Breaking News
light_mode
Trending Tags
Beranda » FORUM OPINI » Panggung Seni Hilang, Ekosistem Kebudayaan Surabaya Terancam Runtuh

Panggung Seni Hilang, Ekosistem Kebudayaan Surabaya Terancam Runtuh

  • account_circle Teguh Priyono
  • calendar_month Jumat, 17 Apr 2026
  • comment 0 komentar
  • print Cetak

info Atur ukuran teks artikel ini untuk mendapatkan pengalaman membaca terbaik.

DIAGRAMKOTA.COM – Hilangnya panggung seni di Surabaya mulai memicu kekhawatiran serius di kalangan pelaku budaya.

Mereka menilai, kondisi ini tidak hanya menghambat kreativitas, tetapi juga mengancam runtuhnya ekosistem kebudayaan yang selama ini menjadi identitas kota.

Para seniman menyebut, ruang tampil yang dulu hidup kini semakin sulit diakses.

Frekuensi pertunjukan menurun drastis, sementara regenerasi pelaku seni ikut terhambat akibat minimnya wadah ekspresi.

Ruang Seni Kian Terpinggirkan
Sejumlah ruang budaya yang dahulu menjadi pusat aktivitas seni kini kehilangan perannya.

Taman Hiburan Rakyat (THR) yang pernah menjadi rumah bagi ludruk, ketoprak, dan kelompok lawak legendaris Srimulat, kini tidak lagi seaktif masa jayanya.

Hal serupa terjadi di Balai Pemuda yang dahulu melahirkan musisi seperti Gombloh dan Leo Kristi. Kini, ruang tersebut belum mampu menghadirkan intensitas kegiatan seni seperti sebelumnya.

Kondisi ini membuat banyak seniman kehilangan panggung yang selama ini menjadi ruang hidup mereka.

Dampak Langsung pada Seniman
Pelaku seni merasakan dampak paling nyata. Mereka tidak hanya kehilangan kesempatan tampil, tetapi juga kehilangan sumber penghidupan.

Tanpa panggung yang rutin, seniman kesulitan menjaga produktivitas dan kualitas karya. Proses kreatif yang seharusnya berlangsung berkelanjutan justru terhenti.

Lebih jauh, generasi muda juga kehilangan ruang belajar. Minimnya interaksi antara seniman senior dan pendatang baru mengancam keberlangsungan tradisi seni di Surabaya.

Masalah Sistemik dalam Pengelolaan Budaya
Pengamat menilai, persoalan ini berakar pada sistem pengelolaan kebudayaan yang belum berpihak pada ekosistem.

Kebijakan yang ada cenderung bersifat administratif dan berorientasi pada kegiatan sesaat.

Program budaya sering hadir dalam bentuk acara seremonial tanpa kesinambungan.

Selain itu, ketiadaan sistem kuratorial membuat kegiatan seni berjalan tanpa arah. Tanpa perencanaan yang jelas, sulit menciptakan kualitas dan kontinuitas.

Peran lembaga independen seperti Dewan Kesenian juga belum optimal. Akibatnya, kebijakan budaya sering tidak melibatkan perspektif pelaku seni secara utuh.

Potensi Kota Belum Dimanfaatkan Maksimal
Sebagai pusat Jawa Timur, Surabaya memiliki potensi besar untuk menjadi kota budaya.

Keberadaan Taman Budaya Jawa Timur seharusnya mampu menjadi pusat integrasi berbagai budaya daerah.

Namun hingga kini, potensi tersebut belum dikelola dalam sistem yang terstruktur dan berkelanjutan.

Kegiatan budaya masih berjalan sporadis, belum mampu membentuk ekosistem yang kuat dan saling mendukung.

Dorongan Perubahan Menyeluruh
Pelaku seni dan pemerhati budaya mendesak adanya perubahan sistemik.

Mereka menilai, Surabaya membutuhkan kebijakan yang tidak hanya fokus pada event, tetapi juga pada proses dan keberlanjutan.

Pemerintah perlu menghadirkan kalender budaya yang jelas, membangun sistem kuratorial profesional, serta membuka ruang partisipasi yang luas bagi komunitas seni.

Selain itu, ruang budaya harus difungsikan sebagai pusat aktivitas harian—bukan hanya tempat acara insidental.

Mengembalikan Kehidupan Seni di Kota
Para seniman berharap, Surabaya dapat kembali menjadi kota panggung yang hidup. Mereka meyakini, dengan kebijakan yang tepat, ekosistem kebudayaan dapat bangkit kembali.

Surabaya memiliki sejarah panjang dalam melahirkan karya dan pelaku seni.

Namun tanpa langkah konkret, warisan tersebut terancam hilang.
Jika panggung seni terus menghilang, maka yang runtuh bukan hanya ruang pertunjukan, tetapi juga identitas budaya kota itu sendiri.(Dk/yud)

  • Penulis: Teguh Priyono

Rekomendasi Untuk Anda

  • Polsek Porong Dukung Ketahanan Pangan, Cek Pembibitan Entok Jumbo di Desa Plumbon

    Polsek Porong Dukung Ketahanan Pangan, Cek Pembibitan Entok Jumbo di Desa Plumbon

    • calendar_month Kamis, 5 Jun 2025
    • account_circle Adis
    • visibility 216
    • 0Komentar

    DIAGRAMKOTA.COM – Memperkuat ketahanan pangan Polresta Sidoarjo Polda Jawa Timur di tingkat desa, Bhabinkamtibmas Desa Plumbon Polsek Porong, Aiptu Abdi Teguh Eko Wahono, melakukan pengecekan dan pendampingan pada Program 1 Pekarangan Pangan Bergizi (P2B), Kamis (5/6/2025). Kegiatan ini berfokus pada metode pengelolaan pembibitan bebek Entok Jumbo di pekarangan kosong milik warga. Kegiatan ini dilaksanakan di […]

  • Disdukcapil Surabaya Eddy Christijanto

    Pemkot Surabaya Perketat Pengawasan Penduduk Sementara di Kos dan Kontrakan

    • calendar_month Kamis, 25 Sep 2025
    • account_circle Diagram Kota
    • visibility 226
    • 0Komentar

      Pemkot Surabaya Perketat Pengawasan Penduduk Non-Permanen di Wilayah Kos dan Kontrakan DIAGRAMKOTA.COM – Pemerintah Kota Surabaya kini memperkuat pengawasan terhadap penduduk non-permanen yang tinggal di rumah indekos maupun kontrakan. Langkah ini dilakukan untuk memastikan data kependudukan tetap akurat dan mencegah potensi masalah sosial atau ekonomi yang bisa muncul dari penghuni yang tidak tercatat secara […]

  • Vandalisme ,Surabaya

    Pelaku Vandalisme di Surabaya Didominasi Remaja, Satpol PP Berikan Sanksi Sosial

    • calendar_month Jumat, 17 Apr 2026
    • account_circle Diagram Kota
    • visibility 47
    • 0Komentar

    DIAGRAMKOTA.COM – Sejumlah aksi vandalisme yang terjadi di kota Surabaya selama beberapa bulan terakhir menarik perhatian pihak berwajib. Tidak hanya merusak estetika kota, tindakan ini juga menimbulkan kekhawatiran masyarakat terhadap keamanan dan ketertiban umum. Fokus pada Kawasan Pusat Kota Menurut data yang diungkap oleh Kepala Bidang Ketertiban Umum Satuan Polisi Pamong Praja (Satpol PP) Surabaya, Mudita […]

  • Ada 5 Kebiasaan Pagi Hari untuk Meningkatkan Kesehatan Otak

    Ada 5 Kebiasaan Pagi Hari untuk Meningkatkan Kesehatan Otak

    • calendar_month Minggu, 21 Jul 2024
    • account_circle Arie Khauripan
    • visibility 219
    • 0Komentar

    Diagram Kota Surabaya – Pagi hari adalah waktu yang sangat penting untuk kesehatan otak kita. Dengan melakukan beberapa kebiasaan sederhana, kita dapat meningkatkan kesehatan otak kita, mencegah penurunan kognitif, dan meningkatkan fokus dan kejernihan dalam berpikir. Berikut adalah 5 kebiasaan pagi hari yang dapat Anda mulai hari ini untuk meningkatkan kesehatan otak Anda dikutip diagramkota.com dari berbagai […]

  • Wisata Surabaya: Destinasi yang Menawarkan Kombinasi Budaya, Alam, dan Hiburan

    Wisata Surabaya: Destinasi yang Menawarkan Kombinasi Budaya, Alam, dan Hiburan

    • calendar_month Selasa, 5 Mei 2026
    • account_circle Diagram Kota
    • visibility 31
    • 0Komentar

    DIAGRAMKOTA.COM – Surabaya, kota metropolitan yang terletak di Jawa Timur, tidak hanya dikenal sebagai pusat ekonomi dan bisnis, tetapi juga memiliki berbagai destinasi wisata yang menarik untuk dikunjungi. Dari wisata sejarah hingga tempat rekreasi modern, Surabaya menawarkan pengalaman yang beragam bagi para pengunjung. Berikut adalah 20 tempat wisata terpopuler di Surabaya yang wajib dikunjungi. Tempat Wisata […]

  • Prabowo Tegaskan Target MBG Wajib 0 Persen Insiden, Keharusan dan Bisa Tingkatkan Ekonomi Kerakyatan

    Prabowo Tegaskan Target MBG Wajib 0 Persen Insiden, Keharusan dan Bisa Tingkatkan Ekonomi Kerakyatan

    • calendar_month Senin, 20 Okt 2025
    • account_circle Diagram Kota
    • visibility 208
    • 0Komentar

    Presiden Prabowo Subianto Tegaskan Target Program Makan Bergizi Gratis DIAGRAMKOTA.COM – Presiden Republik Indonesia, Prabowo Subianto, kembali menegaskan tujuan utama dari program Makan Bergizi Gratis (MBG). Program yang menjadi prioritas nasional ini bertujuan untuk mencapai nol persen insiden kerawanan pangan dan 100 persen kebutuhan gizi terpenuhi bagi masyarakat. Pernyataan tersebut disampaikan Prabowo dalam kesempatan memberikan orasi […]

expand_less