Kemenkes dan LDII Surabaya Kolaborasi Cegah Kanker Serviks Melalui Pemeriksaan HPV DNA
- account_circle Diagram Kota
- calendar_month Senin, 15 Des 2025
- comment 0 komentar
- print Cetak

info Atur ukuran teks artikel ini untuk mendapatkan pengalaman membaca terbaik.
DIAGRAMKOTA.COM – Tiga dari lima perempuan di Indonesia meninggal akibat kanker serviks. Hal ini mendorong Kementerian Kesehatan Republik Indonesia (Kemenkes RI) bekerja sama dengan berbagai mitra, termasuk LDII Surabaya, dalam melakukan pemeriksaan Human Papillomavirus Deoxyribonucleic Acid (HPV DNA).
Berdasarkan data dari Kementerian Kesehatan RI, setiap tahunnya sekitar 36.000 perempuan di Indonesia didiagnosis mengidap kanker serviks, dengan sekitar 21.000 di antaranya meninggal dunia. Kemenkes RI bekerja sama dengan Tirta Medical Centre dan DPD LDII Surabaya dalam melakukan pemeriksaan HPV DNA. Kegiatan ini berlangsung di Gedung Serba Guna Sabilurrosyidin, Gayungan, Surabaya, pada hari Sabtu (13/12/2025) yang dihadiri oleh 300 perempuan.
Kepala Cabang Tirta Medica Center Surabaya, Eko Novidianto, menjelaskan bahwa pemeriksaan dilakukan dengan metode HPV DNA untuk mengidentifikasi HPV secara dini, “Penyebaran virus ini umumnya terjadi melalui hubungan seksual atau lingkungan yang berkaitan dengan aktivitas seksual,” katanya.
Ia menegaskan bahwa deteksi dini sangat penting dilakukan karena virus HPV bisa memicu kanker rahim atau kanker serviks. “Secara global, kanker serviks menduduki peringkat kedua penyakit kanker yang paling umum pada wanita. Sementara itu, Indonesia berada di urutan ketiga dengan jumlah kasus kanker serviks yang cukup besar,” kata Eko yang bekerja sebagai dokter.
Menurutnya, kegiatan pemeriksaan HPV DNA telah dilakukan di berbagai daerah. “Di Surabaya, kegiatan serupa sudah dilaksanakan di sekitar lima hingga enam tempat. Sedangkan di wilayah Sidoarjo telah mencakup lima hingga sepuluh lokasi. Target pemeriksaan untuk Surabaya sebanyak 5.000 orang dan Sidoarjo juga sebanyak 5.000 orang,” katanya.
Kegiatan ini diikuti oleh perempuan yang sudah menikah dengan batas usia maksimal 70 tahun, serta memenuhi beberapa aturan yang harus dipatuhi. Di antaranya yaitu tidak melakukan hubungan intim dalam jangka waktu 2×24 jam sebelum pemeriksaan, tidak menggunakan sabun pembersih kewanitaan, tidak sedang menstruasi atau hamil, dan belum menjalani pemeriksaan HPV DNA dalam setahun terakhir.
Di sisi lain, Ketua DPD LDII Kota Surabaya, Akhmad Setiadi, menyampaikan bahwa kegiatan ini merupakan wujud perhatian LDII terhadap kesehatan masyarakat, sekaligus mendukung inisiatif Kemenkes RI dalam menurunkan angka kanker serviks di Indonesia, “Kami mengundang para ibu untuk melakukan deteksi dini kanker. Semoga seluruh ibu yang mengikuti pemeriksaan mendapatkan hasil yang baik,” katanya.
Setiadi menambahkan, kegiatan serupa diharapkan dapat dilakukan secara terus-menerus agar memberikan manfaat yang lebih besar bagi kesehatan para ibu. “Kegiatan seperti ini semoga dapat berlangsung secara rutin dan menjadi data kesehatan ibu-ibu, khususnya mengenai kanker serviks. Dengan dukungan penuh dari DPD LDII Surabaya, kami berharap kesehatan ibu-ibu tetap terjaga dan selalu dalam kondisi baik,” tambahnya.
Pada kesempatan itu, Wakil Ketua DPD LDII Surabaya Riko Lazuardi menyampaikan bahwa kegiatan ini bermanfaat bagi perempuan dalam mencegah kanker mulut rahim, “Dengan pemeriksaan dini, tingkat kesehatan dapat meningkat sehingga biaya kesehatan yang dikeluarkan jauh lebih hemat dan usia harapan hidup juga bertambah,” ujar Riko.
Ia menambahkan, melalui kegiatan tersebut, para perempuan mampu menyadari kondisi kesehatan mereka sendiri. “Kami berharap kesadaran untuk melakukan pemeriksaan kesehatan dapat menjadi kebiasaan bagi wanita, sehingga secara rutin melakukan deteksi dini khususnya kanker serviks,” katanya.
Selanjutnya, dia berharap kerja sama yang sudah terjalin bisa terus berlanjut. “Kami berharap kegiatan dan kerja sama ini dapat dilakukan secara terus-menerus, baik melalui program pemerintah maupun program swasta lainnya,” ujarnya. ***

>
>
Saat ini belum ada komentar