Kenaikan Harga BBM Nonsubsidi: Kritik dari Legislatif dan Kekhawatiran Masyarakat
- account_circle Diagram Kota
- calendar_month 11 jam yang lalu
- comment 0 komentar
- print Cetak

info Atur ukuran teks artikel ini untuk mendapatkan pengalaman membaca terbaik.
DIAGRAMKOTA.COM – Kenaikan harga bahan bakar minyak (BBM) nonsubsidi yang dilakukan oleh PT Pertamina (Persero) secara mendadak telah memicu reaksi dari berbagai pihak, terutama anggota DPR RI. Perubahan harga ini dianggap tidak sesuai dengan harapan masyarakat yang sebelumnya ditenangkan oleh pemerintah mengenai stabilitas harga BBM.
Penyebab Kenaikan Harga BBM Nonsubsidi
Pengumuman kenaikan harga BBM nonsubsidi dilakukan tanpa pemberitahuan sebelumnya kepada publik. Hal ini menimbulkan kekagetan dan kekhawatiran di kalangan masyarakat. Menurut informasi yang diperoleh, harga Pertamax Turbo meningkat dari Rp13.100 per liter menjadi Rp19.400 per liter. Sementara itu, Dexlite naik dari Rp14.200 per liter menjadi Rp23.600 per liter, dan Pertamina Dex juga mengalami peningkatan dari Rp14.500 per liter menjadi Rp23.900 per liter.
Tanggapan dari Anggota DPR RI
Anggota Komisi VI DPR RI, Mufti Anam, menyampaikan bahwa kebijakan ini memberatkan masyarakat karena dilakukan tanpa sosialisasi dan di tengah sebelumnya adanya narasi pemerintah yang menenangkan publik soal harga BBM. Ia menilai bahwa kenaikan harga BBM nonsubsidi ini sejalan dengan kekhawatiran lama terkait potensi penyesuaian harga melalui skema lain meski harga BBM subsidi tetap.
Mufti menilai bahwa kebijakan ini sebagai langkah mundur, mengingat sebelumnya pemerintah dinilai mampu menahan kenaikan harga BBM subsidi di tengah tekanan geopolitik global terhadap harga minyak dunia. Ia juga menyoroti perbedaan antara pernyataan pemerintah sebelumnya dengan kebijakan yang diambil saat ini.
Dampak pada Masyarakat
Kenaikan harga BBM nonsubsidi telah memengaruhi pengeluaran masyarakat, terutama bagi mereka yang menggunakan kendaraan bermotor. Warga di Jakarta Pusat mengaku kaget dengan kenaikan harga tersebut. Beberapa dari mereka bahkan mengelus dada setelah mengetahui kenaikan harga BBM nonsubsidi mencapai Rp6.300 hingga Rp9.400 per liter.
Penjelasan dari Pengamat Ekonomi
Seorang pengamat ekonomi menyatakan bahwa kenaikan harga BBM seharusnya tidak berdampak pada harga pangan asalkan ada kebijakan yang tepat. Namun, kekhawatiran tetap muncul mengenai bagaimana kenaikan harga BBM akan memengaruhi inflasi dan biaya hidup masyarakat.
Perspektif dari Pemerintah
Meskipun pemerintah telah menegaskan bahwa harga BBM subsidi tetap stabil, masyarakat tetap merasa khawatir. Dalam beberapa kasus, warga bahkan mengeluhkan bahwa kenaikan harga BBM nonsubsidi membuat anggaran bensin mereka membengkak.
Rekomendasi untuk Pemerintah
Dari berbagai sudut pandang, diperlukan langkah-langkah yang lebih transparan dan komunikatif dari pemerintah dalam menghadapi kenaikan harga BBM. Sosialisasi yang lebih baik dan penjelasan yang jelas dapat membantu masyarakat memahami kebijakan ini dan mengurangi dampak negatifnya.***

>

Saat ini belum ada komentar