Revitalisasi Pasar Tradisional Surabaya: Fokus Pada Infrastruktur dan Kesejahteraan Pedagang
- account_circle Diagram Kota
- calendar_month 9 jam yang lalu
- comment 0 komentar
- print Cetak

info Atur ukuran teks artikel ini untuk mendapatkan pengalaman membaca terbaik.
DIAGRAMKOTA.COM – Pemerintah Kota Surabaya terus mempercepat proses revitalisasi lima pasar tradisional yang menjadi pusat aktivitas ekonomi masyarakat. Proyek ini bertujuan untuk meningkatkan kualitas fasilitas perdagangan sekaligus memastikan perlindungan konsumen yang lebih baik. Lima lokasi yang menjadi fokus penataan adalah Pasar Tembok Dukuh, Pasar Kembang, Pasar Babakan Baru, Pasar Wonokromo, dan Pasar Simo Gunung.
Dalam wawancara dengan media, Kepala Dinas Perumahan Rakyat dan Kawasan Permukiman serta Pertanahan (DPRKPP) Surabaya, Iman Krestian menjelaskan bahwa penataan ini dilakukan agar pasar kembali berfungsi secara optimal. “Fokusnya pada infrastruktur dasar seperti drainase, perbaikan dan perkerasan lantai, serta penataan area pedagang. Selain itu, juga dilakukan perbaikan minor seperti penanganan kebocoran,” ujarnya.
Penanganan Spesifik di Pasar Tembok Dukuh
Salah satu contoh proyek yang sedang dikerjakan adalah Pasar Tembok Dukuh. Sebelum direvitalisasi, pasar ini sering tergenang air saat hujan karena saluran drainase yang sempit dan sudah tua. Selain itu, posisi lantai yang lebih rendah dari badan jalan menyebabkan aktivitas jual beli tidak nyaman dan mendorong pedagang berjualan hingga ke badan jalan.
“Atas arahan Bapak Wali Kota Eri, penataan dilakukan agar pedagang kembali masuk ke dalam pasar. Kami benahi layanan dasarnya supaya pasar lebih nyaman dan aktivitas ekonomi kembali hidup,” jelas Iman.
Pendekatan Berbeda Sesuai Kebutuhan
Setiap pasar memiliki kebutuhan penanganan yang berbeda sesuai kondisi fisik dan kebutuhan masyarakat setempat. Pemkot Surabaya melakukan pendekatan yang fleksibel agar setiap pasar dapat berfungsi secara maksimal setelah direvitalisasi. Hal ini mencerminkan komitmen pemerintah dalam menghadirkan lingkungan perdagangan yang aman, nyaman, dan berkelanjutan.
Target Pengerjaan Hingga Mei 2026
Seluruh proyek revitalisasi ditargetkan rampung pada pertengahan Mei 2026. Dengan waktu yang cukup panjang, pihak terkait berharap semua penanganan bisa dilakukan secara optimal tanpa mengganggu aktivitas perdagangan masyarakat.
Dampak Ekonomi dan Sosial
Revitalisasi pasar tidak hanya berdampak pada infrastruktur, tetapi juga pada kesejahteraan para pedagang dan pengunjung. Dengan penataan yang baik, diharapkan jumlah pengunjung meningkat dan aktivitas bisnis lebih lancar. Selain itu, penanganan masalah drainase dan lantai akan mengurangi risiko banjir dan kecelakaan akibat permukaan yang tidak rata.
Langkah Pemerintah dalam Meningkatkan Kualitas Layanan
Pemkot Surabaya juga telah melakukan beberapa langkah lain untuk meningkatkan kualitas layanan pasar. Misalnya, penertiban pedagang liar dan larangan menjual barang hidup di luar area pasar. Langkah ini bertujuan untuk memastikan kebersihan dan ketertiban di sekitar pasar.
Tantangan dan Solusi
Meski ada tantangan dalam proses revitalisasi, seperti anggaran dan koordinasi antarinstansi, pemerintah tetap berkomitmen menyelesaikan proyek ini sesuai rencana. Dengan kolaborasi yang baik dan perencanaan yang matang, diharapkan hasilnya dapat dirasakan oleh seluruh masyarakat Surabaya.
Proyek revitalisasi pasar tradisional di Surabaya merupakan langkah penting dalam meningkatkan kualitas hidup masyarakat. Dengan fokus pada infrastruktur dasar dan penataan yang sesuai kebutuhan, diharapkan pasar dapat menjadi tempat yang nyaman dan produktif bagi pedagang maupun konsumen.***

>

Saat ini belum ada komentar