Wisata Religi di Surabaya: Solusi Ekonomi dan Spiritual yang Inovatif
- account_circle Diagram Kota
- calendar_month Rabu, 6 Mei 2026
- comment 0 komentar
- print Cetak

info Atur ukuran teks artikel ini untuk mendapatkan pengalaman membaca terbaik.
DIAGRAMKOTA.COM – Wisata religi kini menjadi salah satu bentuk alternatif yang mampu mengakomodasi kebutuhan spiritual sekaligus memberikan dampak ekonomi positif bagi masyarakat. Di tengah kondisi perekonomian yang membebani, kota Surabaya menawarkan konsep wisata religi yang unik dan berkelanjutan. Salah satu contohnya adalah kawasan Ampel, yang dikenal sebagai tempat ziarah dengan nuansa spiritual yang kuat.
Konsep Wisata Halal yang Berbeda
Wisata halal bukan hanya sekadar label. Ini adalah cara untuk menyediakan akses ibadah yang lebih terjangkau dan inklusif bagi semua kalangan. Di Ampel, pengunjung bisa merasakan pengalaman spiritual yang mirip dengan umroh tanpa harus mengeluarkan biaya yang sangat besar. Dengan harga parkir motor hanya Rp20 ribu, pengunjung bisa menjalankan sholat berjamaah di masjid yang sudah berusia ratusan tahun, serta melakukan ziarah ke makam para wali.
“Wisata halal bukan tren. Dia jawaban untuk kondisi ekonomi umat hari ini,” ujar Ustadz Fahmi, pengasuh majelis di Ampel. Ia menekankan bahwa konsep ini tidak hanya tentang kebersihan dan kesucian, tetapi juga bagaimana masyarakat bisa merasakan manfaat langsung dari aktivitas wisata tersebut.
Manfaat Ekonomi yang Nyata
Selain memberikan pengalaman spiritual, kawasan Ampel juga menjadi sumber pendapatan bagi pelaku UMKM lokal. Pengunjung yang datang tidak hanya berziarah, tetapi juga membeli produk-produk lokal seperti kurma, peci, sarung, atau nasi kebuli. Uang yang dikeluarkan oleh pengunjung akan kembali menggerakkan perekonomian masyarakat setempat.
Dibandingkan dengan biaya umroh yang mencapai puluhan juta rupiah, pengeluaran di Ampel terasa lebih ringan dan efektif. Misalnya, Rp100 ribu yang dikeluarkan di Ampel bisa memberikan dampak ekonomi yang lebih besar dibandingkan dengan Rp100 juta yang dialirkan ke luar negeri.
Kombinasi Ibadah, Ilmu, dan Ekonomi
Ampel tidak hanya menjadi destinasi ziarah, tetapi juga pusat pembelajaran agama. Di sini, pengunjung bisa mengikuti berbagai majelis ilmu gratis yang membahas topik mulai dari fikih hingga sejarah Wali Songo. Hal ini menjadikan Ampel sebagai tempat yang tidak hanya sakral, tetapi juga edukatif.
Selain itu, kegiatan tahlil malam Jumat dan sholat berjamaah di masjid tua juga menjadi bagian dari tradisi yang terus dilestarikan. Keberadaan kawasan ini menunjukkan bahwa spiritualitas dan ekonomi bisa saling mendukung, bukan saling bertentangan.
Peran Pemerintah dalam Mendukung Wisata Religi
Pemerintah Kota Surabaya juga telah mengambil langkah-langkah untuk mendukung pertumbuhan wisata religi. Dalam beberapa tahun terakhir, banyak program yang diluncurkan untuk meningkatkan kualitas infrastruktur dan memperluas akses masyarakat terhadap destinasi-religi. Contohnya adalah peluncuran aplikasi Belanja Si-Boyo yang bertujuan untuk memudahkan masyarakat dalam berbelanja produk lokal.
Selain itu, pemerintah juga gencar mempromosikan kawasan Ampel sebagai destinasi wisata yang unik dan berbeda. Dengan adanya bazar UMKM dan berbagai acara budaya, kawasan ini semakin diminati oleh masyarakat luas.
Tantangan dan Peluang Masa Depan
Meskipun memiliki potensi besar, wisata religi di Ampel masih menghadapi tantangan, seperti keterbatasan infrastruktur dan kurangnya promosi yang maksimal. Namun, dengan kolaborasi antara pemerintah, masyarakat, dan pelaku usaha, kawasan ini bisa menjadi contoh sukses dalam menggabungkan spiritualitas dan ekonomi.***
- Penulis: Diagram Kota

>
>

Saat ini belum ada komentar