Breaking News
light_mode
Trending Tags
Beranda » PERISTIWA » NASIONAL » Hari Pers Nasional 2026: Profesi Jurnalis di Tengah Tantangan Struktural

Hari Pers Nasional 2026: Profesi Jurnalis di Tengah Tantangan Struktural

  • account_circle Diagram Kota
  • calendar_month 1 jam yang lalu
  • comment 0 komentar
  • print Cetak

info Atur ukuran teks artikel ini untuk mendapatkan pengalaman membaca terbaik.

DIAGRAMKOTA.COM – Jurnalis di Indonesia berada dalam situasi yang kompleks, menghadapi tantangan baik dari segi ekonomi, keamanan kerja, maupun ancaman kekerasan. Meski secara normatif pers bebas, struktur industri media justru terlihat rapuh. Dalam survei yang dilakukan oleh Aliansi Jurnalis Independen (AJI), ditemukan bahwa 75,1 persen jurnalis pernah mengalami kekerasan baik secara fisik maupun digital sepanjang karier mereka. Angka ini menunjukkan bahwa jurnalis tidak hanya menjadi pelaku informasi, tetapi juga menjadi korban dari tekanan yang sulit diatasi.

Kondisi Ekonomi dan Keselamatan Kerja

Salah satu aspek paling kritis dalam profesi jurnalis adalah kondisi ekonomi dan keselamatan kerja. Riset Potret Jurnalis Indonesia 2025 menunjukkan bahwa sebagian besar jurnalis bekerja lebih dari 45 jam seminggu, dengan penghasilan yang tidak sebanding dengan beban kerja mereka. Hanya 32,9 persen jurnalis yang menerima gaji antara Rp2,5–4 juta per bulan, sementara 34,2 persen lainnya berpenghasilan di bawah Upah Minimum Provinsi. Hal ini memperkuat anggapan bahwa jurnalisme bukan hanya pekerjaan, tetapi juga bentuk tanggung jawab sosial yang sering kali tidak dihargai secara layak.

Selain itu, sebanyak 61,7 persen jurnalis melaporkan bahwa gaji mereka tidak naik selama dua belas bulan terakhir, meskipun inflasi dan harga kebutuhan pokok terus meningkat. Ini menunjukkan adanya stagnasi pendapatan yang berdampak pada penurunan kesejahteraan. Di tengah kondisi ini, banyak jurnalis dipaksa untuk bekerja ganda, menghasilkan konten sekaligus mencari iklan demi efisiensi dan pendapatan. Hal ini berpotensi merusak independensi pers, karena batas antara redaksi dan bisnis mulai kabur.

Ancaman Kekerasan dan Kebebasan Pers

Kekerasan terhadap jurnalis juga menjadi isu yang sangat serius. AJI mencatat 89 kasus kekerasan terhadap jurnalis sepanjang 2025. Sebagian besar kekerasan ini terjadi di lapangan, dengan aparat seperti TNI dan Polri menjadi pelaku dominan. Namun, ancaman juga hadir dalam bentuk serangan digital seperti doxing, peretasan, dan teror anonim. Pelaku serangan ini sering kali tidak dikenal, membuat proses penyelidikan dan penegakan hukum menjadi sulit.

Dalam Indeks Kebebasan Pers Dunia 2025 yang dirilis oleh Reporters Without Borders, Indonesia menempati peringkat ke-127 dengan skor 44,13 poin. Peringkat ini menurun dibandingkan tahun sebelumnya, yang berada di posisi ke-111. Posisi ini menunjukkan bahwa kebebasan pers di Indonesia masih terus menghadapi tantangan, terutama dari tekanan politik dan otoritarianisme.

Kebanggaan Profesi yang Tetap Tinggi

Meski menghadapi berbagai tantangan, kebanggaan para jurnalis terhadap profesinya tetap tinggi. Survei AJI menunjukkan bahwa skor rata-rata kebanggaan jurnalis mencapai 4,34 dari skala 5. Jurnalis radio memiliki tingkat kebanggaan tertinggi dengan skor 4,52, sedangkan jurnalis media daring memiliki skor terendah di angka 4,29. Meskipun ada perbedaan antar jenis media, kesadaran akan peran vital jurnalisme dalam demokrasi tetap menjadi dasar bagi kebanggaan tersebut.

Para jurnalis tetap memandang profesi mereka sebagai panggilan sosial, bukan sekadar pekerjaan administratif. Idealisme ini menjadi fondasi utama yang menjaga kelangsungan jurnalisme di tengah perubahan struktur industri media dan minimnya perlindungan terhadap pekerja media.

Tantangan di Era Digital

Di era digital, jurnalis harus beradaptasi dengan kecepatan dan tuntutan yang semakin tinggi. Mereka tidak hanya menulis berita, tetapi juga mengelola media sosial, merekam video, dan memperbarui informasi secara real time. Tekanan industri yang bergerak cepat sering kali membuat jurnalis kehilangan ruang untuk berkarya secara mandiri. Selain itu, algoritma dan logika pasar digital semakin mengontrol ruang publik informasi, yang memperkuat ketidakpastian dalam profesi ini.

Profesi jurnalis di Indonesia menghadapi berbagai tantangan, baik dari segi ekonomi, keamanan kerja, maupun ancaman kekerasan. Meski secara normatif pers bebas, struktur industri media masih rapuh, dengan tekanan ekonomi dan ketidakstabilan kerja yang terus meningkat. Namun, kebanggaan terhadap profesi tetap tinggi, dengan kesadaran akan peran vital jurnalisme dalam demokrasi menjadi motivasi utama. Untuk menjaga kelangsungan jurnalisme, diperlukan upaya bersama dari pemerintah, industri media, dan masyarakat untuk memberikan perlindungan, kesejahteraan, serta kebebasan yang layak bagi para jurnalis. ***

 

Penulis

Berita Hari ini Terbaru dan Terkini Diagramkota.com

Komentar (0)

Saat ini belum ada komentar

Silahkan tulis komentar Anda

Email Anda tidak akan dipublikasikan. Kolom yang bertanda bintang (*) wajib diisi

Rekomendasi Untuk Anda

  • 75 Bonek Siap Hadiri Laga Spesial di Stadion BJ Habibie

    Suporter PSM Makassar dan Persebaya Surabaya, 75 Bonek Siap Hadiri Laga Spesial di Stadion BJ Habibie

    • calendar_month Kamis, 4 Des 2025
    • account_circle Diagram Kota
    • visibility 82
    • 0Komentar

    DIAGRAMKOTA.COM – Pertandingan antara PSM Makassar dan Persebaya Surabaya kembali menjadi sorotan, terutama setelah diketahui sejumlah suporter dari kedua tim akan hadir di Stadion Gelora BJ Habibie. Meski ada larangan resmi untuk suporter tim tamu, 75 orang suporter Bonek tetap berupaya menghadiri pertandingan yang digelar pada Sabtu (6/12/2025). Kehadiran Suporter Bonek yang Tidak Biasa Sebanyak 75 […]

  • Wali Kota Pasuruan: Persekap Pasuruan Siap Bangkit di Liga 4 Jawa Timur

    Wali Kota Pasuruan: Persekap Pasuruan Siap Bangkit di Liga 4 Jawa Timur

    • calendar_month Senin, 8 Des 2025
    • account_circle Diagram Kota
    • visibility 73
    • 0Komentar

    DIAGRAMKOTA.COM – Wali Kota Pasuruan, Adi Wibowo, menunjukkan dukungan penuh terhadap kebangkitan klub sepak bola lokal, Persekap, yang akan berlaga di Liga 4 Jawa Timur. Acara peluncuran Persekap digelar di Gedung Gradika pada Minggu (7/12/2025), dengan hadirnya tokoh masyarakat dan penggemar sepak bola setempat. Sejarah Legendaris yang Harus Dihidupkan Kembali Persekap memiliki sejarah panjang yang menjadi […]

  • Rekomendasi Wisata Sejarah Di Indonesia Yang Edukatif

    Rekomendasi Wisata Sejarah Di Indonesia Yang Edukatif

    • calendar_month Senin, 10 Feb 2025
    • account_circle Diagram Kota
    • visibility 241
    • 0Komentar

    DIAGRAMKOTA.COM – Rekomendasi wisata sejarah di Indonesia yang edukatifLebih dari sekadar reruntuhan dan artefak, situs-situs ini merupakan jendela waktu yang membuka lembaran-lembaran kisah peradaban, perjuangan, dan kebudayaan bangsa. Bagi para pencinta sejarah dan pendidikan, menjelajahi situs-situs ini bukan hanya sekadar liburan, melainkan juga perjalanan edukatif yang mendalam. Berikut beberapa rekomendasi wisata sejarah di Indonesia yang […]

  • Pembebasan UKT Mahasiswa

    Gratis Pol! Pemprov Kaltim Perluas Akses Pendidikan Gratis untuk Pembebasan UKT Mahasiswa Tahun 2026

    • calendar_month Sabtu, 10 Jan 2026
    • account_circle Diagram Kota
    • visibility 47
    • 0Komentar

    DIAGRAMKOTA.COM – Pemerintah Provinsi Kalimantan Timur (Kaltim) kembali memperluas cakupan program pendidikan gratis bagi mahasiswa daerah. Program yang diberi nama Gratispol ini mencakup semua mahasiswa Kaltim yang memenuhi syarat, baik mahasiswa baru maupun lama. Hal ini menjadi bukti komitmen pemerintah dalam menjalankan prioritas pembangunan sumber daya manusia yang unggul dan berdaya saing. Sekretaris Daerah Provinsi Kaltim […]

  • Rencana muktamar NU, Gus Ipul tunggu keputusan Rais Aam dan Ketum PBNU

    Rencana muktamar NU, Gus Ipul tunggu keputusan Rais Aam dan Ketum PBNU

    • calendar_month Senin, 29 Des 2025
    • account_circle Diagram Kota
    • visibility 71
    • 0Komentar

    DIAGRAMKOTA.COM – Sekretaris Jenderal (Sekjen) Pengurus Besar Nahdlatul Ulama, Saifullah Yusuf menegaskan bahwa pihaknya belum berbincang lebih lanjut mengenai pelaksanaan Muktamar ke-35 NU. Menurut Gus Ipul sapaan akrabnya, pelaksanaan muktamar menjadi wewenang sepenuhnya Rais Aam PBNU KH Miftachul Akhyar serta Ketua Umum PBNU Yahya Cholil Staquf. Sebagai informasi, muktamar adalah forum permusyawaratan tertinggi pada tubuh organisasi […]

  • Bunda PAUD Kabupaten Bojonegoro

    Peran Bunda PAUD dalam Membangun Fondasi Pendidikan Anak Usia Dini

    • calendar_month Jumat, 14 Nov 2025
    • account_circle Diagram Kota
    • visibility 125
    • 0Komentar

    DIAGRAMKOTA.COM – Bunda PAUD Kabupaten Bojonegoro, Cantika Wahono, menegaskan pentingnya pendidikan prasekolah sebagai fondasi awal bagi perkembangan anak. Kehadirannya dalam forum nasional “Apresiasi Bunda PAUD Tingkat Nasional Tahun 2025” menjadi bukti komitmen daerah dalam memastikan layanan pendidikan yang berkualitas untuk anak usia dini. Forum ini mengusung tema “Setahun Awal, Bekal Sepanjang Hayat”, yang menekankan bahwa satu […]

expand_less