Inisiatif Pemkot Surabaya untuk Meningkatkan Akses Pendidikan di Kalangan Mahasiswa Kurang Mampu
- account_circle Diagram Kota
- calendar_month 6 jam yang lalu
- comment 0 komentar
- print Cetak

info Atur ukuran teks artikel ini untuk mendapatkan pengalaman membaca terbaik.
DIAGRAMKOTA.COM –Â Pemerintah Kota (Pemkot) Surabaya terus berupaya memastikan bahwa akses pendidikan tidak terhambat oleh kondisi ekonomi keluarga. Salah satu langkah strategis yang diambil adalah perluasan program Beasiswa Pemuda Tangguh, yang kini mencakup mahasiswa dari Perguruan Tinggi Swasta (PTS). Dengan alokasi anggaran sebesar Rp 190 miliar, program ini bertujuan memberikan bantuan finansial kepada 23.850 mahasiswa Surabaya.
Anggaran Besar untuk Meningkatkan Kualitas SDM
Dana sebesar Rp 190 miliar yang dialokasikan untuk tahun 2026 menunjukkan komitmen Pemkot Surabaya dalam meningkatkan kualitas sumber daya manusia (SDM) kota. Angka ini jauh lebih besar dibandingkan tahun sebelumnya, yang hanya mencakup 5.908 penerima manfaat di Perguruan Tinggi Negeri (PTN).
Wali Kota Surabaya, Eri Cahyadi, menjelaskan bahwa kebijakan ini merupakan bentuk keberpihakan terhadap masyarakat yang kurang mampu. “Sesuai janji sumpah saya sebagai wali kota, saya harus mengentaskan kemiskinan dan membantu warga yang membutuhkan,” ujarnya.
Penyaringan Data untuk Pastikan Bantuan Tepat Sasaran
Untuk memastikan bantuan tepat sasaran, Pemkot Surabaya melakukan sinkronisasi data dengan pihak kampus. Data tersebut akan diperiksa berdasarkan kategori Desil 1-5, yaitu keluarga yang masuk kategori prasejahtera. Hal ini dilakukan agar bantuan dapat diberikan kepada mahasiswa yang benar-benar membutuhkan.
Eri Cahyadi menegaskan bahwa program ini tidak hanya terbatas pada mahasiswa baru, tetapi juga mencakup mahasiswa aktif yang sedang menempuh perkuliahan. “Kami ingin memastikan tidak ada lagi mahasiswa Surabaya yang terpaksa putus sekolah karena kendala biaya UKT,” tambahnya.
Respons Positif dari Komunitas Perguruan Tinggi Swasta
Program ini mendapat respons positif dari Asosiasi Badan Penyelenggara Perguruan Tinggi Swasta (ABP-PTSI) Jawa Timur. Ketua ABP-PTSI Jawa Timur, Dr. Budi Endarto, menyambut baik langkah Pemkot Surabaya. Ia menilai inisiatif ini sebagai gerakan revolusioner yang menyadari potensi besar dari mahasiswa kurang mampu di PTS.
“Harapan kami, perguruan tinggi swasta bisa berkontribusi mengawal target peningkatan kualitas pendidikan ini. Program ini sangat sinkron dengan visi Satu Keluarga Miskin, Satu Sarjana di Surabaya,” ujar Budi.
Tujuan Jangka Panjang: Membentuk Generasi Berkualitas
Tujuan utama dari program ini adalah untuk meningkatkan jumlah lulusan sarjana dari kalangan masyarakat miskin. Dengan adanya beasiswa, diharapkan mahasiswa dapat menyelesaikan studi tanpa terganggu oleh biaya kuliah. Selain itu, program ini juga bertujuan untuk meningkatkan kualitas SDM yang menjadi fondasi pembangunan kota.***

>

Saat ini belum ada komentar