DPRD Jatim Dorong Pemprov dan Pemkot Kelola Aset, Persoalan Jalan Pandugo Surabaya
- account_circle Diagram Kota
- calendar_month 3 jam yang lalu
- comment 0 komentar
- print Cetak

DPRD Provinsi Jawa Timur
info Atur ukuran teks artikel ini untuk mendapatkan pengalaman membaca terbaik.
DIAGRAMKOTA.COM – Jalan Raya Pandugo di Surabaya kembali menjadi perhatian setelah mengakibatkan kecelakaan lalu lintas yang menewaskan beberapa korban. Masalah ini tidak hanya menjadi isu lokal, tetapi juga menunjukkan adanya kesenjangan dalam koordinasi antara pemerintah provinsi dan kota.
Keberadaan Aset yang Tidak Terselesaikan
Salah satu penyebab utama dari kondisi jalan sempit adalah status aset lahan yang belum terselesaikan. Sebidang tanah seluas 10 x 50 meter yang berada di jalur pelebaran jalan dinilai menjadi titik krusial yang masih terkendala. Warga sekitar mengeluhkan lambannya penyelesaian masalah ini, karena tarik ulur antara Pemprov Jawa Timur dan Pemkot Surabaya.
Kecelakaan yang Mengorbankan Jiwa
Kondisi jalan yang sempit telah menyebabkan tiga korban jiwa akibat kecelakaan di lokasi tersebut. Anggota Komisi A DPRD Jatim, Freddy Poernomo, menegaskan bahwa masalah ini tidak boleh dibiarkan berlarut-larut. Ia menilai bahwa keselamatan masyarakat harus menjadi prioritas utama, bukan sekadar urusan administratif.
Penyebab Utama Kecelakaan
Kecelakaan yang terjadi di Jalan Pandugo disebabkan oleh kombinasi faktor seperti kepadatan lalu lintas, kondisi jalan yang sempit, serta kurangnya pengaturan lalu lintas yang efektif. Selain itu, kurangnya infrastruktur pendukung seperti lampu lalu lintas dan marka jalan yang jelas juga turut berkontribusi pada tingginya risiko kecelakaan.
Peran Lembaga Masyarakat dan Komisi DPRD
Lembaga Masyarakat Kelurahan (LPMK) Medokan Ayu, yang diwakili oleh Rudi Yudianto, menyampaikan keluhan warga tentang ketidakpuasan terhadap penyelesaian masalah ini. Mereka meminta kedua pihak, Pemprov dan Pemkot, untuk segera melepas lahan tersebut agar pelebaran jalan bisa dilakukan.
Solusi yang Diharapkan
Komisi A DPRD Jatim menyarankan pembentukan tim khusus untuk mempercepat penyelesaian masalah. Ketua Komisi A, Dedi Irwansyah, menekankan pentingnya data yang kuat sebagai dasar dalam mencari solusi. Selain itu, anggota komisi lainnya, Yordan M Batara Goa, menilai perlu adanya penyesuaian tata ruang agar tidak mengganggu kepentingan umum.
Pentingnya Sinergi Pemerintah Provinsi dan Kota
Sinergi antara pemerintah provinsi dan kota menjadi kunci dalam menyelesaikan masalah ini. Pemprov Jawa Timur harus bersinergi dengan Pemkot Surabaya untuk mencari solusi yang efektif dan berkelanjutan. Hal ini tidak hanya akan meningkatkan keselamatan pengguna jalan, tetapi juga memberikan kenyamanan bagi masyarakat sekitar.
Tantangan dalam Penyelesaian Masalah
Beberapa tantangan dalam penyelesaian masalah ini termasuk kompleksitas hukum terkait kepemilikan aset, kurangnya koordinasi antara lembaga pemerintahan, dan tekanan dari berbagai pihak yang memiliki kepentingan. Namun, semua ini harus diatasi demi kepentingan publik.
Langkah Konkret yang Diperlukan
Untuk mengatasi masalah ini, diperlukan langkah-langkah konkret seperti:
- Pelepasan aset yang menjadi hambatan dalam pelebaran jalan.
- Penyesuaian tata ruang agar tidak mengganggu kepentingan umum.
- Peningkatan pengawasan dan pengelolaan lalu lintas di area tersebut.
- Koordinasi yang lebih baik antara Pemprov dan Pemkot Surabaya.
Masalah Jalan Pandugo Surabaya tidak bisa dibiarkan berlarut-larut. Ini adalah isu yang berkaitan langsung dengan keselamatan masyarakat dan kebutuhan infrastruktur yang layak. Dengan kolaborasi yang baik antara berbagai pihak, diharapkan dapat segera ditemukan solusi yang efektif dan berkelanjutan.***

>
>
Saat ini belum ada komentar