DIAGRAMKOTA.COM – Peristiwa kriminal mengejutkan kembali terjadi di Kabupaten Jember, kali ini menimpa Toko Emas Murni yang berlokasi di Jalan Sultan Agung, Kelurahan Kepatihan, Kecamatan Kaliwates. Kejadian tersebut terjadi pada Kamis, 22 Oktober 2026 sekitar pukul 08.00 WIB, dan menyebabkan dua korban luka akibat serangan senjata tajam.
Kedua korban adalah seorang perempuan lanjut usia berinisial LL (sekitar 70 tahun) dan anaknya, A (sekitar 48 tahun), yang merupakan pemilik toko. Keduanya langsung dilarikan ke Rumah Sakit Dr. Soebandi Jember untuk mendapatkan penanganan medis intensif. Kondisi mereka saat ini masih dalam pengawasan tim dokter karena luka cukup dalam di area tubuh tertentu.
Saksi Mata Ungkap Kebocoran Saat Kejadian
Menurut saksi mata, Rudi Sutedjo, suara gaduh tiba-tiba terdengar dari arah toko. Ia langsung bergegas menuju lokasi setelah melihat mobil putih parkir di seberang toko. Saat tiba, ia mendapati dua korban terluka parah—satu di depan pintu toko dan satu lainnya berada di dalam ruangan.
“Saya kira ada keributan, lalu melihat mobil keluar dengan cepat. Tiba-tiba terdengar suara benda jatuh keras. Setelah masuk, saya lihat dua orang sedang berdarah-darah,” ujar Rudi, yang mengenali korban sebagai ibu dan anak.
Ia juga menyebut bahwa salah satu korban, Ayong, memiliki usaha penukaran uang, sehingga toko ini menjadi tempat yang sering dikunjungi masyarakat umum. Hal ini memperbesar kemungkinan pelaku sengaja memilih lokasi tersebut karena potensi aset berharga yang tersimpan di dalamnya.
Aksi Brutal dan Pelarian Cepat
Dari keterangan beberapa pegawai toko, kedua terduga pelaku diduga mengenakan masker hitam dan jaket bertudung. Salah satu dari mereka masuk ke dalam toko membawa senjata tajam, sementara rekannya berjaga di luar sebagai pengawas.
Riska Suciati (41), salah satu karyawan, mengaku berada di dalam toko saat kejadian. Ia tidak melihat secara langsung proses penyerangan karena langsung lari bersama rekan kerja untuk mencari pertolongan.
“Saya hanya tahu ada dua korban. Saya tidak tahu detailnya karena langsung panik dan kabur,” katanya.
Siti Kholifah (51), pegawai lainnya, menyampaikan bahwa salah satu pelaku sempat berkata kepada dirinya: “Aku mau temui bosmu.” Saat itu, ia sedang membersihkan bagian depan toko. Ia pun langsung merasa cemas ketika melihat sesosok orang membawa pisau. Dengan cepat, ia lari bersama rekannya.
“Teman saya bilang, ‘Mbak gowo lading (pisau), ayo mlayu!’” tutur Siti, menirukan ucapan rekan kerjanya yang panik.
Mobil Pelaku Kabur ke Arah Timur
Setelah melakukan penyerangan, pelaku meninggalkan lokasi menggunakan mobil berwarna putih. Mobil tersebut disinyalir merupakan Toyota Yaris dengan nomor polisi G 1217 EG. Namun, hingga saat ini, keaslian pelat nomor tersebut belum dikonfirmasi oleh kepolisian.
Seorang pengemudi ojek daring, Sucahyo, mengaku melihat mobil tersebut melaju kencang di dekat Masjid Jami’ Alun-alun Jember. Ia bahkan menyebut mobil itu nyaris menabrak rombongan anak sekolah yang sedang menyeberang jalan.
“Mobil itu kabur ke arah timur. Saya sempat ingin mengejar, tapi baru sadar setelah beberapa menit bahwa itu mungkin terkait perampokan di toko emas,” ujarnya.
Polisi Percepat Penyelidikan dan Pengejaran
Kanit Pidum Satreskrim Polres Jember, Ipda Andry Yunni Prasetiyo, mengonfirmasi bahwa penyidik sedang memburu para terduga pelaku. “Kasus ini sedang ditangani secara intensif. Kami masih melakukan pengejaran dan mengumpulkan bukti-bukti dari CCTV, saksi, serta hasil olah TKP oleh INAFIS,” ungkapnya melalui telepon.
Hingga saat ini, belum ada informasi resmi mengenai jumlah barang yang dibawa kabur atau total kerugian finansial yang dialami pemilik toko. Namun, kejadian ini kembali menimbulkan kekhawatiran di kalangan masyarakat, terlebih karena Toko Emas Murni pernah menjadi sasaran perampokan pada November 2022.
Catatan Sejarah: Perampokan Serupa pada 2022
Pada 24 November 2022, toko yang sama juga dirampok oleh pelaku yang membawa kabur perhiasan emas seberat sekitar dua kilogram dan uang tunai sekitar Rp19 juta. Polisi akhirnya berhasil menangkap satu tersangka berinisial SY (39 tahun) pada 27 November 2022, serta menyita sekitar 1,5 kilogram perhiasan emas dari tangan pelaku.
Kejadian terbaru ini menandai bahwa lokasi yang sama kembali menjadi target kejahatan, membuat warga dan aparat semakin waspada. Polisi kini fokus menguatkan patroli di wilayah tersebut serta meminta bantuan masyarakat untuk melapor jika melihat aktivitas mencurigakan.




















