Revitalisasi Distrik Kota Lama Surabaya dengan Konsep Kuliner dan Ruang Publik
- account_circle Diagram Kota
- calendar_month 8 jam yang lalu
- comment 0 komentar
- print Cetak

info Atur ukuran teks artikel ini untuk mendapatkan pengalaman membaca terbaik.
DIAGRAMKOTA.COM – Surabaya, kota yang kaya akan sejarah dan budaya, kini tengah mengalami transformasi signifikan di kawasan Kota Lama. Salah satu inisiatif terbaru yang menarik perhatian adalah proyek Pos Bloc yang bertujuan untuk membangkitkan kembali distrik tersebut melalui konsep kuliner dan ruang publik. Proyek ini tidak hanya menawarkan pengalaman makan yang unik, tetapi juga menjadi pusat kreativitas bagi generasi muda.
Membangun Pusat Ruang Publik untuk Anak Muda
Jimmy Saputro, CEO Pos Bloc Group, menjelaskan bahwa tujuan utama dari proyek ini adalah untuk menciptakan pusat ruang publik baru yang dapat menarik perhatian anak muda, khususnya di wilayah Surabaya Utara. Ia menyatakan bahwa saat ini fokus anak muda cenderung berada di bagian barat dan timur kota, sehingga diperlukan suatu magnet yang bisa menarik mereka ke kawasan Kota Lama.
“Masalahnya sekarang ini kalau kita boleh ngomong dan saya pelajari Surabaya itu sekarang anak mudanya banyak yang fokusnya di barat dan timur,” ujarnya. Untuk menarik pengunjung, pihaknya merancang area Kantor Pos Pusat menjadi tempat kuliner yang menarik. “Karena kalau tanpa itu (magnet pengunjung) orang ke sini enggak ada tujuannya.”
Menjadi Magnet untuk Pengunjung dan Pebisnis Lokal
Restoran yang akan dibangun di area tersebut diharapkan menjadi magnet bagi pengunjung dan juga para pebisnis lokal. Jimmy menegaskan bahwa jika restoran ini ramai, maka kemungkinan besar akan muncul usaha-usaha lain seperti warung kopi atau toko oleh-oleh.
“Kalau ini nanti ramai, mungkin (yang lain) mau buka warung kopi,” tambahnya. Dengan demikian, proyek ini tidak hanya memberi dampak ekonomi langsung, tetapi juga membuka peluang bagi pengusaha lokal untuk berkembang.
Ruang Kreatif yang Beragam
Selain sebagai pusat kuliner, kawasan seluas 1,2 hektare ini juga akan menjadi pusat ruang kreatif bagi anak muda. Jimmy menjelaskan bahwa terdapat hanggar besar yang dapat digunakan untuk berbagai acara, termasuk pertunjukan musik.
“Kita juga punya hanggar yang cukup besar untuk acara-acara. Kalau acara-acara musik biasanya kita bisa muat sampai mungkin 1.000 sampai 1.500 orang yang sebetulnya enggak banyak pilihan di daerah sini gitu ya,” jelasnya. Dengan adanya ruang ini, kawasan Kota Lama Surabaya akan menjadi tempat yang lebih dinamis dan penuh aktivitas.
Restoran dengan Nama yang Berkaitan dengan Sejarah
Steffiani Setyadji, Direktur 10 Regentstraat, menjelaskan bahwa nama restoran ini dipilih sesuai dengan nama kawasan asli. “Nama kawasannya Regentstraat, 10 itu karena Jalan Kebon Rojo nomor 10,” katanya. Restoran ini menyediakan berbagai hidangan nusantara yang tidak hanya menjadi tempat makan, tetapi juga destinasi wisata.
“Perencanaan Pak Wali (Eri Cahyadi Wali Kota Surabaya), kita mau dihidupkan ekonomi di Kota Lama Surabaya,” tambahnya. Dengan demikian, proyek ini juga menjadi bagian dari upaya pemerintah dalam mengembangkan pariwisata dan ekonomi lokal.
Mempertahankan Cagar Budaya
Interior restoran tidak mengubah bangunan asli cagar budaya tipe A yang sangat dilindungi. Steffiani menyatakan bahwa pihaknya hanya menambah ornamen lampu untuk mempercantik tampilan. “Saya pengin bangunannya itu masih seperti bangunan aslinya. Yang kita lakukan di tempat ini sebenarnya enggak banyak loh. Atas ini kita biarkan. Yang kita tambahin apa? Kita tambahin lampu,” ujarnya.
Tantangan dan Peluang di Masa Depan
Meskipun proyek ini menawarkan banyak potensi, ada tantangan yang harus dihadapi. Salah satunya adalah memastikan bahwa konsep ini dapat bertahan dalam jangka panjang. Selain itu, perlu ada dukungan dari pemerintah dan masyarakat setempat agar proyek ini benar-benar memberikan dampak positif.
Namun, dengan visi yang jelas dan komitmen dari semua pihak, proyek Pos Bloc memiliki potensi besar untuk menjadi contoh sukses dalam revitalisasi kawasan bersejarah. Dengan kombinasi antara sejarah, budaya, dan inovasi, Kota Lama Surabaya dapat kembali menjadi pusat kegiatan yang dinamis dan menarik bagi semua kalangan.***

>

Saat ini belum ada komentar