Masalah Sampah TPS Pasar Genteng, Warga Mengadu ke DPRD Surabaya Saat Reses Aldy Blaviandy
- account_circle Diagram Kota
- calendar_month 50 menit yang lalu
- comment 0 komentar
- print Cetak

Anggota Komisi A DPRD Surabaya, Aldy Blaviandy saat reses di Genteng Candirejo (dk)
info Atur ukuran teks artikel ini untuk mendapatkan pengalaman membaca terbaik.
Warga Keluhkan Bau Menyengat hingga Air Lindi Mengalir ke Jalan
DIAGRAMKOTA.COM — Warga sekitar TPS Pasar Genteng menyampaikan keluhan terkait kondisi tumpukan sampah yang kerap overload saat agenda reses anggota Komisi A DPRD Surabaya, Aldy Blaviandy, di Genteng Candirejo, wilayah Kecamatan Genteng. Selain menimbulkan bau menyengat, warga juga mengeluhkan air lindi sampah yang mengalir hingga ke jalan kampung saat hujan turun.
Pantauan di lokasi menunjukkan sejumlah kontainer sampah penuh, dan belum ketika hujan turun. Kondisi tersebut disebut sudah berlangsung cukup lama dan semakin parah ketika pengangkutan sampah terlambat dilakukan.
“Kalau hujan, air sampah mengalir sampai ke jalan dan baunya sangat menyengat,” ungkap salah satu warga saat menyampaikan aspirasi dalam reses.
Aldy Blaviandy Dorong Solusi Penanganan TPS Pasar Genteng
Menanggapi keluhan warga, Aldy Blaviandy yang juga Ketua Fraksi Partai Golkar DPRD Surabaya ini, menilai penanganan TPS tidak cukup hanya dengan membersihkan sampah yang tumpah maupun membangun dinding pembatas.
“Perlu solusi menyeluruh agar persoalan overload sampah tidak terus berulang,” ujarnya.
Salah satu solusi yang didorong yakni optimalisasi jadwal pengangkutan sampah agar tidak terjadi penumpukan berlebihan di TPS Pasar Genteng.
“Selain itu, adanya sistem drainase khusus air lindi agar cairan sampah tidak mengalir ke jalan dan permukiman warga saat hujan turun,” imbuhnya.
Pengelolaan dan Pengawasan TPS Dinilai Perlu Diperkuat
Aldy turut menyoroti pentingnya pengawasan pengelolaan TPS, termasuk penataan titik bongkar sampah dan kapasitas kontainer yang dinilai sudah tidak memadai.
“Penambahan armada pengangkut maupun penyesuaian ritase pengangkutan perlu dipertimbangkan agar sampah tidak menumpuk terlalu lama,” tegasnya.
Ia juga menilai perlunya edukasi pemilahan sampah dari pasar maupun warga sekitar untuk mengurangi penumpukan sampah organik yang menjadi sumber utama bau menyengat.
Warga Berharap Ada Penanganan Konkret
Warga berharap keluhan yang disampaikan saat reses dapat segera ditindaklanjuti Pemerintah Kota Surabaya. Sebab, kondisi TPS yang overload dinilai mengganggu kenyamanan lingkungan dan berpotensi menimbulkan persoalan kesehatan.
“Harapannya ada solusi nyata supaya kampung tidak terus terkena bau sampah,” ujar warga.***

>
>
