Persebaya Surabaya menutup musim BRI Super League 2025/2026, Konsistensi jadi Pekerjaan Rumah
- account_circle Diagram Kota
- calendar_month 2 jam yang lalu
- comment 0 komentar
- print Cetak

info Atur ukuran teks artikel ini untuk mendapatkan pengalaman membaca terbaik.
DIAGRAMKOTA.COM – Persebaya Surabaya menutup musim BRI Super League 2025/2026 dengan posisi keempat klasemen akhir. Tim asal Jawa Timur ini mengumpulkan 58 poin dari 16 kemenangan, 10 hasil imbang, dan delapan kekalahan. Meski finis di empat besar, selisih poin dengan tim papan atas masih cukup jauh. Persija Jakarta yang berada di posisi ketiga mengoleksi 71 poin, sedangkan juara liga Persib Bandung menutup musim dengan 79 poin.
Konsistensi Jadi Masalah Utama
Penyerang Persebaya Surabaya Francisco Rivera mengakui inkonsistensi menjadi masalah utama tim sepanjang kompetisi. Menurut dia, Persebaya kerap tampil baik dalam laga penting, tetapi justru kehilangan poin ketika motivasi tim sedang tinggi. “Ini masalah yang harus diperbaiki bersama-sama pada musim mendatang,” ujar pemain asal Meksiko tersebut.
Pelatih: Hasil Akhir yang Realistis
Pelatih Persebaya Bernardo Tavares menilai capaian finis di posisi keempat merupakan hasil realistis melihat performa tim yang belum konsisten sepanjang musim. Pelatih asal Portugal yang bergabung pada Januari 2026 menggantikan Eduardo Perez itu menyebut hasil akhir musim ini sebagai “happy ending”. “Ini happy ending, hasil akhir yang realistis menurut saya,” kata Tavares dalam konferensi pers seusai pertandingan pada Sabtu malam, 23 Mei 2026.
Menurut dia, performa Persebaya menunjukkan tren membaik menjelang akhir musim. Dalam enam pertandingan terakhir, Bruno Moreira dan rekan-rekannya tidak kebobolan. Tavares berharap Persebaya mampu tampil lebih baik pada musim depan dan bersaing dalam perebutan gelar juara. “Persebaya sebenarnya sudah punya modal menjadi juara. Tim ini punya stadion bagus, suporter fanatik, dan semangat juang,” ujar dia.
Tantangan untuk Musim Depan
Namun, Tavares belum mau berbicara banyak soal rencana perombakan skuad maupun anggaran belanja pemain untuk musim 2026/2027. Ia bahkan menanggapinya dengan nada bercanda. “Kalau saya inginnya ya membeli Neymar, Ronaldo dan Messi,” kata dia.
Pengamat sepak bola Rojil Nugroho menilai Persebaya masih terlalu sering melakukan bongkar pasang skuad sepanjang musim. Ia menyebut klub perlu membenahi tiga aspek utama bila ingin menjadi kandidat juara musim depan. Menurut dosen Universitas Negeri Surabaya (Unesa) itu, masalah pertama adalah konsistensi permainan. Selain itu, Persebaya dinilai membutuhkan tambahan pemain di lini tengah dan belakang yang memiliki kemampuan membaca permainan serta kuat dalam perebutan bola. “Ketiga, Persebaya butuh striker murni yang haus gol,” kata Rojil.
Harapan untuk Gelar Juara
Mantan manajer Persebaya Saleh Ismail Mukadar berharap klub mampu meraih gelar juara pada 2027, bertepatan dengan peringatan satu abad usia Persebaya. Menurut dia, puasa gelar selama 22 tahun terlalu lama bagi klub sebesar Persebaya. Persebaya terakhir kali menjuarai Liga Indonesia pada 2004 saat ditangani pelatih Jacksen F. Tiago. Namun, Saleh menilai sepak bola Indonesia masih dipengaruhi faktor-faktor nonteknis yang perlu dibenahi bila kompetisi ingin berkembang lebih sehat. “Meski teknisnya dipersiapkan bagus, tapi kalau tidak memahami faktor-faktor nonteknisnya, saya rasa tetap susah. Kalau sepak bola kita mau maju, federasi harus berani mengikis faktor-faktor nonteknis itu,” kata Saleh.
Langkah Strategis untuk Masa Depan
Persebaya Surabaya memiliki potensi besar untuk menjadi salah satu klub terkuat di Indonesia. Dengan dukungan suporter fanatik, fasilitas yang memadai, dan komitmen pengelola, klub ini bisa menjadi pesaing serius dalam kompetisi nasional. Untuk mencapai target tersebut, diperlukan strategi jangka panjang yang melibatkan pembinaan pemain muda, pengelolaan keuangan yang lebih baik, serta konsistensi dalam kompetisi.
Dengan langkah-langkah yang tepat, Persebaya Surabaya dapat kembali meraih gelar juara dan memberikan prestasi yang membanggakan bagi para pendukungnya.***

>
>

Saat ini belum ada komentar