Breaking News
light_mode
Trending Tags
Beranda » HUKRIM » Korupsi Pengadaan LNG: Mantan Direktur Pertamina Sebut Nicke Widyawati & Pihak Terkait Harus Bertanggung Jawab

Korupsi Pengadaan LNG: Mantan Direktur Pertamina Sebut Nicke Widyawati & Pihak Terkait Harus Bertanggung Jawab

  • account_circle Diagram Kota
  • calendar_month Sabtu, 27 Des 2025
  • comment 0 komentar
  • print Cetak

info Atur ukuran teks artikel ini untuk mendapatkan pengalaman membaca terbaik.

DIAGRAMKOTA.COM – Sebuah kasus dugaan korupsi pengadaan Liquefied Natural Gas (LNG) yang merugikan negara hingga miliaran dolar Amerika Serikat kembali mencuri perhatian publik. Kasus ini melibatkan mantan pejabat PT Pertamina (Persero), termasuk sejumlah mantan petinggi perusahaan yang kini dianggap bertanggung jawab atas kerugian besar yang terjadi.

Mantan Direktur Gas PT Pertamina, Hari Karyuliarto, menuding dua nama penting dalam kasus ini. Mereka adalah mantan Komisaris Utama (Komut) Basuki Tjahaja Purnama atau Ahok dan mantan Direktur Utama Pertamina Nicke Widyawati. Menurut kuasa hukum Hari, Wa Ode Nurzaenab, kedua tokoh tersebut memiliki peran signifikan dalam pengambilan keputusan terkait pengadaan dan penjualan LNG selama periode 2020-2021.

“Kerugian negara terjadi pada 2020 dan 2021. Saat itu, siapa yang menjadi pengambil keputusan penting? Ya mereka berdua,” ujar Wa Ode. Ia menegaskan bahwa keduanya adalah pihak yang memiliki otoritas dalam pengambilan keputusan terkait pengadaan LNG di Pertamina. Meskipun tidak ada bukti langsung bahwa mereka melakukan korupsi, ia menilai penting untuk mengidentifikasi pihak-pihak yang bertanggung jawab.

Hari Karyuliarto sendiri telah pensiun dari Pertamina sejak 2014. Oleh karena itu, ia menilai bahwa pihak yang harus bertanggung jawab adalah jajaran direksi dan komisaris Pertamina yang menjabat saat terjadinya kerugian negara. “Ini bentuk kriminalisasi yang tidak boleh dibiarkan,” tambahnya.

Peran Mantan Direktur dan Komisaris dalam Pengadaan LNG

Direktur Eksekutif Center of Energy and Resources Indonesia (CERI), Yusri Usman, juga menyebut tiga nama yang harus dimintai keterangan dalam kasus ini. Mereka adalah mantan Direktur Utama Pertamina Dwi Soetjipto, Nicke Widyawati, serta Ahok. Menurut Yusri, perjanjian jual-beli LNG yang dibuat pada 2013 mengalami amandemen besar pada 2015 oleh Dwi Soetjipto. Sementara itu, realisasi kargo LNG dari Corpus Cristi terjadi pada 2019, saat Nicke Widyawati menjabat sebagai Dirut dan Ahok sebagai Komut.

Kasus ini juga mencakup dua terdakwa yang hadir dalam persidangan di Pengadilan Tipikor Jakarta Pusat. Mereka adalah Direktur Gas Pertamina periode 2012-2014, Hari Karyuliarto, dan Senior Vice President Gas & Power periode 2013-2014, Yenni Andayani. Mereka diduga merugikan negara senilai US$113,84 juta atau setara Rp1,77 triliun.

Jaksa penuntut umum dari KPK, Yoga Pratomo, menjelaskan bahwa keduanya diduga melakukan perbuatan hukum yang memperkaya mantan Dirut Pertamina, Galaila Karen Kardinah, serta perusahaan asing Corpus Christi Liquefaction LLC (CCL). Kerugian negara yang tercatat mencapai Rp1,09 miliar dan US$104.016, sementara CCL diperkirakan mendapat untung sebesar US$113,84 juta.

Perspektif dari Narasumber

Menurut pendapat beberapa ahli, kasus ini tidak hanya sekadar masalah hukum, tetapi juga menunjukkan potensi kelemahan dalam sistem pengawasan dan pengambilan keputusan di perusahaan BUMN. Hal ini memicu pertanyaan tentang tanggung jawab para pemimpin perusahaan yang seharusnya menjaga kepentingan negara.

“Jika pengadaan LNG dilakukan tanpa transparansi dan akuntabilitas, maka risiko kerugian negara sangat tinggi,” ujar salah satu narasumber. Ia menambahkan bahwa sistem pengawasan internal di Pertamina perlu diperkuat agar kejadian serupa tidak terulang.

Rekomendasi dan Langkah Ke depan

Dalam konteks ini, diperlukan investigasi lebih lanjut terhadap peran para mantan pejabat Pertamina. Selain itu, diperlukan pula reformasi dalam sistem pengadaan barang strategis seperti LNG, agar tidak lagi rentan terhadap praktik korupsi. Pemerintah dan lembaga anti-korupsi harus bekerja sama untuk memastikan transparansi dan akuntabilitas dalam pengelolaan sumber daya negara. ***

 

Penulis

Berita Hari ini Terbaru dan Terkini Diagramkota.com

Komentar (0)

Saat ini belum ada komentar

Silahkan tulis komentar Anda

Email Anda tidak akan dipublikasikan. Kolom yang bertanda bintang (*) wajib diisi

Rekomendasi Untuk Anda

  • Talud Jatiprahu Longsor, Warga Bantaran Sungai Diminta Waspada

    Talud Jatiprahu Longsor, Warga Bantaran Sungai Diminta Waspada

    • calendar_month Rabu, 25 Feb 2026
    • account_circle Teguh Priyono
    • visibility 38
    • 0Komentar

    DIAGRAMKOTA.COM –  Hujan dengan intensitas tinggi yang terus mengguyur wilayah Trenggalek dalam beberapa hari terakhir mengakibatkan bencana pergeseran tanah dan ambrolnya plengsengan di RT 28 RW 05 Dusun Ngegong, Desa Jatiprahu, Kecamatan Karangan, Rabu (25/2/2026). Derasnya arus Sungai Ngegong yang meluap dan menggerus pondasi talud menjadi pemicu utama longsornya konstruksi penahan tanah tersebut, sehingga memicu […]

  • Arsenal , Kairat

    Arsenal Menangkan Laga Lawan Kairat dengan Skor 3-2

    • calendar_month Kamis, 29 Jan 2026
    • account_circle Diagram Kota
    • visibility 43
    • 0Komentar

      DIAGRAMKOTA.COM – Arsenal berhasil memenangkan pertandingan melawan Kairat Almaty dengan skor akhir 3-2 dalam laga penyisihan grup Liga Champions Eropa. Pertandingan yang berlangsung di Emirates Stadium ini menjadi kemenangan kedelapan Arsenal secara berurutan dalam kompetisi tersebut, membuat mereka menjadi tim kedua dari Inggris yang mencatatkan rekor ini setelah Manchester City. Pertandingan dimulai dengan cepat, saat […]

  • Komisi C DPRD Surabaya Achmad Nurdjayanto

    Politisi Golkar Sarankan Pemkot Bangun Bozem Vertikal Untuk Atasi Banjir

    • calendar_month Kamis, 5 Des 2024
    • account_circle Diagram Kota
    • visibility 183
    • 0Komentar

    DIAGRAMKOTA.COM – Anggota Komisi C DPRD Kota Surabaya dari Fraksi Golkar, Achmad Nurdjayanto, S.Pd. angkat bicara terkait penanganan banjir yang kerap terjadi saat musim hujan. Ia mengatakan, ada solusi untuk mengantisipasi banjir salah satunya, bagaimana jika dibuatkan bozem vertikal. Karena selama ini yang ada hanya bozem horizontal, sehingga ketika musim hujan maka bozem inipun tak […]

  • Dalam Sebulan, Polrestabes Surabaya Berhasil Bongkar 77 Kasus Kejahatan 3C

    Dalam Sebulan, Polrestabes Surabaya Berhasil Bongkar 77 Kasus Kejahatan 3C

    • calendar_month Selasa, 19 Nov 2024
    • account_circle Diagram Kota
    • visibility 239
    • 0Komentar

    DIAGRAMKOTA.COM – Kepolisian Resor Kota Besar (Polrestabes) Surabaya bersama jajaran Polsek berhasil mengungkap 77 kasus kejahatan 3C (Curas, Curat, dan Curanmor) selama periode satu bulan, yakni dari 17 Oktober hingga 17 November 2024. Operasi ini mengamankan 62 tersangka yang terlibat dalam berbagai kejahatan di wilayah Surabaya. Keberhasilan ini disampaikan oleh Kasat Reskrim Polrestabes Surabaya, AKBP […]

  • Musyawarah Wilayah VI PBB Jawa Timur Resmi Dibuka

    Musyawarah Wilayah VI PBB Jawa Timur Resmi Dibuka

    • calendar_month Senin, 28 Apr 2025
    • account_circle Teguh Priyono
    • visibility 234
    • 0Komentar

    DIAGRAMKOTA.COM – Musyawarah Wilayah (Muswil) VI Partai Bulan Bintang (PBB) Jawa Timur secara resmi dibuka pada hari ini, Senin, 28 April 2025, di Royal Orchids Hotel Batu. Pembukaan Muswil ini dihadiri oleh perwakilan dari Dewan Pimpinan Pusat (DPP) PBB, yang menunjukkan komitmen partai dalam memperkuat struktur dan meningkatkan kinerja di tingkat wilayah. Dalam sambutan pembukaannya, […]

  • Kecap: Rahasia Rasa yang Tak Pernah Pudar

    Kecap: Rahasia Rasa yang Tak Pernah Pudar

    • calendar_month Kamis, 25 Sep 2025
    • account_circle Diagram Kota
    • visibility 190
    • 0Komentar

    Perubahan Minat Masyarakat Terhadap Dunia Kuliner DIAGRAMKOTA.COM – Minat masyarakat terhadap dunia kuliner terus mengalami perubahan. Hal ini dipengaruhi oleh berbagai faktor, termasuk perubahan gaya hidup dan perkembangan teknologi. Lendi Yuwarlian, Head of Marketing Bango and Beverages Unilever Indonesia, menyampaikan bahwa saat ini Kecap Bango mengamati adanya fenomena menarik yang berkaitan dengan pergeseran minat terhadap dunia […]

expand_less