Ringkasan Berita:
- Wali Kota Eri Cahyadi memimpin Upacara HUT ke-81 Jatim di Balai Kota Surabaya dan menegaskan komitmen keselarasan program dengan Pemprov serta Pemerintah Pusat.
- Surabaya memperkuat posisinya sebagai pintu gerbang logistik kawasan Indonesia Timur lewat dukungan infrastruktur, termasuk penyediaan lahan proyek rel SRRL.
- Kelancaran arus logistik laut dan udara serta kemudahan perizinan diyakini mendongkrak geliat perputaran ekonomi hingga omzet pelaku UMKM Surabaya.
DIAGRAMKOTA.COM— Pemerintah Kota (Pemkot) Surabaya menggelar Upacara Peringatan Hari Ulang Tahun (HUT) ke-81 Provinsi Jawa Timur di Halaman Balai Kota Surabaya, Senin (12/10/2026). Bertindak langsung sebagai inspektur upacara, Wali Kota Surabaya Eri Cahyadi menegaskan kesiapan penuh Kota Pahlawan untuk terus berjalan sevisi dan semisi dengan Pemerintah Provinsi Jawa Timur maupun agenda strategis Pemerintah Pusat.
Mengusung tema besar “Jawa Timur Unggul, Maju Berkelanjutan”, momentum hari jadi ke-81 ini menitikberatkan pada akselerasi mutu sumber daya manusia, penguatan ketahanan ekonomi, dan pembangunan berwawasan kelestarian lingkungan. Dalam prosesi tersebut, Eri membacakan amanat tertulis dari Gubernur Jawa Timur, Khofifah Indar Parawansa, sebelum memaparkan langkah konkret sinergi lintas wilayah.
Sinergi Transportasi Massal: Pemkot Sediakan Lahan Jalur Kereta SRRL
Seusai memimpin upacara, Eri Cahyadi menggarisbawahi bahwa posisi geografis dan geopolitik Kota Surabaya menjadikannya tumpuan konektivitas transportasi modern. Kolaborasi antara Pemkot Surabaya dan Pemprov Jatim diterjemahkan secara nyata melalui percepatan infrastruktur transportasi publik berbasis rel, salah satunya Surabaya Regional Railway Line (SRRL).
Eri menyatakan bahwa pemerintah kota mengambil peran aktif dengan memfasilitasi kebutuhan penyediaan lahan demi menjamin kelancaran megaproyek mobilitas terpadu tersebut.
“Banyak hal yang kita lakukan bersama Jawa Timur, terkait transportasi Surabaya Regional Railway Line (SRRL) di mana kita menyediakan lahan, serta program–program strategis lainnya. Yang pasti, Kota Surabaya harus sevisi dan semisi dengan Pemprov Jawa Timur, serta selaras dengan program Presiden,” ujar Eri Cahyadi.
| Sektor Kolaborasi | Bentuk Dukungan Pemkot Surabaya | Dampak Strategis Wilayah |
|---|---|---|
| Infrastruktur Transportasi | Penyediaan lahan lintasan kereta SRRL | Konektivitas antarmoda cepat kawasan aglomerasi |
| Jalur Hub Logistik | Mitigasi hambatan lalu lintas laut dan udara | Arus barang tanpa hambatan ke Indonesia Timur |
| Ekonomi Kerakyatan | Kemudahan regulasi dan kepastian perizinan | Pertumbuhan perputaran omzet pelaku UMKM kota |
HUT ke-81 Jatim: Pintu Logistik Gerbang Nusantara dan Daya Ungkit UMKM
Predikat Jawa Timur sebagai Gerbang Nusantara memiliki korelasi langsung dengan peran Surabaya sebagai simpul transit rantai pasok. Sebagai pusat pengendali arus kargo jalur laut dan udara menuju kawasan Indonesia bagian timur, Pemkot Surabaya berkomitmen memangkas birokrasi dan hambatan distribusi fisik.
Menurut Eri, jaminan arus logistik yang bebas hambatan akan memberikan efek berantai (*multiplier effect*) terhadap perputaran ekonomi masyarakat lokal, terutama para pelaku Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah (UMKM).
“Kita ini pintunya, gerbangnya. Maka dari itu, Pemkot Surabaya men-support kelancaran arus barang agar tidak ada delay atau keterlambatan, baik dalam pengiriman maupun pengantarannya. Jika lalu lintas logistik lancar dan perizinannya baik, ekonomi bergerak luar biasa dan UMKM Surabaya ikut terangkat,” tegas Eri.
Menutup keterangannya, Eri berharap sinergi kelembagaan antara Pemkot Surabaya dan Pemprov Jatim semakin kokoh dalam merealisasikan program-program kesejahteraan yang dirasakan merata oleh seluruh lapisan warga.
“Harapannya Jawa Timur semakin sukses dan seluruh masyarakat di kabupaten/kota se-Jawa Timur semakin sejahtera,” pungkasnya.





















