Unik! Festival Rujak Uleg 2026 Makin Meriah, Trufindo Hadirkan “Rujak Derby”
- account_circle Diagram Kota
- calendar_month 3 menit yang lalu
- comment 0 komentar
- print Cetak

Unik! Festival Rujak Uleg 2026 Makin Meriah, Trufindo Hadirkan “Rujak Derby”
info Atur ukuran teks artikel ini untuk mendapatkan pengalaman membaca terbaik.
DIAGRAMKOTA.COM – Festival Rujak Uleg 2026 di Surabaya tampil lebih meriah dengan mengusung tema “Rujak Phoria” yang dipadukan dengan semangat euforia Piala Dunia 2026.
Di tengah kemeriahan festival tahunan tersebut, Trufindo Asta Mandiri turut mencuri perhatian lewat konsep kreatif bertajuk “Rujak Derby: Pertandingan Rasa Paling Panas Sedunia.”
Konsep yang dihadirkan memadukan unsur kuliner tradisional khas Surabaya dengan nuansa pertandingan sepak bola yang atraktif dan menghibur.
Usung Konsep Sepak Bola dalam Sajian Rujak Cingur
Manajer Operasional Trufindo Asta Mandiri, Djoko Ady, mengatakan tema tersebut dipilih karena selaras dengan atmosfer Festival Rujak Uleg 2026 yang sarat semangat sportivitas dan hiburan.
Menurutnya, pendekatan kreatif itu menjadi cara untuk menghadirkan kuliner tradisional dalam kemasan yang lebih segar tanpa meninggalkan identitas khas Surabaya.
“Festival Rujak Uleg tahun ini punya atmosfer yang sangat meriah karena dikaitkan dengan euforia Piala Dunia. Kami ingin ikut membawa semangat itu lewat konsep ‘Rujak Derby’, jadi ada perpaduan antara budaya lokal, kreativitas, dan hiburan yang bisa dinikmati semua kalangan,” kata Djoko Ady saat ditemui di Surabaya Expo Center (SBEC), eks THR-TRS, Sabtu (9/5/2026).
Dalam penampilannya, anggota tim Trufindo tampil sebagai personifikasi bahan rujak cingur seperti cingur, buah-buahan, petis, hingga sayuran.
Pertunjukan dikemas menyerupai pertandingan sepak bola lengkap dengan komentator, koreografi mengulek, hingga selebrasi kemenangan ala pemain bola.
Mini Stadion dan “Rujak Golden Goal” Jadi Daya Tarik
Tak hanya menghadirkan kostum unik, Trufindo juga membuat mini stadion di atas meja penyajian. Cobek besar ditempatkan sebagai titik tengah pertandingan, dilengkapi dekorasi lapangan hijau, gawang mini, hingga jersey warna-warni.
Selain konsep visual, Trufindo juga menghadirkan kreasi menu bertajuk “Rujak Golden Goal” dengan plating menyerupai bola sepak.
Menu tersebut dipadukan dengan saus petis khas dan sentuhan jeruk nipis untuk menghadirkan rasa segar yang berbeda.
Utamakan Kualitas dan Higienitas
Djoko Ady menegaskan bahwa di balik konsep kreatif yang ditampilkan, kualitas rasa dan kebersihan tetap menjadi prioritas utama.
Rujak cingur yang disajikan dibuat dengan komposisi petis seimbang, cingur empuk, dan tingkat kepedasan yang ramah untuk pengunjung umum.
“Kami tidak hanya mengejar tampilan, tetapi juga ingin menunjukkan kerja tim yang rapi dan higienis. Tema boleh seru, tapi kualitas rasa dan proses penyajian tetap jadi prioritas kami,” ujarnya.
Cak Yebe Dorong Festival Jadi Ikon Wisata Budaya
Sementara itu, CEO Trufindo Asta Mandiri, Yona Bagus Widyatmoko, menilai Festival Rujak Uleg memiliki potensi besar untuk terus berkembang sebagai event budaya unggulan Kota Surabaya.
Ketua Komisi A DPRD Surabaya yang akrab disapa Cak Yebe itu mengatakan inovasi tema dan keterlibatan pelaku usaha menjadi faktor penting agar festival tetap relevan dan diminati generasi muda.
“Kami berharap Festival Rujak Uleg bisa terus berkembang dan menjadi kebanggaan Kota Surabaya. Pemkot Surabaya sudah berhasil menjaga tradisi ini tetap hidup, tinggal bagaimana ke depan acaranya terus dibuat kreatif agar makin diminati generasi muda dan wisatawan,” katanya.
Ia juga berharap festival tersebut semakin membuka ruang kolaborasi bagi komunitas, UMKM, hingga perusahaan lokal agar dapat ikut berpartisipasi.
Menurutnya, keterlibatan banyak pihak akan memperkuat Festival Rujak Uleg sebagai identitas budaya sekaligus penggerak ekonomi kreatif Surabaya.
“Harapan kami festival ini bisa terus konsisten hadir dengan konsep-konsep baru tanpa meninggalkan akar budaya Surabaya. Kalau pelaksanaannya terus berkembang dan partisipasinya semakin luas, Festival Rujak Uleg bisa menjadi ikon wisata budaya yang ditunggu masyarakat setiap tahun,” pungkasnya.***

>
>
