Kesiapan Penyelenggaraan Ibadah Haji di Surabaya Dikunjungi Menteri Haji
- account_circle Diagram Kota
- calendar_month 9 jam yang lalu
- comment 0 komentar
- print Cetak

info Atur ukuran teks artikel ini untuk mendapatkan pengalaman membaca terbaik.
DIAGRAMKOTA.COM – Menteri Haji dan Umrah Republik Indonesia, Mochamad Irfan Yusuf, melakukan kunjungan ke Asrama Haji Embarkasi Sukolilo Surabaya (Ahess) untuk melantik 23 Petugas Penyelenggara Ibadah Haji (PPIH). Acara berlangsung pada Jumat (17/4/2026) dan dihadiri oleh Gubernur Jawa Timur, Khofifah Indar Parawansa.
Proses Pelantikan PPIH dan Persiapan Kebutuhan Jemaah
Dalam sambutannya, Irfan menyampaikan bahwa pelantikan yang dilakukan hari ini merupakan bentuk pengakuan atas kerja keras para petugas sebelumnya. Menurutnya, seluruh dokumen yang diperlukan telah dipersiapkan secara lengkap, termasuk visa bagi jemaah haji.
“Pelantikan baru hari ini, tapi mereka sudah bekerja jauh sebelumnya. Dan alhamdulillah semuanya sudah siap, terutama terkait dengan dokumen-dokumen yang diperlukan. Semua visa jemaah haji kita sudah keluar. Jadi itu artinya kerja keras mereka sudah terbayar,” ujar Irfan.
Ia juga meninjau kesiapan makanan yang akan disajikan kepada jemaah saat penerbangan. Beberapa menu ditampilkan beserta rasio dan nilai gizinya, menunjukkan perhatian terhadap kesehatan dan kenyamanan para jemaah.
Kondisi Asrama Haji Sukolilo dan Perbaikan Berkala
Meski telah dilakukan beberapa perbaikan, Irfan mengakui bahwa asrama haji Sukolilo belum sepenuhnya siap digunakan. Ia menjelaskan bahwa kondisi bangunan awalnya kurang memadai, tetapi berkat kerja sama dengan pemerintah provinsi, sedikit demi sedikit peningkatan dilakukan.
“Kami terima asrama dari Kemenag itu masih banyak yang kurang bagus, tapi berkat kerja sama dari semua pihak, termasuk dengan provinsi kita sudah sedikit-sedikit kita perbaiki. Nanti setelah pasca-proses haji kita lanjutkan perbaikannya, sehingga kita harapkan tahun depan semuanya sudah 100 persen siap,” kata Irfan.
Inovasi dalam Pengembangan Embarkasi Tanpa Asrama
Selain itu, Irfan juga menyampaikan rencana pembukaan embarkasi tanpa asrama di beberapa daerah. Salah satu contohnya adalah Yogyakarta, yang bekerja sama dengan hotel di kawasan bandara.
“Hari ini kita coba tahun ini, kita coba Yogyakarta. Jogja kebetulan ada hotel yang berdekatan dan tidak jauh dari bandara. Kita uji coba untuk tahun ini,” jelasnya.
Irfan menambahkan bahwa simulasi telah dilakukan dua kali dan berjalan dengan baik. Ia berharap inisiatif ini dapat berkembang ke daerah-daerah lain yang ingin menjadi embarkasi tanpa asrama haji.
Rencana Pembukaan Embarkasi Baru di Tahun Mendatang
Selain Yogyakarta, Irfan menyatakan bahwa pihaknya akan membuka embarkasi tanpa asrama di beberapa wilayah pada tahun depan. Namun, hal ini harus melalui uji kelayakan yang dikoordinasikan dengan pemerintah setempat.
“Bandara pasti dengan kelayakan-kelayakan tertentu. Jawa Timur seperti saya sampaikan, izin ke Bu Khofifah. Tahun depan kita tambah Doho. Ada Juanda, ada Doho Kediri,” imbuhnya.
Ia juga menekankan bahwa secara fisik dan teknis, bandara yang akan digunakan telah memenuhi standar. Bahkan, pesawat besar seperti Triple Seven dinilai layak digunakan. Namun, masalah utama yang masih perlu dibahas adalah ketersediaan asrama haji.
Keberlanjutan Layanan Ibadah Haji
Dengan berbagai persiapan yang dilakukan, Irfan optimis bahwa penyelenggaraan ibadah haji akan berjalan lancar. Ia menegaskan bahwa pihaknya terus berupaya meningkatkan kualitas layanan agar para jemaah merasa nyaman dan aman selama proses ibadah.***

>
>
Saat ini belum ada komentar