Komisi D DPRD Jatim: Persiapan Arus Mudik, Kebutuhan Sosialisasi Tarif dan Pemeriksaan Armada
- account_circle Diagram Kota
- calendar_month 2 jam yang lalu
- comment 0 komentar
- print Cetak

info Atur ukuran teks artikel ini untuk mendapatkan pengalaman membaca terbaik.
DIAGRAMKOTA.COM – Dalam menyambut arus mudik yang dianggap sebagai momen penting bagi masyarakat, kesiapan infrastruktur transportasi menjadi salah satu aspek utama yang perlu diperhatikan. Salah satu upaya yang dilakukan adalah sosialisasi terkait tarif angkutan umum, khususnya bus. Wakil Ketua Komisi D DPRD Provinsi Jawa Timur, Khusnul Arif, menyoroti pentingnya regulasi yang mengatur batas atas maupun batas bawah tarif angkutan jalan.
Regulasi Tarif Angkutan Umum
Regulasi ini bertujuan untuk melindungi konsumen dari praktik penyalahgunaan harga oleh pemilik usaha otomotif bus. Menurut Khusnul Arif, setiap pemilik perusahaan angkutan (PO) wajib mematuhi ketentuan yang telah ditetapkan. Ia menekankan bahwa tidak ada alasan bagi para pemilik PO untuk menaikkan tarif secara sepihak, karena sudah ada aturan yang jelas.
“Jika menemukan oknum yang menaikkan harga di luar ketentuan, masyarakat tidak perlu ragu untuk melapor ke dinas terkait,” ujarnya dalam acara sosialisasi Program Makanan Bergizi Gratis bersama Mitra Kerja Komisi IX DPR RI di Gedung Serba Guna Kecamatan Wates Kabupaten Kediri.
Pentingnya Sosialisasi
Selain itu, ia juga menyarankan agar Dinas Perhubungan Provinsi Jawa Timur melakukan sosialisasi secara masif kepada pemilik PO. Tujuannya adalah untuk memastikan bahwa seluruh pemilik PO memahami dan menjalankan aturan tersebut dengan baik sebelum pelaksanaan arus mudik atau arus balik berlangsung.
“Sosialisasi ini sangat penting agar semua pihak dapat memahami batas tarif yang diperbolehkan,” tambahnya.
Penguatan Keamanan Transportasi
Selain soal tarif, Khusnul Arif juga menyoroti pentingnya pemeriksaan fisik armada bus serta pemeriksaan kesehatan pengemudi. Ia menegaskan bahwa langkah-langkah pencegahan kecelakaan harus dilakukan secara intensif, termasuk rekayasa lalu lintas dan koordinasi dengan berbagai pihak seperti Pemprov, Dinas Perhubungan Kota/Kabupaten, dan pihak Kepolisian setempat.
“Kita perlu memastikan bahwa armada bus dalam kondisi prima dan pengemudi memiliki kesehatan yang optimal,” katanya.
Ia juga menyarankan agar Dinas Perhubungan proaktif dalam memberikan layanan kesehatan kepada para sopir, termasuk pemeriksaan urine di terminal test area atau tempat wisata.***
Tantangan dan Solusi
Menyambut arus mudik, tantangan terbesar adalah memastikan keselamatan dan kenyamanan masyarakat saat menggunakan transportasi umum. Oleh karena itu, diperlukan kolaborasi antara pemerintah, pelaku usaha, dan masyarakat untuk menciptakan sistem transportasi yang aman dan teratur.
Khusnul Arif menegaskan bahwa komunikasi yang efektif antara berbagai pihak akan menjadi kunci keberhasilan dalam menghadapi arus mudik. Ia berharap, dengan adanya sosialisasi dan pemeriksaan yang lebih ketat, masyarakat dapat merasa lebih nyaman dan aman saat berkendara.
Kesimpulan
Persiapan arus mudik membutuhkan kerja sama yang solid antara pemerintah dan masyarakat. Dengan adanya regulasi yang jelas, sosialisasi yang masif, dan pemeriksaan yang ketat, diharapkan bisa mengurangi risiko penyalahgunaan tarif dan kecelakaan transportasi. Langkah-langkah ini tidak hanya akan meningkatkan kenyamanan masyarakat, tetapi juga menjaga reputasi transportasi umum di Jawa Timur.

>
>
>

Saat ini belum ada komentar