Breaking News
light_mode
Trending Tags
Beranda » PEMERINTAHAN » LEGISLATIF » “Cuci Baju Rp399 Juta Setahun? Mungkin Cuci Dosa Sekalian”: MP3 Nilai Laundry Rumdis Ketua DPRD Surabaya Tidak Masuk Akal

“Cuci Baju Rp399 Juta Setahun? Mungkin Cuci Dosa Sekalian”: MP3 Nilai Laundry Rumdis Ketua DPRD Surabaya Tidak Masuk Akal

  • account_circle Diagram Kota
  • calendar_month Selasa, 14 Okt 2025
  • comment 0 komentar
  • print Cetak

info Atur ukuran teks artikel ini untuk mendapatkan pengalaman membaca terbaik.

DIAGRAMKOTA.COMKetua Masyarakat Peduli Pelayanan Publik (MP3) Kota Surabaya, M. Annis Saumiyanto, menyebut ada hal “lucu tapi menyedihkan” dalam dokumen Anggaran DPRD Kota Surabaya Tahun 2025.

Bukan karena salah ketik. Bukan juga karena koma yang bergeser. Tapi karena biaya laundry rumah dinas Ketua DPRD Surabaya yang mencapai Rp 399.910.600 per tahun — atau hampir Rp 1,1 juta per hari hanya untuk mencuci baju, sprei, dan mungkin… rasa malu.

“Kalau baju yang dicuci bisa bersih sampai dosa ikut hilang, mungkin masih masuk akal. Tapi kalau cuma kain dan handuk, ini bukan kebersihan — ini pemborosan yang sudah kelewatan,” sindir Annis tajam melalui sambungan telepon kepada Diagramkota.com

Hitung-Hitungan Ironi

MP3 mencoba berhitung sederhana:
Rp 399 juta dibagi 12 bulan = Rp 33 juta per bulan. Artinya, tiap bulan anggaran laundry rumah dinas Ketua DPRD setara gaji satu lurah dan dua staf kelurahan selama sebulan.

“Dengan uang segitu, warga pinggiran bisa bangun MCK umum. Tapi tampaknya, yang lebih diprioritaskan adalah mencuci baju pejabat daripada mencuci wajah pemerintahan,” ucap Annis yang juga Dewan Pakar PB FMI Pusat ini.

Ia menambahkan, jika rumah dinas dihuni 10 orang, maka biaya laundry per orang per hari mencapai Rp 100-200 ribu.

“Rakyat kecil yang nyuci manual pakai ember cukup Rp 50 ribu sebulan. Sementara DPRD cuci pakaiannya pakai uang rakyat Rp 1 juta sehari. Ini bukan ironi, ini satire hidup,” lanjutnya.

Transparansi yang Transparan… Tapi Gelap

Dalam dokumen APBD, pos anggaran tersebut hanya tertulis “Biaya Laundry Rumah Negara Pimpinan DPRD” tanpa penjelasan rinci. Tidak diketahui berapa biaya jasa, bahan, transportasi, atau siapa penyedia jasanya.

“Kalau rakyat disuruh hemat, kenapa pejabat justru main kotor di anggaran bersih-bersih?” tanya Annis.

“Ini kayak beli nasi bungkus tapi bungkusnya doang yang mahal.”

MP3 menilai praktik seperti ini adalah bentuk pengaburan transparansi, yang kerap jadi pintu masuk moral hazard anggaran publik.

Standar Biaya? Entah di Mana

Menurut MP3, tidak ada penjelasan apakah angka Rp 399 juta itu mengacu pada Standar Biaya Pemerintah (PermenPAN-RB) atau hanya berdasar “feeling pejabat”.

“Kalau ini standar, berarti kita perlu revisi Kamus Besar Bahasa Indonesia: kata ‘efisien’ tampaknya sudah kehilangan makna,” ucap Annis.

Prinsip Good Governance, Cuma Slogan di Dinding

Annis menyebut, empat prinsip pengelolaan keuangan negara—efisiensi, efektivitas, transparansi, dan akuntabilitas—tampak hanya hidup di spanduk dan baliho.

“Dalam praktiknya, yang efisien hanyalah cara menyembunyikan pemborosan,” tegasnya.

MP3 mengingatkan bahwa alokasi seperti ini berpotensi melanggar sejumlah regulasi, antara lain:

  • UU No. 17/2003 tentang Keuangan Negara,
  • UU No. 1/2004 tentang Perbendaharaan Negara,
  • PP No. 45/2013 tentang Pelaksanaan APBN, dan
  • UU No. 23/2014 tentang Pemerintahan Daerah.

“Kalau ini dibiarkan, kita sedang membiayai gaya hidup, bukan pelayanan publik,” tambahnya.

Lebih dari Sekadar Baju Kotor

Bagi MP3, inti masalah bukan hanya nominalnya, tapi mentalitas pejabat publik.

“Mereka merasa uang rakyat bisa digunakan seolah uang pribadi. Padahal uang itu hasil keringat rakyat yang mungkin bahkan tak punya mesin cuci di rumahnya,” kata Annis.

Ia menegaskan, setiap rupiah harus bisa dipertanggungjawabkan, terutama ketika yang dicuci bukan hanya pakaian, tapi juga kepercayaan publik.

Seruan untuk Audit dan Klarifikasi Terbuka

MP3 mendesak BPK dan Inspektorat Kota Surabaya untuk melakukan audit investigatif terhadap alokasi anggaran tersebut.

“Kami tidak anti-fasilitas, tapi jangan jadikan fasilitas sebagai alasan untuk foya-foya dengan uang publik,” tegas Annis.

“Kalau anggarannya wajar, buka ke publik. Tapi kalau tidak wajar, tanggung jawab itu tidak bisa dicuci begitu saja.”

‘Laundry Rumdis Ketua DPRD Surabaya’ Lucu, Tapi Menyedihkan

Annis menutup dengan kalimat yang menggambarkan ironi politik lokal hari ini:

“Anggaran Rp399 juta untuk laundry mungkin akan membuat pakaian pejabat makin wangi. Tapi citra DPRD justru makin bau. Yang kotor bukan bajunya, tapi cara berpikirnya.” [@]

Penulis

Berita Hari ini Terbaru dan Terkini Diagramkota.com

Rekomendasi Untuk Anda

  • Nice ,Monaco,Riviera

    Nice vs Monaco Derby Panas di Riviera: Persaingan Kebangkitan di Ligue 1 2025/2026

    • calendar_month Minggu, 8 Feb 2026
    • account_circle Diagram Kota
    • visibility 105
    • 0Komentar

    DIAGRAMKOTA.COM – Laga derby antara OGC Nice dan AS Monaco akan menjadi pertandingan yang sangat dinantikan oleh para penggemar sepak bola Prancis. Pertandingan ini akan digelar di Stadion Allianz Riviera pada Minggu (8/2/2026) malam WIB. Laga ini tidak hanya menjadi pertemuan antara dua klub dari kota yang berdekatan, tetapi juga menjadi ajang penting bagi kedua tim […]

  • Peringatan Penting di Tanggal 11 November 2025, Ada Bangunan Hingga Hari Yatim Piatu

    Peringatan Penting di Tanggal 11 November 2025, Ada Bangunan Hingga Hari Yatim Piatu

    • calendar_month Senin, 10 Nov 2025
    • account_circle Diagram Kota
    • visibility 281
    • 0Komentar

    DIAGRAMKOTA.COM – Tanggal 11 November menjadi salah satu hari yang penuh dengan peringatan penting, baik di tingkat nasional maupun internasional. Hari ini tidak hanya menjadi momen untuk merayakan tokoh-tokoh penting, tetapi juga untuk meningkatkan kesadaran masyarakat terhadap isu-isu sosial dan lingkungan. Hari Bangunan Nasional Hari Bangunan Nasional diperingati setiap tahun pada tanggal 11 November. Tujuan dari […]

  • Penyelidikan KPK di Rumah Bupati Ponorogo, Amankan Dokumen dan Uang

    Penyelidikan KPK di Rumah Bupati Ponorogo, Amankan Dokumen dan Uang

    • calendar_month Kamis, 13 Nov 2025
    • account_circle Diagram Kota
    • visibility 224
    • 0Komentar

    DIAGRAMKOTA.COM – Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK)menyelidiki enam lokasi yang berkaitan dengan dugaan kasus suap proyek dan jabatan di KabupatenPonorogo, serta imbalan. Penggeledahan dilakukan pada Selasa (11/11/2025). “Penggeledahan dilakukan di kediaman bupati, rumah tersangka SC, kantor bupati, kantor sekda, kantor BPKSDM, dan rumah ELW,” ujar Juru Bicara KPK Budi Prasetyo dalam pernyataan resmi, Selasa (11/11/2025). SC adalah […]

  • Ombudsman Soroti Kompensasi JKN dan Keterbatasan Laboratorium Hypertiroid di Flores Timur

    Ombudsman Soroti Kompensasi JKN dan Keterbatasan Laboratorium Hypertiroid di Flores Timur

    • calendar_month Jumat, 12 Des 2025
    • account_circle Diagram Kota
    • visibility 117
    • 0Komentar

    DIAGRAMKOTA.COM – Perwakilan Ombudsman RI Provinsi Nusa Tenggara Timur (NTT) kembali menegaskan tugasnya sebagai pengawas independen dalam pelayanan publik melalui analisis singkat (Rapid Assessment). Topik yang dibahas berkaitan dengan layanan kesehatan, khususnya aksesibilitas kompensasi layanan Jaminan Kesehatan Nasional (JKN) di NTT. Kegiatan yang diinisiasi oleh Asisten Bidang Pencegahan dilaksanakan sebagai upaya memverifikasi data hasil pengamatan […]

  • Prof. Suparto Wijoyo: Usulan Polri di Bawah Kemendagri Melanggar Konstitusi

    Prof. Suparto Wijoyo: Usulan Polri di Bawah Kemendagri Melanggar Konstitusi

    • calendar_month Selasa, 3 Des 2024
    • account_circle Diagram Kota
    • visibility 233
    • 0Komentar

    DIAGRAMKOTA.COM – Wacana menempatkan Kepolisian Negara Republik Indonesia (Polri) di bawah Kementerian Dalam Negeri (Kemendagri) atau Tentara Nasional Indonesia (TNI), yang disampaikan oleh anggota Komisi III DPR RI Deddy Sitorus dari Fraksi PDIP, kembali menuai kritik tajam. Prof. Dr. Suparto Wijoyo, Wakil Direktur III Sekolah Pascasarjana Universitas Airlangga (UNAIR) Surabaya, dengan tegas menilai usulan tersebut […]

  • Tadarus Jurnalistik, Wartawan Sidoarjo Bahas Ancaman Jurnalis di Era Kini

    Tadarus Jurnalistik, Wartawan Sidoarjo Bahas Ancaman Jurnalis di Era Kini

    • calendar_month Jumat, 28 Mar 2025
    • account_circle Adis
    • visibility 234
    • 0Komentar

    DIAGRAMKOTA.COM – Ancaman terhadap jurnalis di Indonesia semakin nyata. Sejumlah tantangan muncul, mulai dari tekanan politik, persaingan dengan influencer dan buzzer, hingga ancaman teknologi seperti kecerdasan buatan (AI). Kondisi-kondisi itu menjadi materi hangat dalam perbincangan bertajuk Tadarus Jurnalistik yang digelar Forum Wartawan Sidoarjo (Forwas) di Balai Wartawan Sidoarjo, Kamis (27/3/2025) malam. Mantan Ketua Aliansi Jurnalis […]

expand_less