Breaking News
light_mode
Trending Tags
Beranda » PERISTIWA » DAERAH » Antara Era Risma dan Eri Cahyadi, Banjir di Surabaya: Masalah yang Tidak Pernah Selesai

Antara Era Risma dan Eri Cahyadi, Banjir di Surabaya: Masalah yang Tidak Pernah Selesai

  • account_circle Diagram Kota
  • calendar_month 9 jam yang lalu
  • comment 0 komentar
  • print Cetak

info Atur ukuran teks artikel ini untuk mendapatkan pengalaman membaca terbaik.

Banjir menjadi salah satu isu yang terus menghantui kota-kota besar di Indonesia, termasuk Surabaya. Meskipun pemerintah setempat telah melakukan berbagai upaya untuk mengurangi dampak banjir, kondisi ini masih sering terjadi, terutama saat musim hujan tiba. Banyak warga merasa bahwa penanganan banjir tidak sepenuhnya optimal, dan hal ini memicu perbandingan antara era kepemimpinan Wali Kota Risma dengan Eri Cahyadi.

Faktor Penyebab Banjir yang Kompleks

Menurut seorang ahli lingkungan dari Universitas Airlangga, penyebab banjir di Surabaya tidak bisa disebabkan oleh satu faktor tunggal. “Kondisi perkotaan yang semakin padat, minimnya ruang terbuka hijau, serta kebersihan lingkungan yang kurang diperhatikan adalah beberapa faktor utama,” ujarnya. Ia menambahkan bahwa infrastruktur drainase juga masih belum cukup memadai untuk menangani curah hujan yang tinggi.

Selain itu, kesadaran masyarakat terhadap pentingnya menjaga lingkungan juga perlu ditingkatkan. Banyak warga yang masih membuang sampah sembarangan, sehingga menyumbat saluran air dan memperparah risiko banjir.

Perbedaan Pendekatan Antara Era Risma dan Eri Cahyadi

Banyak warga Surabaya mengungkapkan bahwa mereka merasa ada perbedaan dalam cara pemerintahan antara masa kepemimpinan Risma dan Eri Cahyadi. “Di era Risma, ada lebih banyak inisiatif dari pemerintah untuk menangani banjir secara proaktif,” kata salah satu warga yang tinggal di kawasan Simokalangan. Menurutnya, pada masa Eri, penanganan banjir terkesan lebih reaktif dan kurang berkelanjutan.

Namun, tidak semua warga setuju dengan pandangan ini. Beberapa orang mengatakan bahwa pemerintah saat ini sedang berusaha memperbaiki sistem drainase dan meningkatkan kapasitas pengelolaan air. Mereka percaya bahwa solusi jangka panjang butuh waktu dan dukungan dari seluruh elemen masyarakat.

Upaya Pemerintah dan Masyarakat

Pemerintah Kota Surabaya telah mengambil beberapa langkah untuk mengurangi risiko banjir. Salah satunya adalah pemasangan pintu air dan pembuatan saluran drainase baru. Selain itu, mobil pemadam kebakaran juga digunakan untuk menyedot air yang tergenang di beberapa titik.

Namun, upaya ini dinilai masih kurang efektif. “Masih banyak daerah yang terendam banjir meski sudah ada sistem drainase,” komentar seorang warga lain. Ia menyarankan agar pemerintah lebih fokus pada peningkatan kesadaran masyarakat dan pengelolaan lingkungan secara bersama-sama.

Kritik terhadap Kebijakan Lingkungan

Beberapa aktivis lingkungan juga menyampaikan kritik terhadap kebijakan pemerintah dalam mengelola lingkungan. Mereka menilai bahwa kebijakan yang ada terlalu fokus pada solusi teknis tanpa melibatkan masyarakat secara aktif. “Kita perlu pendekatan yang lebih inklusif dan partisipatif,” ujar salah satu aktivis.

Mereka juga menyoroti pentingnya perlindungan ruang terbuka hijau sebagai bagian dari strategi pencegahan banjir. “Tanpa ruang terbuka hijau, kita akan terus menghadapi masalah banjir yang tak kunjung selesai,” tambahnya.

Banjir di Surabaya bukan hanya masalah teknis, tetapi juga masalah sosial dan lingkungan. Diperlukan kolaborasi antara pemerintah, masyarakat, dan para ahli untuk mencari solusi yang berkelanjutan. Meski ada perbedaan pendekatan antara era Risma dan Eri Cahyadi, yang terpenting adalah keberlanjutan dan keberhasilan dalam mengurangi dampak banjir bagi warga.***

Penulis

Berita Hari ini Terbaru dan Terkini Diagramkota.com

Komentar (0)

Saat ini belum ada komentar

Silahkan tulis komentar Anda

Email Anda tidak akan dipublikasikan. Kolom yang bertanda bintang (*) wajib diisi

Rekomendasi Untuk Anda

  • Pangdam V/Brawijaya dan Danpussenarhanud Bahas Penguatan Pertahanan Udara Terintegrasi

    Pangdam V/Brawijaya dan Danpussenarhanud Bahas Penguatan Pertahanan Udara Terintegrasi

    • calendar_month Selasa, 2 Des 2025
    • account_circle Teguh Priyono
    • visibility 117
    • 0Komentar

    DIAGRAMKOTA.COM – Pangdam V/Brawijaya Mayjen TNI Rudy Saladin, M.A. menerima audiensi Danpussenarhanud Mayjen TNI R. Edi Setiawan, S.H. di Makodam V/Brawijaya. Pertemuan strategis ini menyoroti peningkatan kesiapsiagaan Arhanud menghadapi ancaman udara modern yang kian kompleks. Audiensi dihadiri Kasdam V/Brawijaya Brigjen TNI Zainul Bahar, S.H., M.Si., Irdam V/Brawijaya Brigjen TNI Ramli, S.E., Kapoksahli Pangdam V/Brawijaya Brigjen […]

  • Guru Besar UGM, Penyakit Kusta

    Guru Besar UGM: Penyakit Kusta di Indonesia, Masih Menjadi Ancaman Serius

    • calendar_month Selasa, 13 Jan 2026
    • account_circle Diagram Kota
    • visibility 89
    • 0Komentar

    DIAGRAMKOTA.COM – Penyakit kusta, yang sering dianggap sebagai penyakit kuno, masih menjadi isu kesehatan masyarakat yang memerlukan perhatian serius. Di Indonesia, penyakit ini menempati posisi ketiga dunia dalam jumlah kasus penderita setelah India dan Brasil. Meski demikian, banyak masyarakat masih mengabaikan gejala kusta karena stigma sosial yang menyertainya. Perlu Edukasi dan Deteksi Dini Menurut Prof. Hardyanto […]

  • Sebelum 17 Agustus, DPC Gerindra Surabaya Akan Bikin Kejutan Untuk Pilwali 2024

    Sebelum 17 Agustus, DPC Gerindra Surabaya Akan Bikin Kejutan Untuk Pilwali 2024

    • calendar_month Kamis, 1 Agt 2024
    • account_circle Diagram Kota
    • visibility 197
    • 0Komentar

    Diagramkota.com – Partai Gerindra menghormati PDI Perjuangan memutuskan Eri Cahyadi dan Armuji sebagai petahana dalam pilkada serentak, dan Gerindra Surabaya akan memberikan kejutan sebelum 17 Agustus mendatang. “Kami menghormati keputusan yang telah menunjuk pasangan Eri dan Armuji sebagai calon pemimpin Kota Surabaya. Kami menghormati proses tersebut,” kata Ketua DPC Gerindra Surabaya Cahyo Harjo Prakoso. Kamis […]

  • Polisi Amankan 8 Tersangka Kasus Pesta Kembang Api Berujung Maut di Pamekasan

    Polisi Amankan 8 Tersangka Kasus Pesta Kembang Api Berujung Maut di Pamekasan

    • calendar_month Kamis, 10 Apr 2025
    • account_circle Teguh Priyono
    • visibility 270
    • 0Komentar

    DIAGRAMKOTA.COM – Polres Pamekasan Polda Jatim menangkap 8 tersangka yang mengakibatkan seorang siswa meninggal dunia usai menonton pesta menyalakan kembang api di Desa Pangorayan, Kecamatan Proppo, Kabupaten Pamekasan, Madura. Seorang warga yang meninggal ini berinisial RR (18), warga Desa Larangan Badung, Kecamatan Palengaan, Kabupaten Pamekasan yang berstatus sebagai siswa. RR meninggal dunia usai terkena ledakan […]

  • WBP Rutan Surabaya Dibekali Literasi Digital

    WBP Rutan Surabaya Dibekali Literasi Digital

    • calendar_month Sabtu, 22 Feb 2025
    • account_circle Diagram Kota
    • visibility 376
    • 0Komentar

    DIAGRAMKOTA.COM – Warga Binaan Pemasyarakatan (WBP) di Rutan Kelas I Surabaya mendapatkan edukasi literasi digital dalam kegiatan yang digelar pada Selasa, 20 Februari 2025. Program ini merupakan hasil kerja sama antara Rutan Kelas I Surabaya dan Plato Foundation untuk membekali WBP dengan wawasan digital yang bertanggung jawab.(20/02/2025) Kepala Rutan Kelas I Surabaya, Tomi Elyus, menjelaskan […]

  • Avengers, Film MCU

    Avengers: Panduan Lengkap Menonton Film MCU: Urutan Nonton Berdasarkan Kronologi Waktu

    • calendar_month Rabu, 7 Jan 2026
    • account_circle Diagram Kota
    • visibility 109
    • 0Komentar

    DIAGRAMKOTA.COM – Bagi penggemar Marvel Cinematic Universe (MCU), menonton film-filmnya secara kronologis bisa menjadi pengalaman yang lebih memuaskan. Dengan alur cerita yang saling terhubung, memahami urutan waktu dapat membantu penonton merasakan dinamika dan perkembangan karakter secara utuh. Salah satu film yang paling dinantikan di tahun 2026 adalah Avengers: Doomsday, yang akan menjadi bagian penting dari Fase […]

expand_less