Pengangkatan Anas Karno sebagai Anggota DPRD Surabaya: Proses dan Makna Kembali ke Legislatif
- account_circle Diagram Kota
- calendar_month 10 jam yang lalu
- comment 0 komentar
- print Cetak

info Atur ukuran teks artikel ini untuk mendapatkan pengalaman membaca terbaik.
DIAGRAMKOTA.COM – Anas Karno, putra dari almarhum Adi Sutarwijono, resmi dilantik sebagai anggota Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Surabaya melalui proses Pergantian Antar Waktu (PAW). Pelantikan ini berlangsung dalam Rapat Paripurna yang dipimpin oleh Wakil Ketua DPRD Bahtiyar Rifai. Acara dihadiri oleh jajaran pejabat Pemkot Surabaya, unsur forkopimda, serta 37 anggota dewan lainnya.
Proses Pelantikan yang Mengacu pada Keputusan Gubernur Jawa Timur
Keputusan pelantikan Anas Karno didasarkan pada Keputusan Gubernur Jawa Timur Nomor 100.3.3.1-319-KBTS-01.2-2026 tanggal 23 April 2026. Dalam keputusan tersebut, almarhum Adi Sutarwijono, yang meninggal pada 10 Februari 2026, secara resmi diberhentikan sebagai anggota DPRD Surabaya untuk masa jabatan 2024–2029. Sebagai penggantinya, Anas Karno diangkat untuk menjalani sisa masa jabatan hingga akhir periode tersebut.
Prosesi pengucapan sumpah dilakukan dalam rapat paripurna, yang menandai kembalinya Anas Karno ke kursi legislatif Surabaya. Acara ini berjalan dengan khidmat dan menjadi momen penting bagi fraksi PDI Perjuangan.
Tanggung Jawab dan Komitmen Anas Karno
Setelah dilantik, Anas Karno menyatakan siap menjalankan tugasnya sebagai wakil rakyat. Ia menekankan bahwa fungsi pengawasan dan kedekatan dengan masyarakat tetap menjadi prioritas utamanya. “Sebagai kader partai, saya akan patuh pada perintah partai dan menjalankan tugas sesuai garis perjuangan,” ujarnya.
Ia juga menegaskan bahwa ia akan menjaga komitmen terhadap aspirasi masyarakat dan menjalankan tanggung jawabnya dengan penuh kesadaran dan tanggung jawab.
Peran Fraksi PDI Perjuangan dalam DPRD Surabaya
Ketua DPRD Surabaya, Syaifuddin Zuhri, menyambut baik kehadiran Anas Karno. Menurutnya, kehadiran Anas akan memperkuat soliditas fraksi PDI Perjuangan dalam memperjuangkan aspirasi masyarakat. “Kami berharap Pak Anas dapat langsung beradaptasi dan bersama-sama menjadi corong rakyat,” katanya.
Syaifuddin menilai bahwa Anas Karno memiliki potensi besar untuk memberikan kontribusi positif dalam pembangunan Surabaya, terutama dalam mengakomodasi kebutuhan masyarakat yang selama ini belum terpenuhi.
Konteks Politik dan Masa Depan DPRD Surabaya
Pelantikan Anas Karno juga menjadi bagian dari dinamika politik di Surabaya. Sebelumnya, Syaifuddin Zuhri telah resmi memimpin DPRD Surabaya secara de facto setelah sejumlah anggota dewan berganti. Kehadiran Anas Karno diharapkan bisa memperkuat koalisi dan menjaga stabilitas kerja sama antar fraksi.
Selain itu, pelantikan ini juga menjadi momentum untuk mengevaluasi kinerja DPRD Surabaya dalam menjalankan tugas-tugas legislatif dan pengawasan. Dengan adanya anggota baru, harapan besar diarahkan agar kinerja DPRD semakin optimal dan responsif terhadap kebutuhan masyarakat.
Tantangan dan Harapan Masa Depan
Meski pelantikan berjalan lancar, Anas Karno dihadapkan pada tantangan yang tidak mudah. Ia harus cepat beradaptasi dengan dinamika politik dan kebijakan daerah. Selain itu, ia juga harus membuktikan bahwa ia mampu menjalankan tugas dengan baik, baik dalam hal pengawasan maupun penyusunan kebijakan yang pro-rakyat.
Harapan besar diarahkan kepada Anas Karno untuk menjadi wakil rakyat yang transparan, akuntabel, dan proaktif dalam menjalankan perannya. Dengan latar belakang keluarga yang memiliki pengaruh di Surabaya, ia diharapkan mampu menjadi teladan dalam menjaga etika dan integritas politik.***

>

Saat ini belum ada komentar