Pemkot Surabaya Gencar Sosialisasi Pengawasan Penggunaan Gawai untuk Anak Sekolah, Wali Murid SDN Dr Sutomo V Merasa Terbantu
- account_circle Diagram Kota
- calendar_month Jumat, 23 Jan 2026
- comment 0 komentar
- print Cetak

Sosialisasi Pengawasan Penggunaan Gawai untuk Anak Sekolah di SDN Dr Sutomo V Surabaya, Jumat (23/01/2026)(dk)
info Atur ukuran teks artikel ini untuk mendapatkan pengalaman membaca terbaik.
DIAGRAMKOTA.COM – Pemerintah Kota Surabaya terus memperkuat upaya dalam melindungi anak-anak dari dampak negatif penggunaan gawai. Kebijakan Pemkot Surabaya ini diambil setelah adanya kejadian serupa yang pernah terjadi, seperti pengeboman oleh seorang siswa SMA di Jakarta tahun lalu. Dengan langkah ini, pihak berwenang ingin memastikan hal serupa tidak terulang di Kota Pahlawan.
Kepala Dinas Pendidikan (Dispendik) Kota Surabaya, Febrina Kusumawati, saat melakukan sosialisasi di SMP Negeri 44 Surabaya. Ia menekankan pentingnya keterlibatan orang tua dan guru dalam mengawasi penggunaan gawai oleh anak-anak. Menurutnya, teknologi tidak boleh dihindari, tetapi penggunaannya harus dilakukan dengan cara yang sehat dan terarah.
“Pak Wali (Eri Cahyadi) juga sudah mengimbau, ayo kita selamatkan anak-anak Surabaya dari penggunaan gawai. Boleh (menggunakan gawai) teknologi tidak boleh dihindari, tapi untuk sehat penggunaan, pemakaian dan pengawasan itu harus dilakukan oleh orang tua, kita, dan bapak ini guru di sekolah,” ujar Febri.
Pentingnya Peran Orang Tua dalam Pengawasan Digital
Selain itu, Febrina, yang juga merupakan salah satu pelaku sosialisasi, mengajak orang tua menjadi sahabat bagi anak agar mereka lebih terbuka dalam berbagi aktivitas digital. Para orang tua diberi bekal pengetahuan mengenai situs, aplikasi, gambar, dan simbol yang dilarang diakses anak.
“Jadi, misal ketika orang tua mengecek HP anaknya, kemudian menemukan gambar-gambar (terlarang) itu seenggaknya orang tua mengenali dan waspada. Kalau misal HP anaknya di-password, kami ajarkan bagaimana cara berkomunikasinya, karena privasi anak dengan orang tua itu harus tahu dan berdampingan agar anak terbuka,” jelas Febrina.
Kolaborasi antara Pemkot Surabaya, Sekolah, dan Orang Tua
Febrina menegaskan bahwa kebijakan pembatasan gawai akan efektif jika ada kolaborasi antara pemkot, sekolah, dan orang tua. Ia menilai bahwa kota harus kompak dan sepakat dalam menjalankan kebijakan ini.
“Kota harus kompak, harus sepakat, kita harus klik antara pendidik dan orang tua harus sama-sama selaras,” ujarnya.
Tanggapan Positif dari Wali Murid
Di tempat yang berbeda, Salah satu wali murid SDN Dr Sutomo V, Maria, mengaku terbantu dengan sosialisasi ini. Ia menilai bahwa orang tua perlu mengetahui fungsi media sosial dan aplikasi yang digunakan anak-anak.
“Selama ini jujur kami sebagai orang tua sering kecolongan. Anak pegang HP, kita pikir aman, padahal kita tidak tahu mereka akses apa saja. Setelah ikut sosialisasi ini, saya jadi lebih sadar kalau pengawasan itu bukan soal melarang, tapi mendampingi. Orang tua juga harus melek teknologi, bukan cuma anaknya,” ujar Maria, Jum’at (23/01/2025).
Wali murid lainnya menambahkan, sosialisasi tersebut membuatnya lebih waspada dalam memantau aktivitas digital anak. Ia merasa lebih siap menghadapi tantangan penggunaan gawai yang semakin masif di kehidupan sehari-hari.
“Sosialisasi ini penting sekali, karena sekarang ancaman itu bukan cuma di lingkungan luar, tapi justru lewat HP yang ada di tangan anak setiap hari. Kami jadi lebih paham bahwa pengawasan gawai itu bagian dari tanggung jawab orang tua, bukan hanya sekolah,” tuturnya.
Pandangan Masyarakat tentang Teknologi dan Edukasi
Sosialisasi ini juga memberikan kesadaran kepada masyarakat bahwa teknologi bisa menjadi alat yang positif jika digunakan dengan bijak. Di sisi lain, pentingnya edukasi digital bagi anak-anak menjadi fokus utama dalam program ini. ***

>

Saat ini belum ada komentar