Breaking News
light_mode
Trending Tags
Beranda » PERISTIWA » DAERAH » Penyelidikan Korupsi di Kebun Binatang Surabaya Menggemparkan Masyarakat

Penyelidikan Korupsi di Kebun Binatang Surabaya Menggemparkan Masyarakat

  • account_circle Diagram Kota
  • calendar_month Jumat, 6 Feb 2026
  • comment 0 komentar
  • print Cetak

info Atur ukuran teks artikel ini untuk mendapatkan pengalaman membaca terbaik.

DIAGRAMKOTA.COM – Penggeledahan yang dilakukan oleh Kejaksaan Tinggi Jawa Timur (Kejati Jatim) terhadap Kebun Binatang Surabaya (KBS) memicu perhatian publik. Proses penyelidikan ini terkait dugaan tindak pidana korupsi dalam pengelolaan keuangan Perusahaan Daerah Taman Satwa (PDTS) KBS sejak tahun 2013 hingga 2024.

Dugaan Korupsi dan Penggeledahan yang Intensif

Tim Pidana Khusus (Pidsus) Kejati Jatim melakukan penggeledahan di kawasan KBS pada Kamis, 5 Februari 2026. Proses ini berlangsung dari pagi hingga sore hari, dengan fokus pada dokumen dan berkas penting yang diduga menjadi bukti adanya penyelewengan pengelolaan keuangan.

Kepala Seksi Penyidikan Pidsus Kejati Jatim, John Franky Yanafia Ariandi, mengonfirmasi bahwa pihaknya telah mengerahkan tiga mobil penyidik untuk melakukan penyelidikan. “Iya, benar ada penggeledahan. Tiga mobil penyidik dikerahkan dan membawa berkas serta petugas,” ujarnya.

Fokus pada Pengelolaan Keuangan PDTS KBS

Penyelidikan ini berkaitan langsung dengan dugaan korupsi dalam pengelolaan anggaran PDTS KBS. Kasus yang diselidiki mencakup periode anggaran sejak 2013 hingga 2024. Franky menjelaskan bahwa penyelidikan ini dilakukan untuk memastikan apakah ada indikasi tindak pidana korupsi dalam pengelolaan keuangan.

“Terkait perkara dugaan tindak pidana korupsi pengelolaan keuangan PDTS KBS tahun anggaran 2013 sampai dengan 2024,” tegasnya.

Aktivitas Penyidik di Lokasi KBS

Pantauan di lokasi menunjukkan bahwa aktivitas penyidik cukup intensif. Sejumlah penyidik terlihat keluar masuk kawasan KBS hingga petang. Empat petugas terlihat melintas di halaman kebun binatang, termasuk dua perempuan yang membawa tas ransel serta dua pria berseragam Pidsus. Di bagian dalam, juga terlihat jaksa mengenakan rompi hitam.

Beberapa mobil penyidik tampak bergantian masuk dan keluar area KBS selama proses penggeledahan berlangsung.

Belum Ada Pernyataan Resmi dari Pihak Terkait

Hingga berita ini diturunkan, Kepala Kejati Jatim Agus Sahat belum memberikan keterangan resmi terkait hasil penggeledahan di Kebun Binatang Surabaya. Sementara itu, pihak Humas KBS juga belum memberikan tanggapan meski telah dihubungi awak media.

Reaksi Publik dan Isu Korupsi di Sektor Wisata

Peristiwa ini memicu reaksi dari masyarakat dan kalangan pengamat. Banyak yang khawatir bahwa dugaan korupsi ini bisa merusak citra KBS sebagai salah satu destinasi wisata ternama di Jawa Timur. Selain itu, isu korupsi di sektor pariwisata semakin sering muncul, sehingga memperkuat tuntutan transparansi dan akuntabilitas dalam pengelolaan dana publik.

Langkah Selanjutnya dan Dampak bagi KBS

Dalam waktu dekat, pihak Kejati Jatim diperkirakan akan merilis hasil penyelidikan lebih lanjut. Proses hukum ini bisa berdampak signifikan bagi manajemen KBS, termasuk kemungkinan pemecatan atau sanksi terhadap pejabat yang terlibat.

Selain itu, kasus ini juga menjadi peringatan bagi institusi lain di sektor pariwisata untuk meningkatkan pengawasan internal dan memastikan pengelolaan keuangan tetap sesuai aturan.

Kebun Binatang Surabaya: Destinasi Wisata yang Harus Tetap Terjaga

Meskipun terjadi dugaan korupsi, KBS tetap menjadi salah satu tempat wisata favorit di Surabaya. Dengan keberagaman satwa dan fasilitas pendukung, KBS memiliki potensi besar untuk terus berkembang jika pengelolaannya dikelola secara profesional dan transparan.

Kehadiran Kejati Jatim dalam penyelidikan ini menunjukkan komitmen pemerintah dalam menjaga integritas lembaga dan memastikan keuangan publik digunakan secara benar.***

 

Penulis

Berita Hari ini Terbaru dan Terkini Diagramkota.com

Komentar (0)

Saat ini belum ada komentar

Silahkan tulis komentar Anda

Email Anda tidak akan dipublikasikan. Kolom yang bertanda bintang (*) wajib diisi

Rekomendasi Untuk Anda

  • Dlh Dki Siagakan 1.050 Personel Untuk Pastikan Ibadah Dan Perayaan Natal 2025 Berlangsung Bersih Dan Nyaman

    Dlh Dki Siagakan 1.050 Personel Untuk Pastikan Ibadah Dan Perayaan Natal 2025 Berlangsung Bersih Dan Nyaman

    • calendar_month Jumat, 26 Des 2025
    • account_circle Diagram Kota
    • visibility 93
    • 0Komentar

    DIAGRAMKOTA.COM – Pemerintah Provinsi DKI Jakarta memastikan perayaan Natal 2025 berlangsung khidmat, aman, dan nyaman dengan menjaga kebersihan kota secara optimal. Untuk mengantisipasi potensi peningkatan timbulan sampah sekaligus mendukung kekhusyukan ibadah, Dinas Lingkungan Hidup (DLH) DKI Jakarta menyiagakan 1.050 personel kebersihan yang tersebar di ratusan gereja, serta lokasi perayaan Natal di seluruh wilayah Jakarta. Kepala […]

  • Saiful Huda Ems: Badai Ancaman PHK dan Solusinya

    Saiful Huda Ems: Badai Ancaman PHK dan Solusinya

    • calendar_month Sabtu, 5 Apr 2025
    • account_circle Arie Khauripan
    • visibility 222
    • 0Komentar

    DIAGRAMKOTA.COM – Kebijakan tarif resiprokal oleh Donald Trump, telah berpengaruh pada perekonomian dunia, khususnya Indonesia. Bahkan bagi negara-negara tertentu, ada yang dikenai tarif lebih tinggi, melebihi tarif yang ditetapkan Pemerintahan Amerika Serikat untuk Indonesia, yakni 32 % dari basis tarif sebesar 10 % yang diterapkan Amerika Serikat kepada semua negara dan tarif yang dikenakan AS saat […]

  • Persela Lamongan vs Persiba Balikpapan

    Prediksi Laga Penting di Liga 2: Persela Lamongan vs Persiba Balikpapan

    • calendar_month Minggu, 4 Jan 2026
    • account_circle Diagram Kota
    • visibility 113
    • 0Komentar

    DIAGRAMKOTA.COM – Pertandingan antara Persela Lamongan dan Persiba Balikpapan dalam kompetisi Liga 2 Championship menjadi sorotan utama. Kedua tim yang memiliki sejarah panjang di sepak bola Indonesia akan saling bersaing dalam laga yang dinilai sangat krusial untuk menjaga reputasi mereka. Pertandingan ini digelar di Stadion Surajaya, yang dikenal sebagai tempat bersejarah bagi suporter lokal. Kondisi […]

  • Pastikan Kenyamanan Pemudik, Kapolda Jatim Cek Posyan dan Pospam di Malang Raya

    Pastikan Kenyamanan Pemudik, Kapolda Jatim Cek Posyan dan Pospam di Malang Raya

    • calendar_month Kamis, 27 Mar 2025
    • account_circle Teguh Priyono
    • visibility 239
    • 0Komentar

    DIAGRAMKOTA.COM – Kapolda Jatim Irjen Pol Drs Nanang Avianto,M.Si bersama pejabat utama (PJU) Polda Jatim, melakukan peninjauan kesiapan Pos Pelayanan (Posyan) dan Pos Pengamanan (Pospam) di Pasuruan dan Malang Raya, Kamis (27/3/2025) siang. Pos yang didirikan oleh Polres jajaran Polda Jatim saat Operasi Ketupat Semeru 2025 tersebut dalam rangka memberikan rasa aman dan nyaman kepada […]

  • UNAIR Buka Posko Kesehatan untuk Warga Terdampak Banjir Aceh Tamiang

    UNAIR Buka Posko Kesehatan untuk Warga Terdampak Banjir Aceh Tamiang

    • calendar_month Minggu, 7 Des 2025
    • account_circle Shinta ms
    • visibility 97
    • 0Komentar

    DIAGRAMKOTA.COM- Kepedulian Universitas Airlangga (UNAIR) terhadap masyarakat terdampak banjir dan longsor di Aceh Tamiang diwujudkan melalui pembukaan posko kesehatan yang kini mulai melayani warga. Posko ini berlokasi di lahan Klinik Abah, Kuala Simpang, yang sebelumnya tidak dapat beroperasi karena fasilitas dan peralatan medisnya rusak akibat terendam banjir. Kondisi serupa juga terjadi di hampir seluruh rumah […]

  • Badaruddin: Monitoring Kependudukan Jadi Kunci Data Valid Surabaya

    Badaruddin: Monitoring Kependudukan Jadi Kunci Data Valid Surabaya

    • calendar_month Rabu, 24 Sep 2025
    • account_circle Diagram Kota
    • visibility 311
    • 0Komentar

    DIAGRAMKOTA.COM – Rapat Komisi A DPRD Surabaya bersama Dispendukcapil, camat, lurah, hingga sejumlah ketua RW Simolawang menghasilkan rekomendasi penting, salah satunya pencabutan Surat Edaran Sekretaris Daerah Kota Surabaya terkait layanan pecah kartu keluarga (KK). Direktur Center Development Economics and Politics (CDEP), Badaruddin, menilai kasus ini mencerminkan lemahnya komunikasi antara eksekutif dan legislatif. “Surat Edaran itu […]

expand_less