Eks Wamenaker Sebut Menteri Keuangan Terancam Dikriminalisasi
- account_circle Diagram Kota
- calendar_month 6 jam yang lalu
- comment 0 komentar
- print Cetak

info Atur ukuran teks artikel ini untuk mendapatkan pengalaman membaca terbaik.
DIAGRAMKOTA.COM – Eks Wakil Menteri Ketenagakerjaan (Wamenaker) Immanuel Ebenezer atau yang akrab disapa Noel menyoroti potensi ancaman hukum terhadap Menteri Keuangan Purbaya Yudhi Sadewa. Menurutnya, tindakan Purbaya dalam melakukan sidak terhadap bisnis-bisnis gelap bisa berujung pada tindakan hukum yang tidak diinginkan.
Noel mengatakan bahwa tindakan Purbaya dalam mengunjungi bisnis-bisnis yang tidak jelas sumbernya, seperti bisnis pakaian thrifting, dapat menimbulkan reaksi dari pihak-pihak tertentu. Ia menegaskan bahwa hal ini bisa memicu tindakan balasan yang merugikan Purbaya.
“Ini kan bandit-bandit ini pestanya terganggu. Kalian bisa tahu, siapa yang main pasar gelap? Siapa yang main baju-baju yang gelap-gelap itu tuh? Belum banyak yang main-main apa alat apa, eh mesin-mesin apa itu yang gelap-gelap itu,” ujarnya saat ditemui di Pengadilan Tipikor Jakarta.
Ancaman Hukum untuk Purbaya
Noel menyampaikan peringatan kepada Purbaya agar lebih waspada terhadap kemungkinan tindakan hukum yang bisa saja menimpanya. Ia mengatakan bahwa ada kemungkinan Purbaya akan dikriminalisasi karena dianggap mengganggu kepentingan para pelaku bisnis gelap.
“Pesan nih buat Pak Purbaya, nih. Pesan, Pak Purbaya. Modusnya hampir sama semua. Hati-hati, Pak Purbaya. Sejengkal lagi, nih. Saya mendapatkan informasi A1, Pak Purbaya akan di-‘Noel’-kan. Hati-hati tuh, Pak Purbaya,” katanya.
Menurut Noel, Purbaya mungkin akan menjadi target utama dari kelompok-kelompok yang merasa terganggu oleh tindakan pemerintah dalam mengawasi bisnis-bisnis ilegal. Ia menggambarkan situasi ini sebagai sebuah pesta yang terganggu oleh tindakan Purbaya.
“Siapapun yang mengganggu pesta para bandit-bandit ini, mereka akan melepaskan anjing liar untuk gigit Pak Purbaya. Kasihan Pak Purbaya. Ada pesta yang terganggu,” tambahnya.
Pengalaman Pribadi Noel dalam Kasus Korupsi
Noel juga mengungkap pengalamannya sendiri dalam kasus korupsi yang menimpanya. Ia mengaku bahwa dirinya dijerat dalam operasi tipu-tipu oleh Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK). Menurutnya, proses penangkapan dan penyidikan yang dilakukan KPK terkesan tidak transparan dan penuh kejanggalan.
“Iya, kayak pertama saya waktu apa, katanya di OTT. Mereka bilang, ‘Pak, datang, Pak, (KPK bilang) ke kantor saya’, ‘Mau ngapain?’ saya bilang. ‘Ada klarifikasi, mau dikonfrontir’. Pas saya datang, paginya saya di-TSK-in,” ujarnya.
Noel menegaskan bahwa ia hanya diminta klarifikasi atau konfrontasi awalnya, namun akhirnya langsung dijadikan tersangka. Hal ini membuatnya merasa tidak adil dalam proses hukum yang dialaminya.
Konteks Bisnis Gelap dan Tindakan Pemerintah
Bisnis gelap, termasuk bisnis pakaian thrifting, sering kali menjadi sasaran tindakan pemerintah dalam upaya memberantas praktik-praktik ilegal. Namun, tindakan tersebut bisa berdampak pada pihak-pihak yang dianggap mengganggu keuntungan para pelaku bisnis gelap.
Noel mengatakan bahwa kasus thrifting hanya sebagian kecil dari proyek-proyek besar yang disidak Purbaya. Ia menegaskan bahwa ada proyek lain dengan nilai jauh lebih besar yang juga menjadi target dari tindakan pemerintah.
“Checking-nya langsung, gampang nge-tracking-nya kok. Itu dari yang kecil, belum yang lain-lain yang triliunan itu,” ujarnya.

>

Saat ini belum ada komentar