Peningkatan Arus Komoditas Selama Nataru, Karantina Jatim Siaga 24 Jam di Pelabuhan Tanjung Perak
- account_circle Diagram Kota
- calendar_month Sabtu, 3 Jan 2026
- comment 0 komentar
- print Cetak

info Atur ukuran teks artikel ini untuk mendapatkan pengalaman membaca terbaik.
DIAGRAMKOTA.COM – Selama liburan Natal dan Tahun Baru, Balai Karantina Hewan, Ikan, dan Tumbuhan Jawa Timur (Karantina Jatim) memastikan layanan berjalan tanpa henti. Hal ini dilakukan untuk mengantisipasi peningkatan arus komoditas yang masuk melalui Pelabuhan Tanjung Perak, salah satu gerbang utama logistik di Jawa Timur.
Kenaikan Signifikan dalam Sertifikasi Komoditas
Kepala Karantina Jawa Timur, Hari Yuwono Ady, menjelaskan bahwa terjadi kenaikan signifikan dalam jumlah sertifikasi komoditas sepanjang Desember 2025 dibandingkan November 2025.
- Komoditas tumbuhan meningkat sebesar 16,74 persen, dari 8.690 dokumen menjadi 10.145 dokumen.
- Komoditas ikan naik 6,54 persen, dari 3.758 dokumen menjadi 4.004 dokumen.
- Komoditas hewan meningkat 2,75 persen, dari 4.949 dokumen menjadi 5.085 dokumen.
Peningkatan ini didominasi oleh komoditas seperti daging ayam dan sapi beku, daging olahan, susu pasteurisasi UHT, yogurt, serta telur konsumsi. Menurut Hari, hal ini menunjukkan adanya lonjakan kebutuhan masyarakat terhadap produk-produk pangan selama momen liburan.
Risiko Tinggi di Pelabuhan Tanjung Perak
Pelabuhan Tanjung Perak tidak hanya menjadi jalur penting bagi komoditas dalam negeri, tetapi juga menjadi pintu masuk barang antarnegara. Hal ini meningkatkan risiko terhadap masuknya hama penyakit hewan karantina (HPHK), organisme pengganggu tumbuhan karantina (OPTK), serta hama penyakit ikan karantina (HPIK).
Menurut Hari, momentum pergantian tahun sering kali diikuti oleh lonjakan arus barang, baik antardaerah maupun antarnegara. Oleh karena itu, kewaspadaan petugas karantina harus ditingkatkan secara maksimal.
Personel Siaga 24 Jam untuk Pastikan Keamanan Komoditas
Untuk memastikan kelancaran operasional selama libur Tahun Baru, Karantina Jatim menyiagakan 70 personel yang bertugas 24 jam selama tujuh hari. Personel tersebut terdiri dari tim Karantina Hewan, Karantina Ikan, Karantina Tumbuhan, serta Tim Penegakan Hukum.
Selain itu, Karantina Jatim juga memperkuat koordinasi lintas sektor dengan Otoritas Pelabuhan, Bea dan Cukai, serta instansi terkait. Tujuannya adalah untuk mencegah masuknya komoditas ilegal yang dapat membahayakan kesehatan masyarakat dan ekosistem.
Imbauan untuk Masyarakat dan Pelaku Usaha
Hari mengimbau masyarakat dan pelaku usaha untuk selalu melaporkan setiap lalu lintas komoditas hewan, ikan, dan tumbuhan melalui aplikasi layanan karantina yang tersedia. Dengan demikian, pemeriksaan dapat berjalan sesuai ketentuan dan meminimalkan risiko penyelundupan.***

>
>
Saat ini belum ada komentar