Hari Perempuan Sedunia, Peran dalam Pembangunan Daerah: Kebijakan dan Tantangan di Jawa Timur
- account_circle Diagram Kota
- calendar_month 17 jam yang lalu
- comment 0 komentar
- print Cetak

info Atur ukuran teks artikel ini untuk mendapatkan pengalaman membaca terbaik.
DIAGRAMKOTA.COM – Perempuan memainkan peran penting dalam pembangunan daerah, baik sebagai pelaku maupun penerima manfaat. Di Jawa Timur, Gubernur Khofifah Indar Parawansa menekankan pentingnya penguatan perlindungan dan pemberdayaan perempuan, terutama dalam konteks Hari Perempuan Internasional yang jatuh setiap 8 Maret. Dalam pidatonya, ia menyampaikan bahwa jumlah penduduk Jawa Timur mencapai sekitar 42,2 juta jiwa dengan rasio perempuan sebesar 50,15 persen atau sekitar 21,1 juta jiwa. Angka ini menunjukkan potensi besar perempuan dalam berbagai sektor kehidupan.
Indikator Pembangunan Gender yang Menunjukkan Kemajuan
Indeks Pembangunan Gender (IPG) Jawa Timur pada tahun 2024 tercatat sebesar 92,19, yang lebih tinggi dari rata-rata nasional sebesar 91,85. Hal ini menunjukkan bahwa Jawa Timur telah mencapai tingkat pembangunan gender yang relatif baik dibandingkan provinsi lain di Indonesia. Selain itu, Indeks Ketimpangan Gender (IKG) juga mengalami penurunan signifikan, dari 0,423 pada tahun 2023 menjadi 0,347 pada tahun 2024. Angka ini berada di bawah rata-rata IKG nasional sebesar 0,421, sehingga menempatkan Jawa Timur sebagai salah satu provinsi dengan ketimpangan gender terendah di Indonesia.
Partisipasi Perempuan dalam Berbagai Sektor
Keterwakilan perempuan di lembaga legislatif Jawa Timur saat ini mencapai sekitar 20 persen, sedangkan partisipasi perempuan dalam angkatan kerja tercatat sebesar 60,64 persen. Angka-angka ini menunjukkan bahwa perempuan semakin aktif dalam berbagai aspek kehidupan, termasuk politik dan ekonomi. Namun, meskipun ada kemajuan, masih banyak tantangan yang harus dihadapi, seperti kasus kekerasan terhadap perempuan dan anak, pernikahan dini, serta masalah stunting.
Langkah Pemerintah Provinsi Jawa Timur
Pemerintah Provinsi Jawa Timur terus memperkuat kebijakan perlindungan perempuan melalui penguatan Unit Pelaksana Teknis Daerah Perlindungan Perempuan dan Anak (UPTD PPA) serta Pusat Pembelajaran Keluarga (PUSPAGA) di berbagai daerah. Langkah-langkah ini bertujuan untuk memastikan perempuan memperoleh perlindungan, dukungan, serta kesempatan yang setara dalam berbagai aspek kehidupan.
Momentum Hari Perempuan Internasional
Peringatan Hari Perempuan Internasional yang jatuh setiap 8 Maret merupakan momentum global untuk menyoroti perjuangan perempuan dan pentingnya kesetaraan gender. Tema Hari Perempuan Internasional 2026 adalah “Rights. Justice. Action. For All Women and Girls.” Ini menjadi pengingat bahwa kita semua memiliki tanggung jawab untuk memastikan perempuan dan anak mendapatkan hak, perlindungan, kesempatan, dan ruang yang adil dalam pembangunan.
Peran Perempuan dalam Pembangunan Bangsa
Menurut Sekretaris Jenderal Perserikatan Bangsa-Bangsa (PBB) António Guterres, hingga saat ini perempuan di dunia baru menikmati sekitar 64 persen dari hak hukum yang dimiliki laki-laki. Momentum Hari Perempuan Internasional harus menjadi pengingat bahwa perempuan adalah pilar penting dalam keluarga, masyarakat, dan pembangunan bangsa. Ketika perempuan maju dan berdaya, maka bangsa ini juga akan semakin kuat.***

>
>
>

Saat ini belum ada komentar