Breaking News
light_mode
Trending Tags
Beranda » FORUM OPINI » Rontoknya Imperium Joko Widodo 

Rontoknya Imperium Joko Widodo 

  • account_circle Arie Khauripan
  • calendar_month Rabu, 13 Nov 2024
  • comment 0 komentar
  • print Cetak

info Atur ukuran teks artikel ini untuk mendapatkan pengalaman membaca terbaik.

Oleh: Saiful Huda Ems.

DIAGRAMKOTA.COM – Apakah ada yang masih meyakini besarnya pengaruh mantan presiden Jokowi setelah Jokowi tidak lagi menjadi Presiden? Jika masih ada yang meyakini itu, berarti salah besar.

Jokowi saat ini benar-benar terus melemah, pengaruhnya nyaris habis di berbagai lini, karena itu Jokowi saat ini sudah tidak bisa lagi melindungi orang-orang terdekatnya.

Universitas Indonesia (UI) merupakan pelopor perontokan moral para kaki tangan penyangga Imperium Jokowi, setelah sebelumnya para Civitas Akademika Universitas Gadjah Mada (UGM) dan kampus-kampus besar lainnya memprotes keras tindakan brutal Jokowi yang mengobrak-abrik tatanan hukum dan demokrasi.

Kabar terbaru dari berbagai media terpercaya yang saya baca –diantaranya Detik.com, Rabu, (13/11/2024)–, telah menyebutkan, bahwa gelar doktor untuk Bahlil Lahadia telah ditangguhkan oleh Universitas Indonesia (UI).

Apa penyebabnya? Silahkan ikuti sendiri berita yang dirilis oleh UI. Bahlil merupakan orang terdepan yang selama ini menyangga Imperium Jokowi.

Jokowi selama ini telah banyak melakukan pelanggaran etika dan moral, maka tidak heran, sekarang giliran “sekutu terdekat” Jokowi, yakni Bahlil terkena sanksi etika dan moral, sebagaimana yang saya kemukakan di atas.

Jokowi tidak berdaya lagi untuk melindungi sekutu dekatnya itu, karena dia sendiri kini memiliki persoalan yang sama seperti ijasah palsu dan lain-lain. yang sampai saat ini tidak bisa dibantah oleh keputusan Pengadilan manapun terhadap para penggugatnya.

Sanksi etika dan moral dari Perguruan Tinggi bergensi seperti UI memiliki bobot yang sangat kuat. Ada beberapa pesan yang disampaikan;

Pertama, dengan pencabutan gelar doktor Bahlil, maka runtuhlah landasan etis Bahlil sebagai Ketua Umum Golkar.

Kedua, Jokowi begitu tidak berkuasa, tidak mampu melindungi sekutunya.

Ketiga, gagalnya Jokowi melindungi Bahlil di UI akan menjadi momentum “bersih-bersih terhadap orang-orang dekat Jokowi”.

Keempat, gerakan moral UI dengan mencabut gelar Bahlil akan merembet menjadi gerakan untuk “adili” Jokowi atas pelanggaran yang jauh lebih berat ketika menjadi Presiden.

Gerakan moral ini diyakini akan menginspirasi Mahasiswa UI beserta jejaring alumninya untuk menuntut upaya adili Jokowi.

Kelima, dampak lebih lanjut akan semakin meluas pada calon-calon Pilkada yang didukung Jokowi.

Bobby Nasution (Sang Menantu Jokowi) akan menirima pukulan yang pertama. Gerakan menolak Bobby Nasution dengan berbagai kasus korupsinya pasti akan semakin menguat.

Demikian pula penolakan terhadap calon Kepala Daerah yang didukung Jokowi juga akan semakin mendapat penolakan Publik.

Calon-calon seperti Ridwan Kamil di DKI dan Komjen Purn. (Polisi) Luthfi di Jateng yang selama ini berlindung pada Jokowi, dipastikan akan mendapat serangan kuat dari masyarakat yang sudah muak dengan ambisi kekuasaaan Jokowi.

Disisi lain, hal tersebut akan menjadi momentum Partai Gerindra yang saat ini marah akibat Jokowi yang telah memaksa Prabowo untuk memberikan dukungan pada Cagub Luthfi di Pilkada Jawa Tengah.

Dicabutnya Gelar Doktor Bahlil akan menciptakan efek bola salju hingga Imperium Jokowi cepat atau lambat akan segera rontok.

Dalam situasi seperti itu Presiden Prabowo akan tampil dengan lebih percaya diri, karena Jokowi dan Fufufafa terbukti menjadi beban bagi pemerintahannya.

Terimakasih yang sebesar-besarnya dari kami untuk Universitas Indonesia yang telah bersedia mendengar aspirasi dari masyarakat luas, hingga UI telah membuat keputusan untuk menangguhkan gelar doktor bagi Bahlil. Bravo UI. (dk/SHE).

Penulis: Saiful Huda Ems (SHE). Lawyer dan Analis Politik.

  • Penulis: Arie Khauripan

Rekomendasi Untuk Anda

  • Wali Kota Bandarlampung Rencanakan Penghapusan PPPK Paruh Waktu

    Wali Kota Bandarlampung Rencanakan Penghapusan PPPK Paruh Waktu

    • calendar_month Rabu, 31 Des 2025
    • account_circle Diagram Kota
    • visibility 145
    • 0Komentar

    DIAGRAMKOTA.COM – Pemerintah kota Bandarlampung terus berupaya meningkatkan kualitas pelayanan publik dengan memperhatikan kesejahteraan dan kinerja para pegawai. Salah satu langkah yang diambil adalah rencana penghapusan status PPPK paruh waktu, yang akan diusulkan kepada pemerintah pusat. Langkah ini bertujuan untuk memastikan bahwa kinerja pegawai lebih optimal dan sesuai dengan tanggung jawab masing-masing. Pengangkatan Pegawai Pemerintah dengan […]

  • Rusunami Solusi Hunian Terjangkau untuk Generasi Muda di Kota Surabaya

    • calendar_month Kamis, 9 Apr 2026
    • account_circle Diagram Kota
    • visibility 53
    • 0Komentar

    DIAGRAMKOTA.COM – Kebutuhan akan hunian yang layak dan terjangkau semakin mendesak, khususnya bagi generasi muda di kota-kota besar seperti Surabaya. Dengan harga properti yang terus meningkat dan keterbatasan lahan, konsep rumah susun sederhana milik (rusunami) mulai menjadi perhatian utama sebagai solusi jangka panjang. Menurut pengajar Psikologi Komunikasi dan Transaksional Analisis, M. Isa Ansori, banyak generasi muda […]

  • Peningkatan Permintaan Pernak-Pernik Imlek di Pasar Atom Surabaya

    Peningkatan Permintaan Pernak-Pernik Imlek di Pasar Atom Surabaya

    • calendar_month Senin, 16 Feb 2026
    • account_circle Diagram Kota
    • visibility 108
    • 0Komentar

    DIAGRAMKOTA.COM – Pasar Atom Surabaya, salah satu pusat perbelanjaan tradisional yang terkenal dengan berbagai produk khas Tiongkok, kembali mengalami peningkatan permintaan menjelang perayaan Tahun Baru Imlek 2577 Kongzili atau 2026. Berbagai pernak-pernik seperti amplop angpao, lampion, dan dekorasi khas Imlek menjadi incaran para pembeli, terutama dari kalangan etnis Tionghoa yang merayakan hari besar ini. Permainan Warna […]

  • Operasi Ketupat 2026 Resmi Berakhir, Polri Pastikan Mudik dan Arus Balik Aman dan Kondusif

    Operasi Ketupat 2026 Resmi Berakhir, Polri Pastikan Mudik dan Arus Balik Aman dan Kondusif

    • calendar_month Jumat, 27 Mar 2026
    • account_circle Teguh Priyono
    • visibility 94
    • 0Komentar

    DIAGRAMKOTA.COM – Kepolisian Negara Republik Indonesia secara resmi menutup Operasi Ketupat 2026 pada 25 Maret 2026 pukul 24.00 WIB, sebagaimana tertuang dalam Surat Telegram Kapolri Nomor STR/688/III/OPS.1.1./2026. Meski demikian, pengamanan arus balik masih akan dilanjutkan melalui Kegiatan Rutin Yang Ditingkatkan (KRYD) hingga 29 Maret 2026. Kamis (26/03) Kasatgas Humas Operasi Ketupat 2026, Brigjen. Pol Tjahyono […]

  • Pemkot Surabaya Tinjau Rumah Tidak Layak Huni Milik Lansia di Krembangan

    Pemkot Surabaya Tinjau Rumah Tidak Layak Huni Milik Lansia di Krembangan

    • calendar_month Kamis, 19 Feb 2026
    • account_circle Teguh Priyono
    • visibility 150
    • 0Komentar

    DIAGRAMKOTA.COM – Pemerintah Kota Surabaya menunjukkan kepeduliannya terhadap warganya dengan mendatangi kediaman seorang lansia, Ibu Sri Asnah Anwar, yang tinggal di rumah tidak layak huni di wilayah Krembangan. Kunjungan tersebut dilakukan pada Kamis, 19 Februari 2026, di rumah yang berlokasi di Jalan Krembangan Buyut Gang Buntu. Kehadiran jajaran pemerintah ini merupakan bentuk tindak lanjut atas […]

  • Tim JOGOBOYO Polrestabes Surabaya Amankan 12 Remaja Gengster, Senjata Tajam dan Motor Tanpa Pelat Disita

    Tim JOGOBOYO Polrestabes Surabaya Amankan 12 Remaja Gengster, Senjata Tajam dan Motor Tanpa Pelat Disita

    • calendar_month Rabu, 20 Nov 2024
    • account_circle Diagram Kota
    • visibility 265
    • 0Komentar

    DIAGRAMKOTA.COM – Upaya menjaga keamanan dan ketertiban terus dilakukan oleh Polrestabes Surabaya. Tim JOGOBOYO Patroli Perintis Presisi dari Sat Samapta berhasil menggagalkan aksi sekelompok remaja yang diduga berperilaku seperti gengster. Insiden ini terjadi pada Selasa (19/11) dini hari di Jalan Kebalen Barat, sekitar pukul 03.30 WIB. Kasat Samapta Polrestabes Surabaya, AKBP Teguh, menjelaskan bahwa pengungkapan […]

expand_less