Peristiwa TNI AL dan Ambulans di Surabaya: Konflik yang Berujung Permintaan Maaf
- account_circle Diagram Kota
- calendar_month 7 jam yang lalu
- comment 0 komentar
- print Cetak

(@ydsfambulancecentre)
info Atur ukuran teks artikel ini untuk mendapatkan pengalaman membaca terbaik.
DIAGRAMKOTA.COM – Peristiwa yang menarik perhatian publik terjadi di Kota Surabaya, Jawa Timur. Seorang anggota TNI Angkatan Laut (AL) diduga melanggar aturan lalu lintas dan menghalangi laju ambulans. Kejadian ini akhirnya berujung pada permintaan maaf dari pihak yang bersangkutan setelah video kejadian tersebut viral di media sosial.
Kondisi Awal Saat Kejadian
Dalam video yang beredar, terlihat sebuah ambulans sedang melaju sambil membunyikan sirene. Tujuan ambulans tersebut adalah untuk menjemput pasien yang akan dirujuk ke rumah sakit. Namun, perjalanan ambulans terhambat oleh sejumlah pengendara sepeda motor yang diduga melanggar aturan lalu lintas. Situasi memanas ketika seorang pria dengan helm biru dan membonceng seorang perempuan tidak terima saat ambulans melintas di depannya. Ia terlihat emosi dan terlibat cekcok dengan pengemudi ambulans.
Keterlibatan Pihak TNI AL
Kejadian ini menimbulkan reaksi dari warganet, sehingga video tersebut menjadi sorotan. Beberapa hari setelah kejadian viral, akun @ydsf_ambulance_center mengunggah klarifikasi yang menampilkan seorang anggota TNI AL menyampaikan permintaan maaf. Dalam unggahan tersebut, Kopka Sujarwo menyampaikan permohonan maaf kepada pihak YDSF driver ambulans atas nama Varhan. Ia juga menyatakan bahwa dirinya tidak akan mengulangi pelanggaran tersebut.
Penjelasan dari Koordinator Ambulans
Koordinator ambulans Yayasan Dana Sosial Al-Falah (YDSF), Sodik, menjelaskan bahwa peristiwa tersebut terjadi di Jalan Bengawan, Wonokromo, Surabaya, pada Senin, 27 April 2026. Ia menyebutkan bahwa tim ambulans ingin menjemput pasien di Rumah Sakit William Booth dan kemudian merujuk ke RSUD Soetomo. Saat itu, beberapa pengendara melawan arus, namun hanya satu orang yang terlibat langsung dalam ketegangan dengan petugas ambulans.
Sodik juga mengungkapkan bahwa setelah kejadian, orang tersebut masih marah dan sempat berkata kotor. Meski terjadi keterlambatan sekitar 10 menit, tim ambulans tetap melanjutkan tugas dan berhasil mengantarkan pasien ke tujuan.
Tindakan Lanjutan dan Penyelesaian Masalah
Beberapa hari setelah kejadian, pihak terkait datang untuk menyampaikan permintaan maaf secara langsung. Sodik menjelaskan bahwa Rabu (29 April 2026) kemarin, ada anggota yang ke sini. Intinya menyampaikan permohonan maaf dan juga yang bersangkutan mau ke sini, bersama pimpinannya juga. Setelah datang ke sini, mereka melakukan diskusi dan saling menjelaskan kejadian. Bapak Sujarwo juga mengakui kesalahannya. Untuk permasalahan sudah clear, sudah selesai.
Tanggapan Masyarakat dan Rekomendasi
Peristiwa ini menunjukkan pentingnya kesadaran masyarakat terhadap aturan lalu lintas, terutama bagi para petugas yang bertugas di lapangan. Selain itu, pentingnya komunikasi yang baik antara pengemudi kendaraan dan petugas darurat seperti ambulans. Dengan adanya permintaan maaf dari pihak TNI AL, diharapkan dapat menjadi pembelajaran bagi semua pihak agar lebih waspada dan menjaga keselamatan dalam berkendara.***

>

Saat ini belum ada komentar