, yang memiliki anggaran lebih besar yaitu sebesar Rp585 miliar. Proyek ini juga diharapkan dapat mengurangi kemacetan dan mempercepat pergerakan barang serta jasa antar daerah.
Perencanaan Anggaran yang Terstruktur
Wakil Ketua DPRD Surabaya, Bahtiyar Rifai, menyampaikan bahwa skema pembiayaan ini merupakan bagian dari rencana besar pembangunan infrastruktur tahun 2026. Ia menegaskan bahwa pencairan dana dilakukan secara bertahap sesuai kebutuhan proyek agar penggunaan anggaran tetap terukur dan sesuai dengan rencana awal. “Pencairannya mengikuti kebutuhan proyek. Jadi tidak serta-merta uang cair lalu digunakan tanpa perencanaan. Semua sudah dihitung, mulai dari kebutuhan lahan, konstruksi, hingga detail teknis lainnya,” ujarnya.
Proses Pengajuan yang Panjang
Sebelum penandatanganan kerja sama dilakukan, proses pengajuan telah melalui berbagai tahapan. Mulai dari persetujuan DPRD hingga persetujuan dari kementerian terkait. Skema pembiayaan alternatif ini bahkan mulai menjadi tren yang didorong pemerintah pusat dan diterapkan di sejumlah daerah lain. Hal ini menunjukkan bahwa Pemkot Surabaya tidak hanya memprioritaskan kebutuhan infrastruktur, tetapi juga memastikan bahwa setiap langkah diambil dengan pertimbangan yang matang dan transparan.
Target Tahun 2027
Proyek-proyek tersebut memiliki target penyelesaian pada April 2027. Dengan rampungnya pembangunan infrastruktur ini, diharapkan akan memberikan dampak positif terhadap mobilitas warga, pengurangan kemacetan, serta peningkatan konektivitas antar wilayah. Selain itu, proyek ini juga diharapkan mampu mendorong pertumbuhan ekonomi daerah dengan memfasilitasi pergerakan barang dan jasa.
Dukungan Masyarakat dan Stakeholder
Selain dukungan dari DPRD, kebijakan ini juga mendapat apresiasi dari berbagai stakeholder, termasuk para pelaku usaha dan masyarakat sekitar. Mereka berharap bahwa proyek ini tidak hanya berdampak pada infrastruktur, tetapi juga mampu menciptakan lapangan kerja dan meningkatkan kesejahteraan masyarakat. Dengan demikian, pembangunan infrastruktur tidak hanya menjadi prioritas pemerintah, tetapi juga menjadi harapan bersama untuk masa depan yang lebih baik.***

>

Saat ini belum ada komentar