Perubahan Kepemimpinan di DPRD Surabaya: Syaifuddin Zuhri Jadi Pemimpin Baru
- account_circle Diagram Kota
- calendar_month 11 jam yang lalu
- comment 0 komentar
- print Cetak

Sekretaris Komisi A DPRD Surabaya, Syaifuddin Zuhri (dk)
info Atur ukuran teks artikel ini untuk mendapatkan pengalaman membaca terbaik.
DIAGRAMKOTA.COM – Pergeseran kekuasaan di lembaga legislatif Kota Surabaya menandai perubahan signifikan dalam struktur pemerintahan setempat. Anggota Fraksi Partai Demokrasi Indonesia Perjuangan (PDIP) Syaifuddin Zuhri secara resmi menjabat sebagai Ketua Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Surabaya secara de facto. Keputusan ini diumumkan dalam Sidang Paripurna yang digelar di Kantor DPRD Surabaya, Senin (27/4/2026).
“Secara de facto, Syaifuddin Zuhri kini menjadi ketua DPRD. Secara de jure, penunjukan ini masih menunggu surat keputusan dari Gubernur,” ujar Wakil Ketua DPRD Surabaya Arif Fathoni saat memimpin sidang. Penetapan ini dilakukan setelah nama mantan ketua, Dominikus Adi Sutarwijono, dicopot dari jabatan tersebut.
Pengusulan penggantian ketua DPRD Surabaya juga diiringi dengan proses pelantikan Pergantian Antar Waktu (PAW) Anas Karno untuk mengisi posisi kosong di Fraksi PDIP DPRD Surabaya. “Apakah disetujui pemberhentian Saudara Almarhum Adi Sutarwijono sebagai ketua DPRD dan pengusulan pengangkatan Saudara Syaifuddin Zuhri sebagai Ketua DPRD disetujui?” tanya Arif Fathoni, yang kemudian dijawab dengan persetujuan para anggota dewan.
Proses Pengambilan Keputusan dalam Sidang Paripurna
Sidang paripurna ini menjadi momen penting dalam menjalankan mekanisme demokrasi di tingkat daerah. Seluruh anggota dewan hadir dan memberikan suara mereka terhadap pengusulan tersebut. Meski belum ada keputusan resmi dari pihak eksekutif, pengangkatan Syaifuddin Zuhri sebagai ketua secara de facto menunjukkan bahwa proses transisi kepemimpinan telah berjalan sesuai rencana.
Ketua DPRD yang baru sebelumnya aktif sebagai anggota fraksi partai politik, sehingga memiliki latar belakang pengalaman dalam membahas berbagai isu penting di masyarakat. Hal ini menunjukkan bahwa kompetensi dan kapasitas seseorang menjadi pertimbangan utama dalam pemilihan jabatan strategis.
Dampak Terhadap Dinamika Politik Lokal
Perubahan kepemimpinan di DPRD Surabaya akan berdampak pada dinamika politik lokal. Syaifuddin Zuhri, sebagai tokoh dari PDIP, diharapkan mampu memperkuat koordinasi antara legislatif dan eksekutif. Selain itu, ia juga diharapkan bisa menjadi mediator dalam menyelesaikan berbagai konflik atau masalah yang muncul di wilayah Surabaya.
Selain itu, pengangkatan Syaifuddin Zuhri juga mencerminkan peran partai politik dalam menentukan arah kebijakan daerah. Dengan PDIP sebagai partai pemenang pemilu, keberadaannya di DPRD akan menjadi salah satu aspek penting dalam pembuatan regulasi yang berdampak langsung pada masyarakat.
Persiapan untuk Masa Depan
Meski secara de jure masih menunggu SK Gubernur, Syaifuddin Zuhri sudah mulai mempersiapkan diri untuk menjalani tugas barunya. Ia menyatakan siap bekerja sama dengan seluruh anggota dewan dan instansi terkait dalam menjalankan fungsi-fungsi DPRD.
“Kami akan berupaya maksimal dalam menjalankan tugas-tugas kami, termasuk dalam pengawasan terhadap kebijakan pemerintah daerah dan penyusunan anggaran,” ujar Syaifuddin Zuhri.
Keberlanjutan kerja sama antara dewan dan pemerintah daerah menjadi kunci untuk menciptakan sistem pemerintahan yang lebih efektif dan transparan. Dengan adanya perubahan kepemimpinan, harapan besar ditumbuhkan agar Surabaya semakin maju dan berkembang.***

>

Saat ini belum ada komentar