Kenaikan Kepemilikan Saham PT Paraga Artamida di BSDE
- account_circle Diagram Kota
- calendar_month 14 jam yang lalu
- comment 0 komentar
- print Cetak

info Atur ukuran teks artikel ini untuk mendapatkan pengalaman membaca terbaik.
DIAGRAMKOTA.COM – Pengendali PT Bumi Serpong Damai Tbk (BSDE), PT Paraga Artamida, melakukan pembelian besar-besaran terhadap saham emiten Grup Sinar Mas. Transaksi ini dilakukan pada 28 April 2026 dengan jumlah 1,7 miliar lembar saham yang dibeli dengan harga rata-rata Rp 880 per lembar. Total nilai transaksi mencapai sekitar Rp 1,5 triliun.
“Setelah transaksi ini, porsi kepemilikan langsung PT Paraga Artamida di BSDE meningkat dari 40,53% menjadi 48,62%,” jelas analisis dari Stockbit Sekuritas berdasarkan keterbukaan informasi perusahaan.
Pembelian saham ini menunjukkan kepercayaan besar dari pemilik modal terhadap prospek bisnis Bumi Serpong Damai. Meski dalam tiga bulan terakhir, saham BSDE mengalami penurunan sebesar 14,92%, namun peningkatan kepemilikan oleh investor utama memberikan sinyal positif bagi pasar.
Performa Keuangan dan Valuasi BSDE
Meskipun saham BSDE stagnan pada level Rp 770 pada perdagangan Rabu (6/5/2026), valuasi perusahaan masih tergolong rendah. Rasio price to book value (PBV) hanya sebesar 0,37 kali, sedangkan price earning ratio (PER) sebesar 6,40 kali. Hal ini menunjukkan bahwa saham BSDE masih tergolong murah dibandingkan dengan sektor properti secara umum.
Sementara itu, BSDE belum meluncurkan laporan keuangan kuartal I-2026 karena sedang dalam proses audit. Namun, data keuangan tahun 2025 menunjukkan bahwa perusahaan mencatatkan laba bersih sebesar Rp 2,54 triliun dengan pendapatan usaha mencapai Rp 12,7 triliun.
Kinerja Operasional di Awal Tahun 2026
Bumi Serpong Damai memulai tahun 2026 dengan kinerja positif. Perusahaan mencatatkan prapenjualan sebesar Rp 2,54 triliun pada kuartal I-2026, yang setara dengan 25% dari target tahunan sebesar Rp 10 triliun. Angka ini meningkat sebesar 5% secara tahunan dibandingkan periode yang sama tahun sebelumnya sebesar Rp 2,43 triliun.
Kenaikan ini mencerminkan daya tahan sektor properti residensial nasional, meskipun kondisi pasar saat ini masih dinamis. Kinerja tersebut didorong oleh kontribusi kuat dari segmen residensial sebesar Rp 1,23 triliun (49%), diikuti oleh segmen komersial sebesar Rp 944,14 miliar (37%), serta lain-lain sebesar Rp 364,39 miliar (14%).
Proyek Utama dan Strategi Pengembangan
Sebagai pengembang kota mandiri terbesar di Indonesia, BSDE memiliki proyek unggulan bernama BSD City. Proyek ini menjadi salah satu pusat perkembangan properti yang strategis dan memiliki potensi pertumbuhan tinggi. Dengan infrastruktur yang lengkap dan fasilitas yang memadai, BSD City terus menarik minat para pembeli dan investor.
Strategi pengembangan BSDE juga mencakup diversifikasi portofolio, baik dalam segmen residensial maupun komersial. Ini membantu perusahaan untuk tetap stabil dalam menghadapi fluktuasi pasar.
Tantangan dan Peluang di Sektor Properti
Meski ada peningkatan kinerja, sektor properti tetap menghadapi tantangan, seperti fluktuasi harga bahan bangunan dan persaingan ketat antar pengembang. Namun, BSDE telah menunjukkan kemampuan untuk bertahan dan bahkan berkembang dalam situasi yang tidak pasti.
Dengan strategi yang solid dan dukungan dari investor utama, BSDE memiliki peluang besar untuk terus tumbuh dan memperkuat posisinya sebagai salah satu pengembang properti terkemuka di Indonesia.***

>
>

Saat ini belum ada komentar