ACI Sambut Aturan Potongan Ojol Maksimal 8 Persen: ‘Kami Sudah Terapkan Sejak Awal’
- account_circle Diagram Kota
- calendar_month 49 menit yang lalu
- comment 0 komentar
- print Cetak

info Atur ukuran teks artikel ini untuk mendapatkan pengalaman membaca terbaik.
DIAGRAMKOTA.COM – Kebijakan pemerintah membatasi potongan aplikasi transportasi online maksimal 8 persen mulai mengguncang industri ride-hailing nasional. Aturan ini langsung menjadi sorotan karena selama ini banyak driver mengeluhkan besarnya potongan aplikasi yang dianggap terlalu mencekik pendapatan mereka.
Sejumlah platform transportasi online kini disebut harus putar otak menyesuaikan skema bisnisnya. Pasalnya, selama bertahun-tahun model potongan besar menjadi sumber pemasukan utama perusahaan aplikasi.
Di tengah ramainya polemik tersebut, platform transportasi daring ACI justru tampil percaya diri. Perusahaan ini mengklaim tidak terdampak aturan baru karena sejak awal sudah menerapkan potongan rendah kepada mitra pengemudi, yakni hanya sekitar 5 hingga 8 persen per transaksi.
Executive Vice President Bisnis dan Operasional ACI, Ganesha Aflian, mengatakan kebijakan pemerintah tersebut justru menjadi bukti bahwa konsep bisnis yang dijalankan ACI selama ini berada di jalur yang benar.
“Kami tidak pernah mengambil lebih dari yang seharusnya. Sejak awal, kami percaya bahwa platform yang sehat adalah yang menjaga mitra pengemudinya tetap bisa menghidupi keluarga mereka,” ujar Ganesha.
Menurutnya, regulasi baru itu bukan ancaman bagi perusahaan, melainkan penguatan terhadap prinsip yang sejak awal dipegang ACI.
“Regulasi ini bukan beban bagi ACI, melainkan validasi bahwa jalan yang kami pilih memang benar. Kami bangga dan akan terus menjaga komitmen ini,” tegasnya.
Dengan skema yang sudah berjalan sejak awal, ACI memastikan para mitra pengemudi tidak mengalami perubahan potongan maupun pengurangan pendapatan tambahan akibat aturan baru tersebut.
Salah satu driver ACI, Minarno, mengaku alasan dirinya bertahan karena sistem potongan yang dinilai lebih manusiawi dibanding platform lain.
“Saya sudah cukup lama bergabung dengan ACI. Yang membuat saya bertahan karena potongannya kecil, jadi pendapatan terasa lebih utuh,” katanya.
Ia menyebut regulasi pembatasan potongan 8 persen seolah mempertegas bahwa keluhan driver selama ini memang nyata terjadi di lapangan.
“Saat mendengar aturan 8 persen, saya justru tersenyum karena ACI sudah menerapkannya sejak dulu,” imbuhnya.
Selain soal potongan aplikasi, ACI juga memperkenalkan promo gratis ongkos kirim untuk layanan ACIFood. Perusahaan memastikan seluruh biaya promo ditanggung penuh oleh manajemen tanpa memotong penghasilan driver.
ACI menilai industri transportasi online hanya bisa tumbuh sehat jika kesejahteraan mitra pengemudi ikut dijaga, bukan sekadar mengejar keuntungan perusahaan aplikasi semata. (dk/nw)

>
>
