Breaking News
light_mode
Trending Tags
Beranda » PERISTIWA » DAERAH » Penguatan Gotong Royong di Surabaya Melalui Kampung Pancasila

Penguatan Gotong Royong di Surabaya Melalui Kampung Pancasila

  • account_circle Diagram Kota
  • calendar_month Selasa, 21 Apr 2026
  • comment 0 komentar
  • print Cetak

info Atur ukuran teks artikel ini untuk mendapatkan pengalaman membaca terbaik.

DIAGRAMKOTA.COM – Pemerintah Kota Surabaya terus berupaya memperkuat nilai-nilai gotong royong dengan meluncurkan program Kampung Pancasila. Program ini bertujuan untuk membangun kembali semangat kebersamaan dan solidaritas di tingkat masyarakat, khususnya di lingkungan RW. Dalam pelaksanaannya, sebanyak 12 ribu Aparatur Sipil Negara (ASN) akan terlibat sebagai pendamping dalam penerapan program ini.

Visi dan Filosofi Kampung Pancasila

Wali Kota Surabaya Eri Cahyadi menegaskan bahwa filosofi Kampung Pancasila tidak hanya sekadar slogan, tetapi harus menjadi bagian dari kehidupan sehari-hari. Ia menyatakan bahwa Surabaya telah memiliki toleransi yang tinggi sejak era 1960-an, yang merupakan fondasi utama dalam membangun kota ini.

“Sejak tahun 1960 Surabaya itu sudah punya toleransi yang tinggi. Ini yang harus kita pegang dan kita lanjutkan. Maka kampung Pancasila ini tidak boleh berhenti, dan Surabaya harus tegak berdiri dengan gotong-royong,” ujar Eri Cahyadi.

Ia juga mengingatkan pentingnya peran generasi muda dalam menjaga semangat gotong royong. Salah satu contoh yang ia sampaikan adalah konsep kesejahteraan kolektif melalui distribusi zakat, infaq, dan sedekah seperti yang diterapkan pada masa kepemimpinan Sayyidina Utsman bin Affan.

Pendekatan Berbasis Lingkungan dan Sosial Budaya

Di bidang lingkungan, Wali Kota Eri meminta warga untuk mulai memilah sampah dari rumah. Menurutnya, hal ini tidak hanya membantu lingkungan, tetapi juga memiliki nilai ekonomi yang bisa dimanfaatkan untuk kegiatan sosial.

“Bayangkan kalau (botol plastik) itu sudah dipisah di masing-masing RW, kemudian botolnya dijual, itu bisa menghasilkan uang, masuk ke kas RW, dibuat pergerakan sosial. Itu luar biasa,” ujarnya.

Sementara itu, di bidang sosial budaya, program ini juga fokus pada penguatan solidaritas antarwarga, terutama dalam membantu masyarakat kurang mampu melalui mekanisme gotong royong. Ia menekankan pentingnya penyaluran bantuan yang tepat sasaran dan berdasarkan kebutuhan warga setempat.

Peran ASN dan Partisipasi Masyarakat

Program Kampung Pancasila tidak hanya melibatkan pemerintah, tetapi juga seluruh elemen masyarakat. Pemkot Surabaya menerjunkan sekitar 12 ribu ASN sebagai pendamping untuk 1.361 RW agar program ini dapat berjalan efektif dan menjangkau kebutuhan warga secara langsung.

Kepala Satuan Tugas Kampung Pancasila Kota Surabaya, Irvan Widyanto, menjelaskan bahwa program ini dirancang untuk memberdayakan seluruh unsur masyarakat di tingkat RW. Ia menekankan bahwa partisipasi aktif dari warga, termasuk pemuda, organisasi kepemudaan, dan kelompok keagamaan, sangat penting dalam kesuksesan program ini.

“Jadi diharapkan semua elemen terlibat tanpa memandang suku, tanpa memandang agama apapun,” katanya.

Empat Pilar Utama Kampung Pancasila

Dalam pelaksanaannya, Kampung Pancasila dibagi ke dalam empat pilar utama, yaitu lingkungan, kemasyarakatan, ekonomi, dan sosial budaya. Setiap pilar memiliki peran masing-masing dalam memperkuat komunitas dan memastikan keberlanjutan program.

Selain itu, pengalaman saat pandemi COVID-19 menjadi inspirasi dalam merumuskan filosofi Kampung Pancasila. Saat itu, nilai gotong royong tumbuh secara spontan di tengah masyarakat tanpa intervensi pemerintah. Pengalaman ini kemudian dijadikan dasar untuk memperkuat solidaritas sosial di tingkat RW.

Keberlanjutan dan Keterlibatan Aktif

Eri Cahyadi menegaskan bahwa setiap persoalan harus diselesaikan di tingkat RW dengan dukungan pemerintah. Namun, hal ini memerlukan laporan aktif dari masyarakat, baik dari Kader Surabaya Hebat (KSH), PKK, maupun pengurus RT/RW.

“Jadi kalau ada masalah fasum atau anak tidak bisa sekolah, itu harusnya selesai di RW dengan pemerintah kotanya turun. Tapi apakah pemerintah kota sendiri bisa? Tentu tidak bisa kalau tidak ada laporan, tidak ada pergerakan dari RW,” katanya.

Dengan adanya keterlibatan aktif dari berbagai elemen masyarakat, Kampung Pancasila diharapkan mampu menjadi solusi berkelanjutan dalam membangun masyarakat yang lebih harmonis dan sejahtera.***

Penulis

Berita Hari ini Terbaru dan Terkini Diagramkota.com

Komentar (0)

Saat ini belum ada komentar

Silahkan tulis komentar Anda

Email Anda tidak akan dipublikasikan. Kolom yang bertanda bintang (*) wajib diisi

Rekomendasi Untuk Anda

  • Digeo Mauricio layak dijuluki Drogbinha! Rasa laparnya kembali bersama Persebaya Surabaya

    Digeo Mauricio layak dijuluki Drogbinha! Rasa laparnya kembali bersama Persebaya Surabaya

    • calendar_month Selasa, 23 Des 2025
    • account_circle Diagram Kota
    • visibility 125
    • 0Komentar

    DIAGRAMKOTA.COM — Terbongkar alasan Diego Mauricio mendapat julukan Drogbinha yang haus gol di Persebaya Surabaya. Julukan itu bukan sekadar pemanis, melainkan lahir dari gaya main, karakter, dan dampak nyata sang striker di lini depan Green Force. Diego Mauricio akhirnya mendapat kesempatan starter untuk kali pertama musim ini bersama Persebaya Surabaya. Kepercayaan itu langsung dibayar dengan performa […]

  • Ketua Komisi A Desak KPU Manfaatkan Badan Ad-Hoc untuk Capai Target Partisipasi Masyarakat

    Ketua Komisi A Desak KPU Manfaatkan Badan Ad-Hoc untuk Capai Target Partisipasi Masyarakat

    • calendar_month Selasa, 29 Okt 2024
    • account_circle Diagram Kota
    • visibility 351
    • 0Komentar

    DIAGRAMKOTA.COM – Ketua Komisi A Bidang Pemerintahan dan Kesejahteraan Rakyat DPRD Kota Surabaya, Yona Bagus Widyatmoko mendorong Komisi Pemilihan Umum (KPU) untuk memaksimalkan peran badan Ad-Hoc dalam mencapai target partisipasi masyarakat. Menurutnya, KPU Kota Surabaya menempatkan target dalam Pemilihan Kepala Daerah (Pilkada) Serentak 2024 ini sebesar 77 persen. Akan tetapi, target tersebut dinilai memerlukan kerja […]

  • PMII Jatim Kritisi Usulan PDIP: Polri Harus Tetap Independen

    PMII Jatim Kritisi Usulan PDIP: Polri Harus Tetap Independen

    • calendar_month Senin, 2 Des 2024
    • account_circle Diagram Kota
    • visibility 264
    • 0Komentar

    DIAGRAMKOTA.COM – Rencana Partai Demokrasi Indonesia Perjuangan (PDIP) untuk menempatkan Polri di bawah Kementerian Dalam Negeri (Kemendagri) atau Tentara Nasional Indonesia (TNI) menuai kritik tajam dari berbagai pihak, termasuk Pergerakan Mahasiswa Islam Indonesia (PMII) Jawa Timur. Ketua Pengurus Koordinator Cabang (PKC) PMII Jawa Timur, Baijuri, menyatakan kekhawatirannya bahwa langkah ini berpotensi mengundang intervensi politik dalam […]

  • Jelang Ramadhan Polres Bondowoso Cek Ketersediaan dan Penyaluran Gas Melon

    Jelang Ramadhan Polres Bondowoso Cek Ketersediaan dan Penyaluran Gas Melon

    • calendar_month Sabtu, 31 Jan 2026
    • account_circle Teguh Priyono
    • visibility 121
    • 0Komentar

    DIAGRAMKOTA.COM – Polres Bondowoso, Polda Jatim menerjunkan personel Satreskrim mendatangi lokasi pangkalan serta agen gas melon (LPG 3kg) untuk melakukan pengecekan ketersediaan LPG bersubsidi tersebut. Langkah itu sebagai respon cepat adanya sebuah video antrean panjang warga saat membeli gas yang viral di media sosial. Pada video itu tampak seperti ada fenomena kelangkaan gas melon atau […]

  • Vivo V70 , iQOO 15R

    Peluncuran Smartphone Baru Vivo V70 dan iQOO 15R di Indonesia Tahun 2026

    • calendar_month Minggu, 11 Jan 2026
    • account_circle Diagram Kota
    • visibility 163
    • 0Komentar

    DIAGRAMKOTA.COM – PT Vivo Mobile Indonesia menunjukkan persiapan yang matang untuk memasuki pasar ponsel pintar Tanah Air pada kuartal pertama tahun 2026. Kepastian ini muncul setelah lima perangkat baru dari merek Vivo dan sub-brand iQOO resmi mendapatkan sertifikat dari Direktorat Jenderal Sumber Daya dan Perangkat Pos dan Informatika (SDPPI) Kementerian Komunikasi dan Digital (Komdigi), serta memenuhi […]

  • Polsek Kenjeran Amankan Dua Pelaku Curas yang Beraksi di Jembatan Kedinding Lor Surabaya

    Polsek Kenjeran Amankan Dua Pelaku Curas yang Beraksi di Jembatan Kedinding Lor Surabaya

    • calendar_month Selasa, 7 Okt 2025
    • account_circle Teguh Priyono
    • visibility 273
    • 0Komentar

    DIAGRAMKOTA.COM – Unit Reskrim Polsek Kenjeran berhasil mengungkap kasus pencurian dengan kekerasan (curas) jambret handphone (HP) yang terjadi di kawasan Jembatan Kedinding Lor, Surabaya, pada Sabtu (4/10) malam. Dalam peristiwa tersebut, seorang mahasiswi menjadi korban penjambretan oleh dua tersangka MS, 27, dan ZZ, 20, merupakan warga Jalan Tenggumung Wetan, Surabaya. Kapolsek Kenjeran Kompol Yuyus Andriastanto […]

expand_less