Pengelolaan Sampah di Surabaya: Transformasi Menuju Adipura 2025
- account_circle Diagram Kota
- calendar_month 16 jam yang lalu
- comment 0 komentar
- print Cetak

info Atur ukuran teks artikel ini untuk mendapatkan pengalaman membaca terbaik.
DIAGRAMKOTA.COM – Pengelolaan sampah di Kota Surabaya sedang mengalami perubahan besar-besaran, dengan fokus pada pengurangan sampah dari hulu dan konversi sampah menjadi energi listrik. Tujuan utamanya adalah untuk merebut kembali penghargaan Adipura yang sebelumnya tidak berhasil diraih pada tahun 2025.
Kebijakan Baru dalam Pengangkutan Sampah
Salah satu inisiatif terbaru yang diterapkan oleh Pemkot Surabaya adalah kebijakan jadwal pengangkutan sampah yang lebih ketat. Di beberapa Tempat Penampungan Sementara (TPS), seperti di Jalan Srikana dan Platuk Donomulyo, telah dipasang spanduk yang menunjukkan jam masuk gerobak dan jadwal pengangkutan sampah ke TPA Benowo. Aturan ini berlaku secara ketat, dengan ancaman penutupan TPS jika dilanggar.
Edy, warga setempat, menjelaskan bahwa kebijakan ini baru saja diberlakukan setelah Wali Kota Eri Cahyadi marah-marah saat melakukan inspeksi mendadak di TPS Rangkah dan Simpang Dukuh. “Karena marah, semua TPS kena aturan jadwal ini,” katanya.
Peran Rumah Kompos dan Bank Sampah
Pemkot Surabaya juga memperkuat pengelolaan sampah dari hulu dengan memanfaatkan rumah kompos dan bank sampah. Hal ini bertujuan untuk mengurangi beban TPA Benowo, yang telah mampu mengubah sampah menjadi energi listrik. Selain itu, pemerintah kota berencana menambah fasilitas PSEL (Pembangkit Listrik Tenaga Sampah) baru di Sumberrejo untuk meningkatkan kapasitas pengolahan sampah menjadi energi.
Pengelolaan Sampah Berbasis Wilayah
Di TPS tersebut, hanya sampah rumah tangga dan para pelaku UMKM yang diperbolehkan membuang sampah. Sampah berukuran besar, seperti sofa atau kasur, serta sampah dari sektor restoran dan hotel harus dibuang langsung ke TPA. Edy menjelaskan bahwa hal ini dilakukan untuk menjaga kebersihan dan efisiensi pengelolaan sampah.
Keberhasilan Pengelolaan Sampah di TPS
Hasilnya, dua TPS di Jalan Srikana dan Platuk Donomulyo tampak rapi dan bebas dari tumpukan sampah yang meluber. Spanduk jadwal pengangkutan sampah juga terpampang jelas, memberikan informasi yang transparan kepada warga dan petugas. Warga jarang protes karena kebijakan ini diterapkan secara ketat, meskipun aktivitas di TPS tetap ramai.
Inovasi dan Teknologi dalam Pengelolaan Sampah
Selain pengelolaan fisik, Pemkot Surabaya juga memperkenalkan inovasi teknologi untuk meningkatkan efisiensi pengelolaan sampah. Proyek Waste to Energy di wilayah Jawa Timur, termasuk di Surabaya, sedang dikembangkan dengan dukungan penuh dari pemerintah. Proyek ini diharapkan dapat mengolah hingga 7.000 ton sampah per hari, sehingga membantu mengurangi beban TPA dan meningkatkan produksi energi.
Tantangan dan Peluang
Meski ada tantangan dalam penerapan kebijakan baru, seperti penyesuaian dari warga dan petugas, Pemkot Surabaya optimis bahwa transformasi ini akan membawa perubahan positif. Dengan kolaborasi antara pemerintah, masyarakat, dan pelaku usaha, pengelolaan sampah di Surabaya diharapkan menjadi contoh bagi kota-kota lain di Indonesia.***

>

Saat ini belum ada komentar