Tegas! Armuji Minta Warga Tolak Pembayaran Parkir Cash
- account_circle Diagram Kota
- calendar_month 1 jam yang lalu
- comment 0 komentar
- print Cetak

info Atur ukuran teks artikel ini untuk mendapatkan pengalaman membaca terbaik.
DIAGRAMKOTA.COM – Wakil Wali Kota Surabaya, Armuji, mengajak seluruh masyarakat mendukung kebijakan digitalisasi parkir yang mulai diterapkan di Kota Pahlawan. Sistem pembayaran non-tunai dinilai sebagai kebutuhan di era modern sekaligus meningkatkan transparansi.
Parkir Nontunai Jadi Kebutuhan Zaman
Cak Ji, sapaan akrab Armuji, menegaskan bahwa sistem parkir konvensional dengan uang tunai sudah tidak relevan lagi.
“Tidak bisa melawan zaman. Wis gak usum karcis parkir karo bayar tunai. Semua harus nontunai,” ujarnya, Rabu (8/4/2026).
Ia menekankan, masyarakat harus mulai terbiasa menggunakan sistem pembayaran digital dalam aktivitas sehari-hari, termasuk saat membayar parkir.
Semua Titik Parkir Wajib Beralih ke Digital
Pemerintah Kota Surabaya memastikan seluruh parkir tepi jalan umum (TJU) serta tempat usaha seperti rumah makan dan pusat bisnis wajib menerapkan sistem nontunai.
Namun, dalam pelaksanaannya sempat terjadi insiden saat sosialisasi di kawasan Manyar yang berujung aksi kekerasan.
Meski begitu, Armuji tetap meminta semua pihak mematuhi aturan yang telah ditetapkan.
Dishub Siapkan QRIS hingga Voucher Minimarket
Untuk mempermudah masyarakat, Dinas Perhubungan (Dishub) Kota Surabaya menyediakan berbagai opsi pembayaran digital.
Mulai dari QRIS, kartu uang elektronik (e-money), hingga rencana penyediaan voucher parkir di minimarket.
Langkah ini diharapkan bisa menjangkau seluruh lapisan masyarakat, termasuk yang belum terbiasa dengan aplikasi digital.
Jukir Wajib Taat, Masyarakat Diminta Aktif Mengawasi
Armuji menegaskan bahwa para juru parkir (jukir) wajib mengikuti aturan yang berlaku.
“Semua jukir harus mengikuti aturan. Mereka hidup di Pemkot Surabaya, jadi harus patuh,” tegasnya.
Tak hanya itu, masyarakat juga diminta berperan aktif dalam mengawasi praktik di lapangan.
Armuji Minta Warga Berani Tolak Parkir Tunai
Cak Ji bahkan mendorong masyarakat untuk berani menolak praktik parkir tunai yang masih dilakukan oknum jukir.
“Jangan terima karcis dari jukir nakal. Tolak kalau tidak ada pembayaran digital, minta nontunai saja,” ujarnya.
Langkah ini dinilai penting untuk mempercepat transisi menuju sistem parkir digital secara menyeluruh.
Tarif Parkir dan Tujuan Kebijakan
Pemkot Surabaya resmi menerapkan tarif parkir nontunai sebesar:
Kebijakan ini mulai berlaku sejak April 2026 di seluruh titik parkir resmi.
Digitalisasi parkir bertujuan untuk:
- Mengurangi kebocoran retribusi
- Meningkatkan transparansi
- Mengoptimalkan pendapatan daerah
“Gak oleh ono sing nyopet pendapatan parkir di Surabaya,” tegas Cak Ji. ***

>
>