Peringati HUT RI, 72 Peserta Ikuti Tenis Meja JUDES Surabaya

Ringkasan Berita:

Surabaya, Jatimmandiri.id — Arena Gedung Yos Sudarso DPRD Kota Surabaya yang sehari-hari dipenuhi riuk dinamika peliputan berita, mendadak berubah menjadi panggung kompetisi olahraga yang meriah.

Kejuaraan Tenis Meja Jurnalis Dewan Kota Surabaya (JUDES) resmi bergulir pada Selasa (4/8/2026) sebagai agenda pembuka dalam memperingati Hari Ulang Tahun (HUT RI) ke-81 Kemerdekaan Republik Indonesia.

Turnamen yang berlangsung selama tiga hari (4–6 Agustus 2026) ini menggalang partisipasi dari lebih 72 peserta. Mulai dari awak media, jajaran Sekretariat DPRD Kota Surabaya, hingga para anggota legislatif.

Anggota DPRD Kota Surabaya, Budi Leksono, yang membuka secara resmi ajang ini menyampaikan apresiasi atas konsistensi Pokja JUDES. Dalam menghidupkan tradisi positif di lingkungan kedewanan.

“Alhamdulillah, ini mengawali kegiatan dalam rangka memperingati HUT Kemerdekaan RI ke-81 di Gedung Yos Sudarso. Di awali dengan tenis meja, kemudian ada mini soccer, lomba foto, pameran, FGD, hingga domino. Kegiatan ini mempererat kebersamaan seluruh penghuni gedung kedewanan,” ujar Budi Leksono.

HUT RI ke-81: Bangun Solidaritas dan Kebugaran Wartawan

Apresiasi senada di utarakan Sekretaris DPRD Kota Surabaya, Musdiq Ali Suhudi, dan Pengurus PWI Jawa Timur, Herry Cox. Menurut mereka, olahraga menjadi sarana efektif membakar kejenuhan serta menjaga stamina jurnalis di tengah padatnya ritme kerja peliputan.

Rincian agenda peringatan HUT ke-81 RI oleh Pokja JUDES (4–21 Agustus 2026):

  • Cabang Olahraga: Turnamen Tenis Meja, Pertandingan Mini Soccer, serta Lomba Domino.

  • Karya & Diskusi Jurnalistik: Lomba Foto Kemerdekaan, Pameran Fotografi, dan Focus Group Discussion (FGD).

  • Pertandingan Ekshibisi: Laga persahabatan tenis meja antara perwakilan jurnalis dengan para anggota DPRD Kota Surabaya.

Fair Play dan Silaturahmi Jadi Poin Utama

Ketua Pelaksana HUT ke-81 RI JUDES, Bambang Hadi Marwanto, bersama Ketua Pokja JUDES Indonesia, Inyong Maulana, menekankan bahwa esensi utama dari kompetisi ini bukanlah sekadar memperebutkan gelar juara, melainkan merawat nilai-nilai persatuan dan fair play.

“Tenis meja ini adalah kick off dari seluruh rangkaian. Yang paling penting, seluruh peserta mengikuti setiap kegiatan dengan sportif dan tetap menjunjung tinggi silaturahmi. Kalah menang, pada akhirnya semua adalah pemenang dalam semangat kebersamaan 17-an,” pungkas Inyong Maulana.

Posting Terkait

Pos Terbaru