Breaking News
light_mode
Trending Tags
Beranda » PERISTIWA » DAERAH » Kepala Sekolah Bantah Tuduhan Tak Peduli di Kasus Bullying SMPN 19 Tangsel

Kepala Sekolah Bantah Tuduhan Tak Peduli di Kasus Bullying SMPN 19 Tangsel

  • account_circle Diagram Kota
  • calendar_month Selasa, 18 Nov 2025
  • comment 0 komentar
  • print Cetak

info Atur ukuran teks artikel ini untuk mendapatkan pengalaman membaca terbaik.

    DIAGRAMKOTA.COM Kepala Sekolah SMPN 19 Kota Tangerang Selatan (Tangsel), Banten, Frida Tesalonik, membuka kisah di balik dugaan kasusbullying atau tindakan perundungan yang berujung pada kematian seorang siswa dengan inisial MH (13).

    Siswa dari SMPN 19 Tangsel dengan inisial MH diduga menerima perlakuan kekerasan.

    Kepala korban pernah ditabrakkan ke kursi logam oleh teman sebangkunya yang berinisial RI.

    Setelah diduga menjadi korban bullying, MH dinyatakan telah meninggal pada hari Minggu (16/11/2025) pukul 06.00 WIB.

    Frida Tesalonik mengatakan, pihaknya telah mengambil langkah penanganan sesuai prosedur sejak awal.

    Menurutnya, tidak ditemukan tanda-tanda kejadian yang mencurigakan di sekolah pada 20 Oktober 2025, saat peristiwa yang didugabullying terjadi.

    Pada tanggal 20 tidak ada kejadian khusus. Proses belajar berjalan dengan lancar, guru menyampaikan materi dengan baik, menggunakan proyektor dan video pembelajaran. Anak-anak aktif dan terlihat senang.

    “Sampai saya selesai melakukan pengawasan, tidak ada kejadian apa pun, termasuk saat waktu istirahat,” katanya kepadaTribunTangerang.com, Selasa (18/11/2025).

    Frida menegaskan pernyataan tersebut didukung oleh wali kelas, Miss Citra, yang mengatakan bahwa kondisi kelas dalam keadaan baik.

    Ia melanjutkan, pada saat itu proses mediasi dilakukan secara langsung bersama dengan orang tua.

    “Kami telah melakukan mediasi dan sudah selesai. Orang tua R (terduga pelaku) bersedia bertanggung jawab. Saat ini kasusnya ditangani oleh Polres, kami sedang menantikan perkembangannya,” kata Frida.

    Kemudian, terkait evaluasi internal, Frida menegaskan pihaknya pasti akan melakukan perbaikan.

    Ia memastikan bahwa sekolah telah menerapkan Standar Operasional Prosedur (SOP), termasuk menyusun surat pernyataan tanggung jawab dari pihak yang diduga sebagai pelaku, serta melaporkan seluruh proses kepada Dinas Pendidikan.

    “Pendidikan perlu terus diperbaharui. Kami melakukan evaluasi agar kejadian semacam ini tidak terulang kembali, meskipun kami belum mengetahui detail sebenarnya,” katanya.

    Mengenai pemanggilan dari Polres Tangerang Selatan, Frida juga menyatakan bahwa pihak sekolah bersikap ramah dan bekerja sama.

    “Saya telah memenuhi panggilan pada hari Senin. Guru dan wali kelas juga. Tidak ada kendala, kami bersikap kooperatif,” tegasnya.

    Kemudian, Frida menyangkal bahwa pihak sekolah dianggap tidak peduli.

    Karena itu, pihaknya secara aktif memantau perkembangan kondisi korban sejak awal.

    “Kami datang ke rumah almarhum, serta ke Rumah Sakit Fatmawati. Kami sering kali bertanya mengenai keadaan H (korban). Guru dan beberapa siswa juga turut serta menjenguk,” ujar Frida.

    Korban Kematian Diduga Disebabkan Oleh Perundungan

    Lembaga Bantuan Hukum yang mendampingi keluarga MH menyatakan, kondisi kritis yang dialami korban bukan disebabkan oleh penyakit bawaan, melainkan akibat tindakan perundungan yang diikuti dengan kekerasan fisik.

    Hal ini diungkapkan oleh kuasa hukum keluarga, Alvian, menanggapi pernyataan Wali Kota Tangerang Selatan, Benyamin Davnie, yang sebelumnya menyebut adanya kondisi penyakit bawaan pada korban.

    “Pemicunya adalah perundungan. Sejak awal korban sudah mengalami pukulan di kepalanya,” kata Alvian, Senin (17/11/2025), dilansir TribunTangerang.com.

    Menurutnya, keadaan korban tidak akan memburuk jika tidak ada tindakan kekerasan yang dilakukan oleh tersangka.

    “Benar, karena jika tidak dipukul, seseorang tidak akan merasa sakit. Logikanya seperti itu,” tegasnya.

    Meskipun demikian, Alvian mengakui pihaknya belum menerima laporan resmi hasil pemeriksaan medis dari rumah sakit terkait penyebab kritisnya MH.

    “Masih belum ada penjelasan dari rumah sakit mengenai penyebab kematian tersebut,” tambahnya.

    Proses Penyelidikan Bullying

    Kepala Kepolisian Resor Tangerang Selatan, AKBP Victor Inkiriwang, mengunjungi rumah siswa SMPN 19 Tangerang Selatan, MH, pada hari Minggu (16/11/2025).

    Victor Inkiriwang menyampaikan rasa belasungkawa sambil memastikan penyelidikan terhadap kasus ini tetap berlangsung.

    “Ini adalah warga kami. Kami hadir untuk menyampaikan bela sungkawa yang tulus kepada orang tua dan keluarga. Kami juga merasakan kehilangan yang dirasakan oleh pihak keluarga,” katanya, Minggu, masih dariTribunTangerang.com.

    Victor menyampaikan, penyelidikan sebenarnya telah berlangsung sejak awal kejadian, bahkan ketika keluarga belum mengajukan laporan resmi.

    Menurut Victor, enam saksi yang diduga mengetahui rangkaian kejadian telah diwawancarai.

    Polisi bekerja sama dengan UPTD PPA, KPAI, pihak sekolah, serta rumah sakit yang menangani korban dalam mengungkap penyebab pasti kematian korban.

    Pada akhir kunjungan, Victor menegaskan kembali kesungguhan pihak kepolisian dalam menyelidiki kasus tersebut.

    “Harap doakan kami. Kami akan hadir untuk keluarga dan menjalani proses hukum dengan profesional,” tegasnya.

    Kronologi

    Guru Bimbingan dan Konseling (BK) SMPN 19 Kota Tangerang Selatan, Sriwida, menyampaikan bahwa kejadian dugaan bullying terjadi pada hari Senin, 20 Oktober 2025 sekitar pukul 09.00 WIB.

    Setelah kejadian tersebut, ia mengakui tidak ada laporan atau pengaduan baik dari seluruh siswa dalam kelas tersebut maupun dari MH.

    Esok harinya, pada 21 Oktober 2025, baik korban maupun tersangka pelaku masih melanjutkan sekolah seperti biasa.

    Sriwida mengatakan, pihak sekolah baru menerima informasi dari orang tua korban pada sore hari tanggal 21 Oktober 2025.

    Kemudian, proses mediasi diadakan pada 22 Oktober 2025.

    Diberitakan TribunTangerang.com, ibu korban, Noviyanti sempat mengungkapkan berbagai tindakan bullying yang dialami anaknya.

    Seseorang yang diduga sebagai pelaku, yaitu teman sebangku anaknya, dikatakan mulai melakukan tindakan bullying sejak masa pengenalan lingkungan sekolah (MPLS).

    MH mengakui kepada Noviyanti bahwa saat itu ia dipukul oleh pelaku sebanyak tiga kali.

    Pertama kali kejadian itu terjadi saat MPLS. Awal dari MPLS sudah membuat dia menjadi korban, dipukul hingga tiga kali,” katanya di rumahnya, Kawasan Serpong, Kota Tangerang Selatan, Senin (10/11/2025).

    Noviyanti menyampaikan, sejak saat itu anaknya sering menerima perlakuan kasar dari teman sebangkunya, seperti ditendang dan dipukul.

    MH pernah mengalami tusukan dengan menggunakan sedotan di bagian lengannya.

    “Ketika sedang belajar, lengannya ditendang. Saat menulis, dia ditendang, punggungnya dipukul, sering ditusuk dengan sedotan tangannya,” katanya.

    Pada 20 Oktober 2025, MH diduga dianiaya dengan menggunakan kursi logam oleh pelaku di kelas saat waktu istirahat.

    Berdasarkan hal tersebut, MH mengalami penglihatan kabur pada mata sebelah kanan sehingga harus menjalani perawatan intensif di rumah sakit.

    Di sisi lain, Noviyanti telah menjalani pemeriksaan CT Scan untuk memeriksa cedera yang diderita MH.

    Berdasarkan hasil pemindaian CT Scan, diketahui bahwa MH mengalami gangguan saraf yang memerlukan pemeriksaan MRE.

    Saat di rumah Columbus Asia BSD, MH melakukan CT Scan, dari hasilnya diketahui bahwa anak saya mengalami gangguan saraf, sehingga harus menjalani MRE,” katanya. ***

    Penulis

    Berita Hari ini Terbaru dan Terkini Diagramkota.com

    Komentar (0)

    Saat ini belum ada komentar

    Silahkan tulis komentar Anda

    Email Anda tidak akan dipublikasikan. Kolom yang bertanda bintang (*) wajib diisi

    Rekomendasi Untuk Anda

    • Disdukcapil Surabaya Eddy Christijanto

      Disdukcapil Surabaya: Pecah KK Hanya untuk Keluarga Inti Sesuai Domisili Nyata

      • calendar_month Selasa, 23 Sep 2025
      • account_circle Diagram Kota
      • visibility 699
      • 0Komentar

      DIAGRAMKOTA.COM – Dinas Kependudukan dan Pencatatan Sipil Kota Surabaya (Disdukcapil Surabaya) mempertegas aturan terkait pecah Kartu Keluarga (KK). Kepala Disdukcapil, Eddy Christijanto, menegaskan bahwa pecah KK hanya bisa dilakukan oleh keluarga inti yang benar-benar tinggal di alamat tersebut. Aturan ini dinilai penting untuk menjaga ketertiban administrasi dan akurasi data kependudukan. Aturan Pecah KK Hanya untuk […]

    • 17 Agustus 1945: Detik-Detik yang Mengubah Takdir Bangsa Indonesia

      17 Agustus 1945: Detik-Detik yang Mengubah Takdir Bangsa Indonesia

      • calendar_month Sabtu, 2 Agt 2025
      • account_circle Diagram Kota
      • visibility 459
      • 0Komentar

      DIAGRAMKOTA.COM – Tanggal 17 Agustus 1945 menjadi tonggak sejarah berdirinya negara Republik Indonesia. Di sebuah rumah sederhana di Jalan Pegangsaan Timur No. 56, Jakarta, suara Bung Karno menggema membacakan naskah proklamasi, menandai berakhirnya penjajahan dan lahirnya bangsa merdeka. Konteks Sebelum Proklamasi Malam sebelum proklamasi, para tokoh pemuda seperti Sutan Sjahrir, Wikana, dan Chairul Saleh mendesak […]

    • FC Nordsjaelland bawa FC Copenhagen Perubahan Strategis dalam Kompetisi Sepak Bola Afrika

      FC Nordsjaelland bawa FC Copenhagen Perubahan Strategis dalam Kompetisi Sepak Bola Afrika

      • calendar_month Minggu, 15 Feb 2026
      • account_circle Diagram Kota
      • visibility 44
      • 0Komentar

      DIAGRAMKOTA.COM – Pengelolaan kompetisi sepak bola di benua Afrika terus mengalami perubahan yang signifikan. Salah satu poin utama adalah kepastian penyelenggaraan Piala Afrika 2027 di kawasan Timur Afrika. Presiden Konfederasi Sepak Bola Afrika (CAF), Patrice Motsepe, telah memperkuat komitmennya untuk tetap menjadikan wilayah tersebut sebagai tuan rumah acara bergengsi ini. Hal ini menunjukkan bahwa CAF sedang […]

    • Nilson Angulo Pemain Muda RSC Anderlecht Berpindah ke Sunderland, Kehadiran yang Dinantikan

      Nilson Angulo Pemain Muda RSC Anderlecht Berpindah ke Sunderland, Kehadiran yang Dinantikan

      • calendar_month Senin, 16 Feb 2026
      • account_circle Diagram Kota
      • visibility 19
      • 0Komentar

      DIAGRAMKOTA.COM – Pemain muda asal Ekuador, Nilson Angulo, resmi menjadi bagian dari Sunderland setelah menandatangani kontrak selama empat setengah tahun dengan opsi perpanjangan. Kepindahan ini menandai akhir dari masa bakti Angulo di klub Belgia RSC Anderlecht, yang ia bela sejak musim panas 2022. Detail Kontrak dan Transfer Nilson Angulo, yang berusia 22 tahun, akan mengenakan nomor […]

    • Mengenal Teknologi Liquid Cooling untuk Data Center

      Mengenal Teknologi Liquid Cooling untuk Data Center

      • calendar_month Jumat, 10 Okt 2025
      • account_circle Diagram Kota
      • visibility 197
      • 0Komentar

      Era Baru Teknologi Pendinginan di Pusat Data DIAGRAMKOTA.COM – Di tengah meningkatnya permintaan akan manajemen termal yang efisien, khususnya dari komputasi kinerja tinggi (HPC) dan kecerdasan buatan (AI), industri pusat data kini menghadapi tantangan baru. Kebutuhan untuk memiliki server berkinerja tinggi yang mampu menangani beban kerja intensif ini juga membawa risiko terhadap peningkatan panas ekstrem. Hal […]

    • Dalam Rangka Road To Anniversary ke-13 Amarelo Hotel Solo Gelar Donor Darah Bersama Palang Merah Indonesia 

      Dalam Rangka Road To Anniversary ke-13 Amarelo Hotel Solo Gelar Donor Darah Bersama Palang Merah Indonesia 

      • calendar_month Senin, 10 Nov 2025
      • account_circle Arie Khauripan
      • visibility 181
      • 0Komentar

      DIAGRAMKOTA.COM – Dalam rangka menyambut hari jadi Amarelo Hotel Solo yang ke -13, manajemen Amarelo Hotel menggelar kegiatan Donor Darah untuk Umum bekerja sama dengan Palang Merah Indonesia (PMI). Acara ini diselenggarakan pada Sabtu, 8 November 2025, mulai pukul 08.00 – 12.00 WIB, bertempat di Bougenville Meeting Room, Amarelo Hotel Solo. Yohanes, Marketing Communication dan […]

    expand_less