Wisata Kebun Raya Mangrove Surabaya di Akhir 2025: Potensi Besar, Pengelolaan Setengah Hati
- account_circle Diagram Kota
- calendar_month Minggu, 21 Des 2025
- comment 0 komentar
- print Cetak

Kebun Raya Mangrove Wonorejo Surabaya
info Atur ukuran teks artikel ini untuk mendapatkan pengalaman membaca terbaik.

Yang lebih memprihatinkan, promosi wisata mangrove hanya mengandalkan media sosial Dinas Ketahanan Pangan dan Pertanian Kota Surabaya yang jangkauannya terbatas. Tidak ada kampanye masif atau kolaborasi dengan pelaku industri pariwisata untuk menarik wisatawan lokal maupun mancanegara.

Padahal, konsep ekowisata mangrove sebenarnya memiliki daya tarik global jika dikemas dengan baik. Bayangkan, jika ada keterlibatan Perhimpunan Hotel dan Restoran Indonesia (PHRI) dan Association of The IndonesianĀ Tours and Travels Agencies (ASITA) dalam pengembangannya. Wisatawan baik lokal maupun mancanegara yang sebelumnya hanya sekedar menginap di hotel jadi tertarik karena penawaran paket wisata di Surabaya, menarik bukan?. PAD Surabaya meningkat, tak perlu lagi berhutang!
Solusi: Apa yang Harus Dilakukan?
Momentum libur akhir tahun seharusnya menjadi evaluasi bagi Pemerintah Kota Surabaya untuk segera mengambil langkah tegas. Beberapa solusi konkret yang perlu segera diimplementasikan:
1. Akses Transportasi
Segera buka jalur angkutan umum khusus atau integrasikan dengan sistem transportasi publik Surabaya. Kolaborasi dengan penyedia transportasi online untuk memberikan tarif khusus bagi pengunjung wisata mangrove juga perlu dipertimbangkan.
2. Profesionalisme Pengelolaan
Tunjuk pengelola profesional yang berpengalaman di bidang wisata. Jangan lagi mengandalkan pola pengelolaan birokratis yang kaku. Berikan otonomi pengelolaan dengan target kinerja yang jelas dan terukur.
3. Resolusi Konflik Lahan
Segera selesaikan konflik kepemilikan lahan dengan memberikan kompensasi yang adil bagi masyarakat atau libatkan mereka dalam pengelolaan wisata. Model community-based tourism bisa menjadi solusi win-win.
4. Upgrade Fasilitas
Wujudkan sentra wisata kuliner dengan konsep modern namun tetap ramah lingkungan. Tambahkan fasilitas interaktif seperti pusat edukasi mangrove dengan teknologi augmented reality (penggabungan elemen digital: gambar, video, model 3D dengan dunia nyata secara real-time), watersport activities, dan paket wisata terintegrasi dengan destinasi lain di Surabaya Timur.
5. Kampanye Masif
Lakukan kampanye pariwisata yang agresif dengan melibatkan influencer, travel blogger, dan media online. Manfaatkan momentum event-event besar di Surabaya untuk mempromosikan wisata mangrove sebagai paket lengkap wisata alam, edukasi, dan kuliner.
Kesimpulan: Jangan Sia-siakan Potensi Luar Biasa
Wisata mangrove Surabaya memiliki potensi luar biasa untuk menjadi ikon pariwisata nasional bahkan internasional. Sebagai satu-satunya kebun raya mangrove di Indonesia dengan luas 34 hektar, kawasan ini seharusnya menjadi kebanggaan Surabaya dan kontributor signifikan bagi PAD.
Namun, tanpa keberanian untuk berinovasi dan mengelola secara profesional, wisata mangrove akan terus menjadi aset yang tidur. Di tengah kompetisi pariwisata yang semakin ketat, Surabaya tidak bisa lagi berpuas diri dengan status quo. Momentum libur akhir tahun 2025 ini seharusnya menjadi titik balik: apakah Pemkot Surabaya serius menggarap potensi wisata mangrove, atau membiarkannya terus “berjalan di tempat”?
Keputusan ada di tangan Pemerintah Kota Surabaya. Warga dan wisatawan menunggu. ***

>
>