Sinergi Kementerian Imigrasi dan PWI Jawa Timur dalam Meningkatkan Kompetensi ASN Digital
- account_circle Diagram Kota
- calendar_month Jumat, 6 Mar 2026
- comment 0 komentar
- print Cetak

info Atur ukuran teks artikel ini untuk mendapatkan pengalaman membaca terbaik.
DIAGRAMKOTA.COM – Kantor Imigrasi Kelas I Khusus TPI Surabaya kembali menunjukkan komitmennya dalam memperkuat kapasitas aparatur sipil negara (ASN) melalui berbagai inisiatif. Salah satu kegiatan terbaru yang digelar adalah pelatihan bertajuk “ASN Tanggap Digital: Mengelola Isu Viral Secara Profesional”. Acara ini diadakan pada Kamis, 5 Maret 2026, di Aula Kantor Imigrasi Kelas I Khusus TPI Surabaya. Pelatihan ini dilakukan bekerja sama dengan Persatuan Wartawan Indonesia (PWI) Jawa Timur, sebagai bagian dari upaya meningkatkan kemampuan ASN dalam menghadapi tantangan digital.
Tujuan Utama Pelatihan
Tujuan utama dari pelatihan ini adalah untuk membekali para pegawai pemerintah dengan pengetahuan dan keterampilan dalam mengelola isu viral secara profesional. Dalam era digital saat ini, informasi bisa menyebar dengan cepat, dan kesalahan dalam menyampaikan informasi dapat berdampak besar. Oleh karena itu, penting bagi ASN untuk mampu memahami dinamika media sosial dan cara merespons isu yang muncul secara efektif dan tepat.
Pelatihan ini juga bertujuan untuk meningkatkan kerja sama antara lembaga pemerintah dan media massa. Dengan adanya kolaborasi ini, diharapkan akan tercipta hubungan yang lebih baik antara instansi pemerintah dan masyarakat, terutama dalam hal penyampaian informasi resmi.
Materi yang Disampaikan
Selama pelatihan, peserta diberikan berbagai materi yang relevan dengan topik yang dibahas. Antara lain, pengelolaan isu viral, cara mengidentifikasi hoaks, serta strategi komunikasi yang efektif dalam situasi krisis. Materi disampaikan oleh narasumber yang memiliki latar belakang profesional dalam bidang komunikasi dan media.
Salah satu narasumber yang hadir adalah Ibu Novia Herawati, yang merupakan perwakilan dari Kantor Imigrasi Kelas I Khusus TPI Surabaya. Ia menyampaikan bahwa pelatihan ini sangat penting karena memberikan wawasan baru tentang bagaimana menghadapi informasi yang tidak jelas sumbernya.
“Kita harus selalu waspada terhadap informasi yang beredar. Terlebih di masa sekarang, banyak isu yang bisa menyebar dengan cepat dan tanpa verifikasi,” ujarnya.
Peran PWI Jawa Timur
PWI Jawa Timur turut berkontribusi dalam penyelenggaraan acara ini. Sebagai organisasi yang mewakili para jurnalis, PWI memiliki peran penting dalam menjembatani komunikasi antara pemerintah dan masyarakat. Dengan partisipasi PWI, diharapkan pelatihan ini bisa menjadi langkah awal dalam membangun hubungan yang lebih harmonis antara lembaga pemerintah dan media.
Ketua PWI Jawa Timur, Bapak ARM, menyampaikan apresiasi atas kerja sama yang terjalin. Menurutnya, kolaborasi seperti ini sangat penting dalam menciptakan lingkungan informasi yang sehat dan akurat.
“Kami berharap, melalui pelatihan ini, para ASN bisa lebih tanggap dan mampu memberikan informasi yang benar kepada masyarakat,” katanya.
Dampak Jangka Panjang
Dari segi dampak jangka panjang, pelatihan ini diharapkan mampu meningkatkan kualitas pelayanan publik. Dengan ASN yang lebih mahir dalam mengelola isu digital, pemerintah dapat lebih efektif dalam menyampaikan informasi resmi dan menghindari misinformasi yang bisa merugikan masyarakat.
Selain itu, pelatihan ini juga menjadi langkah awal dalam membangun budaya kerja yang lebih modern dan adaptif terhadap perubahan teknologi. Dengan demikian, Kantor Imigrasi Kelas I Khusus TPI Surabaya bisa menjadi contoh dalam penerapan inovasi di sektor pemerintahan.***

>

Saat ini belum ada komentar