Breaking News
light_mode
Trending Tags
Beranda » PERISTIWA » NASIONAL » Perlindungan Korban Pelecehan Seksual di Perguruan Tinggi FH UI

Perlindungan Korban Pelecehan Seksual di Perguruan Tinggi FH UI

  • account_circle Diagram Kota
  • calendar_month 11 jam yang lalu
  • comment 0 komentar
  • print Cetak

info Atur ukuran teks artikel ini untuk mendapatkan pengalaman membaca terbaik.

DIAGRAMKOTA.COM – Pelecehan seksual di lingkungan pendidikan tinggi menjadi isu yang semakin mendapat perhatian. Menteri Pendidikan Tinggi, Sains, dan Teknologi (Mendikti Saintek) Brian Yuliarto menegaskan bahwa pihaknya tidak akan mentoleransi tindakan tersebut. Hal ini dilakukan untuk memastikan perlindungan kepada korban serta menjaga martabat dan keamanan seluruh sivitas akademika.

Kebijakan dan Regulasi yang Mendukung

Berdasarkan Peraturan Menteri Pendidikan dan Kebudayaan Republik Indonesia Nomor 55 Tahun 2024, setiap perguruan tinggi wajib membentuk Satuan Tugas Pencegahan dan Penanganan Kekerasan di Lingkungan Perguruan Tinggi (Satgas PPKPT). Regulasi ini bertujuan untuk mencegah dan menangani kekerasan secara efektif, termasuk pelecehan seksual. Dengan adanya satuan tugas ini, perguruan tinggi dapat memberikan perlindungan yang lebih baik kepada para korban.

Tanggung Jawab Perguruan Tinggi

Perguruan tinggi memiliki tanggung jawab besar dalam menciptakan lingkungan yang aman dan bermartabat bagi seluruh mahasiswa dan staf. Hal ini melibatkan pengawasan terhadap perilaku yang tidak sesuai dengan nilai-nilai pendidikan. Jika ditemukan adanya tindak pidana, penegakan hukum akan mengacu pada Undang-Undang Nomor 12 Tahun 2022 tentang Tindak Pidana Kekerasan Seksual sesuai ketentuan yang berlaku.

Kasus di Fakultas Hukum UI

Sebelumnya, terjadi kasus pelecehan seksual di Fakultas Hukum Universitas Indonesia (FH UI), di mana sebanyak 16 mahasiswa diduga melakukan pelecehan secara daring terhadap 27 korban melalui percakapan di grup WhatsApp dan LINE. Ketua Badan Eksekutif Mahasiswa (BEM) FH UI Anandaku Dimas Rumi Chattaristo menjelaskan bahwa kasus ini terungkap setelah para pelaku menyampaikan permintaan maaf di grup angkatan.

Bentuk Pelecehan yang Terjadi

Menurut Dimas, bentuk pelecehan yang dilakukan umumnya berupa pesan yang merendahkan dengan nuansa seksual. Meskipun permintaan maaf disampaikan, konteksnya tidak jelas, sehingga menimbulkan pertanyaan tentang niat dan kesadaran para pelaku. Beberapa jam kemudian, muncul unggahan di media sosial yang menjelaskan latar belakang tindakan tersebut.

Respons dari Pihak Berwenang

Mendikti Saintek Brian Yuliarto telah berkoordinasi dengan Rektor UI untuk memantau perkembangan penanganan kasus ini. Ia menegaskan bahwa pihaknya akan terus memastikan pihak-pihak yang menjadi korban memperoleh perlindungan dan pendampingan yang semestinya. Ini merupakan langkah penting untuk membangun kembali kepercayaan dan menjaga reputasi perguruan tinggi.

Pentingnya Kesadaran dan Edukasi

Kasus ini juga menjadi pengingat pentingnya kesadaran dan edukasi tentang etika dan norma di lingkungan kampus. Mahasiswa yang sedang belajar hukum seharusnya menjadi contoh dalam menjunjung nilai-nilai keadilan dan martabat manusia. Namun, tindakan yang dilakukan oleh 16 mahasiswa FH UI menunjukkan bahwa ada celah yang perlu diperbaiki dalam pendidikan dan pengawasan.

Langkah Lanjutan

Selain itu, pihak universitas diminta untuk lebih proaktif dalam mengidentifikasi dan menangani kasus-kasus serupa. Pemanggilan para pelaku, pemeriksaan terhadap bukti-bukti, dan pemberian sanksi yang sesuai menjadi langkah penting untuk mencegah terulangnya kejadian serupa. Selain itu, diperlukan pula program edukasi dan pelatihan untuk meningkatkan kesadaran akan pentingnya hubungan interpersonal yang sehat dan saling menghormati.

Pelecehan seksual di perguruan tinggi harus ditangani dengan serius dan tegas. Pemerintah, perguruan tinggi, dan masyarakat akademik bersama-sama harus bekerja sama untuk menciptakan lingkungan yang aman dan bermartabat bagi semua pihak. Dengan adanya regulasi yang jelas dan komitmen dari semua pihak, diharapkan kasus-kasus seperti ini dapat diminimalisir dan korban mendapatkan perlindungan yang layak.***

  • Penulis: Diagram Kota

Komentar (0)

Saat ini belum ada komentar

Silahkan tulis komentar Anda

Email Anda tidak akan dipublikasikan. Kolom yang bertanda bintang (*) wajib diisi

Rekomendasi Untuk Anda

  • Apresiasi Aksi Tanam Pohon, Wagub Rano: Bantu Rehabilitasi Jakarta

    Apresiasi Aksi Tanam Pohon, Wagub Rano: Bantu Rehabilitasi Jakarta

    • calendar_month Jumat, 21 Nov 2025
    • account_circle Diagram Kota
    • visibility 122
    • 0Komentar

    DIAGRAMKOTA.COM — Wakil Gubernur DKI JakartaRano Karno memberikan apresiasi terhadap inisiatif yang dilakukan oleh Bisnis Indonesia dengan melakukan kegiatan penanaman pohon di Taman Menteng, Jakarta Pusat. Tindakan ini menjadi bentuk nyata dari upaya Bisnis Indonesia dalam membantu proses pemulihan taman di ibu kota. Diketahui, Bisnis IndonesiaKelompok melakukan aksi penanaman pohon di Taman Menteng, Jakarta Pusat, Jumat […]

  • Wali Kota Surabaya Tinjau Langsung Kondisi TPS, DPRD Apresiasi Langkah Konkret

    Wali Kota Surabaya Tinjau Langsung Kondisi TPS, DPRD Apresiasi Langkah Konkret

    • calendar_month Jumat, 3 Apr 2026
    • account_circle Diagram Kota
    • visibility 37
    • 0Komentar

    DIAGRAMKOTA.COM – Wali Kota Surabaya, Eri Cahyadi, melakukan peninjauan langsung ke beberapa Tempat Penampungan Sementara (TPS) di wilayah kota pada Rabu (1/4/2026). Kegiatan ini dilakukan dalam rangka mengawasi pengelolaan sampah dan memastikan standar operasional yang berlaku. Peninjauan ini juga sejalan dengan agenda kerja bakti yang dilakukan oleh seluruh pegawai Pemerintah Kota Surabaya. Selama kunjungan tersebut, Wali […]

  • Giliran Fajar/Fikri Terjebak Strategi Hoki/Kobayashi di Final Denmark Open 2025

    Giliran Fajar/Fikri Terjebak Strategi Hoki/Kobayashi di Final Denmark Open 2025

    • calendar_month Senin, 20 Okt 2025
    • account_circle Diagram Kota
    • visibility 245
    • 0Komentar

    Ganda Putra Indonesia Kehilangan Gelar di Final Denmark Open 2025 DIAGRAMKOTA.COM – Fajar Alfian dan Muhammad Shohibul Fikri, ganda putra Indonesia yang tergabung dalam tim Merah Putih, harus menerima kekalahan di final Denmark Open 2025. Mereka gagal meraih gelar juara setelah kalah dari pasangan Jepang, Takuro Hoki dan Yugo Kobayashi, dalam pertandingan yang berlangsung sangat ketat. […]

  • Strategi Permainan AC Milan: Dari 3-5-2 ke 4-3-3

    Strategi Permainan AC Milan: Dari 3-5-2 ke 4-3-3

    • calendar_month Minggu, 22 Mar 2026
    • account_circle Diagram Kota
    • visibility 40
    • 0Komentar

    DIAGRAMKOTA.COM – AC Milan, salah satu klub papan atas Liga Italia, terus mencoba menemukan strategi yang paling efektif untuk memperkuat posisi mereka di klasemen. Dalam pertandingan melawan Torino, pelatih Massimiliano Allegri kembali menghadapi tantangan dalam memilih formasi yang tepat. Meskipun awalnya menggunakan skema 3-5-2, tim akhirnya beralih ke 4-3-3 setelah menghadapi kesulitan dalam menghadapi pertahanan lawan. […]

  • Moroseneng Pemkot Surabaya

    Bayang yang Mengintai di Moroseneng: Kecurigaan di Balik Operasi Kosong Satpol PP

    • calendar_month Kamis, 9 Okt 2025
    • account_circle Diagram Kota
    • visibility 446
    • 0Komentar

    DIAGRAMKOTA.COM — Malam di kawasan Moroseneng, Kelurahan Sememi, Kecamatan Benowo, seolah menelan segala suara. Jalanan yang biasanya lengang kini dijaga ketat. Lampu-lampu jalan memantulkan cahaya ke dinding rumah-rumah tua yang terkunci rapat, seolah menyembunyikan sesuatu di balik keheningannya. Di balik operasi gabungan yang digelar Satpol PP bersama TNI, Polri, dan perangkat wilayah pada Selasa (7/10) […]

  • Kepala SMAN 1 Cimarga Kembali Beraktivitas Usai Kasus Tampar Siswa, Guru Khawatir Jaga Disiplin

    Kepala SMAN 1 Cimarga Kembali Beraktivitas Usai Kasus Tampar Siswa, Guru Khawatir Jaga Disiplin

    • calendar_month Jumat, 17 Okt 2025
    • account_circle Diagram Kota
    • visibility 256
    • 0Komentar

    Kepala Sekolah yang Kembali Aktif, Tapi Masih Merasa Khawatir DIAGRAMKOTA.COM – Kepala SMAN 1 Cimarga, Dini Fitria, kembali menjalankan tugasnya setelah sebelumnya dinonaktifkan akibat kasus penamparan terhadap seorang siswa yang kedapatan merokok di lingkungan sekolah. Meski kini sudah aktif kembali, Dini mengaku masih merasa waswas dan khawatir akan batasan dalam memberikan teguran kepada murid. Dini menjelaskan […]

expand_less