Pemkot Surabaya Berupaya Cegah Banjir dengan Normalisasi Sungai Kalianak
- account_circle Diagram Kota
- calendar_month 7 jam yang lalu
- comment 0 komentar
- print Cetak

info Atur ukuran teks artikel ini untuk mendapatkan pengalaman membaca terbaik.
DIAGRAMKOTA.COM – Pemerintah Kota (Pemkot) Surabaya terus berupaya meminimalkan risiko banjir di wilayah sekitar Sungai Kalianak. Salah satu langkah yang dilakukan adalah normalisasi sungai, yang dilaksanakan bersama Balai Besar Wilayah Sungai (BBWS) Brantas. Proses ini bertujuan untuk mengembalikan fungsi sungai sebagai saluran air yang efisien dan mencegah terjadinya genangan air saat musim hujan.
Pelaksanaan Pembongkaran Bangunan di Dua Lokasi Berbeda
Dalam tahap II normalisasi, petugas gabungan dari Satuan Polisi Pamong Praja (Satpol PP), Dinas Sumber Daya Air dan Bina Marga (DSDABM), serta Dinas Perumahan Rakyat, Kawasan Permukiman, dan Pertanahan (DPRKPP) melakukan pembongkaran bangunan milik warga di dua lokasi, yaitu Jalan Genting Kalianak, Kecamatan Asemrowo, dan Jalan Bunga Rampai, Kecamatan Krembangan.
Kepala Satpol PP Kota Surabaya, Achmad Zaini, menjelaskan bahwa pembongkaran dilakukan setelah melalui beberapa tahapan yang telah disiapkan oleh pihak Pemkot. Proses ini dimulai sejak Selasa lalu dan masuk pada hari kedua pada Jumat (24/4).
Tahapan yang Dilalui Sebelum Pembongkaran
Sebelum pelaksanaan pembongkaran, pihak terkait telah melakukan sosialisasi kepada warga, penandaan bangunan, hingga penyampaian surat pemberitahuan tahap satu hingga tiga. “Seluruh tahapan telah kami lalui, sehingga saat ini masuk pada tahap pembongkaran bangunan,” jelas Zaini.
Proses pembongkaran dilakukan dengan pendekatan humanis, di mana petugas membantu warga dalam memindahkan barang yang masih dapat digunakan, menurunkan atap, serta membongkar bagian bangunan secara bertahap. Tujuannya adalah agar prosesnya lebih aman dan lancar tanpa merusak bagian lain.
Bantuan Pemindahan Barang ke Lokasi Lain
Selain itu, petugas juga membantu warga yang terdampak untuk memindahkan barang ke lokasi tujuan sesuai kebutuhan. Beberapa warga bahkan meminta bantuan pemindahan barang hingga ke Lamongan, yang kemudian difasilitasi oleh pihak Pemkot.
“Kami memastikan pendekatan yang dilakukan tetap humanis. Barang-barang yang masih layak pakai kami bantu angkut, agar dapat dimanfaatkan kembali,” tegas Zaini.
Pengamanan Selama Proses Pembongkaran
Untuk mendukung kelancaran dan keamanan selama proses pembongkaran, petugas juga melakukan pemutusan sementara aliran listrik dan air oleh PLN dan PDAM. Langkah ini dilakukan untuk mengantisipasi potensi bahaya selama pembongkaran berlangsung.
Kepala Bidang Pengendalian Ketentraman dan Ketertiban Umum Satpol PP Kota Surabaya, Mudita Dhira Widaksa, menjelaskan bahwa koordinasi dengan PLN dan PDAM dilakukan untuk memastikan keamanan selama proses berlangsung. “Kami berkoordinasi dengan PLN dan PDAM, untuk melakukan pemutusan sementara aliran listrik dan air, di bangunan yang dibongkar, guna mengantisipasi potensi bahaya,” ujar Mudita.
Target Penyelesaian Proses Pembongkaran
Proses pembongkaran akan terus dilakukan hingga seluruh tahapan selesai, dengan target mencapai STA 1360 sesuai rencana pelaksanaan. “Kami menargetkan proses ini berjalan lancar hingga STA 1360, dengan tetap mengedepankan koordinasi, serta pendekatan humanis agar situasi tetap kondusif,” pungkasnya.***

>

Saat ini belum ada komentar