Penguatan Pendidikan sebagai Fondasi Pembangunan Sumber Daya Manusia Digital
- account_circle Diagram Kota
- calendar_month Rabu, 21 Jan 2026
- comment 0 komentar
- print Cetak

info Atur ukuran teks artikel ini untuk mendapatkan pengalaman membaca terbaik.
DIAGRAMKOTA.COM – Gubernur Jawa Timur, Khofifah Indar Parawansa, menegaskan komitmen pemerintah provinsi untuk menjadikan Jawa Timur sebagai lumbung talenta digital nasional. Langkah ini dilakukan melalui penguatan sektor pendidikan sebagai fondasi utama pembangunan sumber daya manusia. Kesiapan ini ditunjukkan dengan diadakannya Sosialisasi Program Pengelolaan Talenta Digital Nasional yang diikuti oleh 2.600 tenaga pendidik secara hybrid di Kantor Dinas Pendidikan Provinsi Jawa Timur Surabaya.
Peserta sosialisasi terdiri dari 190 peserta luring yang hadir langsung di Dinas Pendidikan Prov Jatim dan 2.410 peserta daring dari masing-masing satuan unit pendidikan. Gubernur Khofifah menekankan bahwa Jawa Timur memiliki modal strategis untuk berkontribusi dalam agenda pembangunan nasional, khususnya dalam penguatan talenta digital. Dengan jumlah penduduk yang besar, keragaman satuan pendidikan, serta dukungan ekosistem industri dan ekonomi kreatif yang terus berkembang, Jawa Timur dinilai memiliki kapasitas kuat untuk menjadi episentrum lahirnya talenta digital unggul.
Transformasi Digital yang Menuntut Perubahan Paradigma
Percepatan transformasi digital menuntut perubahan paradigma dalam pembangunan. Pendidikan dan pengelolaan sumber daya manusia tidak lagi dapat diposisikan sebagai sektor pendukung, melainkan harus ditempatkan sebagai instrumen utama transformasi bangsa. Arahan Presiden Republik Indonesia Prabowo Subianto menekankan bahwa kekuatan bangsa ke depan sangat ditentukan oleh kualitas manusia yang menguasai ilmu pengetahuan dan teknologi, sekaligus memiliki karakter kebangsaan yang kuat.
Program Pengelolaan Talenta Digital Nasional menjadi langkah strategis negara. Program ini tidak hanya berorientasi pada pelatihan teknis, tetapi juga menjadi bagian dari arsitektur kebijakan jangka panjang untuk membangun ekosistem talenta digital yang berkelanjutan dan inklusif, mulai dari pendidikan dasar hingga dunia kerja. Program ini juga menjadi jawaban atas tantangan disrupsi teknologi, kecerdasan artifisial, serta ekonomi berbasis pengetahuan yang kian berkembang.
Peningkatan Kapasitas Pendidik sebagai Aktor Kunci Transformasi
Pengembangan talenta digital diarahkan untuk membekali generasi muda agar mampu bersaing dalam dunia yang semakin kompetitif dan terdigitalisasi. Penguatan kapasitas pendidik sebagai aktor kunci transformasi pendidikan menjadi fokus utama. Pendidikan harus mampu menyiapkan pelajar yang siap kerja, adaptif, dan relevan dengan kebutuhan industri.
Sebagai bagian dari penguatan di tingkat daerah, Pemerintah Provinsi Jawa Timur mendorong transformasi pendidikan agar tidak lagi berfokus pada hafalan dan capaian kognitif semata. Pendidikan diarahkan pada penguatan pembelajaran mendalam (deep learning) yang menumbuhkan kemampuan bernalar kritis, pemecahan masalah, kreativitas, kolaborasi, serta literasi digital sebagai fondasi utama pengembangan talenta digital masa depan.
Pendidikan sebagai Proses yang Memberikan Dampak Nyata
Gubernur Khofifah menegaskan bahwa pendidikan harus dimaknai sebagai proses yang memberikan dampak nyata bagi kehidupan. Pendidikan tidak hanya memastikan proses belajar berlangsung, tetapi juga harus mampu membuka harapan, menguatkan karakter, serta meningkatkan kualitas hidup. Pendidikan yang berdampak inilah yang akan melahirkan talenta digital yang unggul, adaptif, dan siap berkontribusi bagi pembangunan nasional.
Talenta digital yang disiapkan tidak hanya dituntut unggul secara teknis, tetapi juga beretika dan berkarakter Pancasila. Indonesia membutuhkan insan pembelajar sepanjang hayat yang memiliki integritas, tanggung jawab sosial, serta komitmen kebangsaan. Sinergi lintas sektor antara pemerintah pusat dan daerah, dunia pendidikan, dunia usaha dan industri, serta ekosistem inovasi menjadi penting dalam mewujudkan visi ini.
Peran Strategis Pendidik dalam Membentuk Masa Depan Bangsa
Gubernur Khofifah menekankan peran strategis pendidik, kepala sekolah, guru, dan tenaga kependidikan sebagai arsitek masa depan bangsa. Keberhasilan Program Pengelolaan Talenta Digital Nasional sangat ditentukan oleh tumbuhnya komunitas belajar yang kolaboratif, adaptif, dan berorientasi pada peningkatan mutu pendidikan. Melalui sosialisasi ini, ia mengajak seluruh pemangku kepentingan untuk menjadikan pengelolaan talenta digital sebagai gerakan bersama.***

>

Saat ini belum ada komentar