Evaluasi Kinerja Pengemudi Suroboyo Bus dan WiraWiri Diperketat, Dishub Surabaya Tegaskan Disiplin
- account_circle Diagram Kota
- calendar_month 2 jam yang lalu
- comment 0 komentar
- print Cetak

info Atur ukuran teks artikel ini untuk mendapatkan pengalaman membaca terbaik.
DIAGRAMKOTA.COM – Pemerintah Kota Surabaya kembali memperkuat pengawasan terhadap kinerja pengemudi angkutan umum. Dinas Perhubungan (Dishub) Surabaya akan melakukan evaluasi menyeluruh terhadap seluruh pramudi Suroboyo Bus dan feeder WiraWiri. Langkah ini diambil setelah munculnya keluhan masyarakat mengenai perilaku mengemudi serta insiden kecelakaan yang melibatkan armada tersebut.
Pelaksana Tugas Kepala Dinas Perhubungan Kota Surabaya, Trio Wahyu Bowo, menegaskan bahwa pihaknya tidak akan lagi menoleransi tindakan indisipliner di jalan raya. “Kami ke depan evaluasi. Yang pertama kami akan adakan pembinaan,” ujarnya dalam pernyataannya.
Pembinaan Intensif untuk Seluruh Pengemudi
Sebagai langkah awal, Dishub Surabaya akan menggelar pembinaan intensif bagi seluruh pramudi. Pihak dinas juga akan menerapkan sistem pengawasan yang melibatkan langsung masyarakat pengguna jasa transportasi publik.
Selain itu, di setiap unit Suroboyo Bus dan WiraWiri akan dipasang alat penilaian kepuasan penumpang. Program ini merupakan arahan langsung dari Wali Kota Surabaya Eri Cahyadi untuk menjaga kualitas pelayanan transportasi massal di Kota Pahlawan.
“Program kami akan kami realisasikan yaitu memasang alat puas atau tidak puas di dalam unit. Jadi ketika penumpang turun itu ada pilihan, yaitu memencet (tombol) puas atau tidak puas,” jelas Trio.
Hasil penilaian tersebut akan direkap secara berkala sebagai bahan evaluasi kinerja pengemudi. Apabila dalam kurun waktu satu bulan seorang pengemudi mendapatkan banyak penilaian buruk dari penumpang, Dishub akan memberikan sanksi sesuai tingkat pelanggaran.
“Sanksi administrasi, peringatan, pembekuan atau dia kita sanksi tidak bekerja, sampai dengan pemberhentian,” tegas Trio.
Insiden Kecelakaan Mempercepat Evaluasi
Evaluasi tersebut semakin mendesak setelah insiden kecelakaan Suroboyo Bus yang menabrak truk milik Dinas Sumber Daya Air dan Bina Marga (DSDABM) Kota Surabaya di Jalan Waringin, Kelurahan Sawunggaling, Kecamatan Wonokromo, Selasa 2 Juni 2026.
Berdasarkan laporan investigasi awal dari Unit Pelaksana Teknis Daerah (UPTD) Pengelolaan Transportasi Umum, kecelakaan tersebut diduga disebabkan oleh kelalaian pengemudi bus karena truk milik DSDABM dalam kondisi berhenti.
“Kepala UPTD Bu Eni (Eni Sugiharti) sudah melaporkan bahwa memang terjadi mungkin human error. Human error dari pengemudi Suroboyo Bus. Karena DSDABM truknya itu kan memang dia parkir, jadi tidak bergerak,” ujar Trio.
Saat ini, Dishub Surabaya masih merampungkan pemeriksaan akhir terkait kronologi kecelakaan tersebut. Trio memastikan apabila hasil pemeriksaan membuktikan adanya kelalaian fatal dari pengemudi, sanksi tegas hingga pemberhentian akan diberikan.
“Saya selaku pimpinan Dinas Perhubungan, pasti akan kami sanksi tegas. Nanti bentuknya kami akan pertimbangkan mulai dari peringatan sampai dengan pemberhentian yang bersangkutan,” pungkasnya.
Langkah Menuju Layanan Transportasi yang Lebih Baik
Dengan langkah-langkah ini, Dishub Surabaya berkomitmen untuk meningkatkan kualitas layanan transportasi publik. Pemantauan langsung dari masyarakat dan sistem penilaian kepuasan menjadi bagian penting dari upaya ini.
Pengemudi yang tidak memenuhi standar kedisiplinan akan diambil tindakan tegas. Hal ini dilakukan demi keselamatan dan kenyamanan para pengguna jasa transportasi umum di Kota Surabaya.***

>

Saat ini belum ada komentar