Anggota DPRD Jember: Pengungkapan Aksi Penimbunan BBM di Jember
- account_circle Diagram Kota
- calendar_month 1 jam yang lalu
- comment 0 komentar
- print Cetak

(ilustrasi)
info Atur ukuran teks artikel ini untuk mendapatkan pengalaman membaca terbaik.
DIAGRAMKOTA.COM – Sebuah insiden penimbunan bahan bakar minyak (BBM) jenis solar terjadi di SPBU Tegal Besar, Jember. Kejadian ini berhasil diungkap oleh anggota DPRD Jember dari Fraksi Nasdem, David, yang memergoki truk yang sedang melakukan pengisian solar dalam jumlah besar. Aksi tersebut terjadi di malam hari, saat SPBU seharusnya sudah tutup.
Kondisi SPBU yang Mencurigakan
SPBU Tegal Besar, yang berada di Jalan Teuku Umar, Kelurahan Kebonsari, Kecamatan Sumbersari, tampaknya tidak beroperasi seperti biasanya. Lampu di lokasi sengaja dimatikan, sehingga membuatnya terlihat tertutup. Namun, di balik kegelapan itu, aktivitas pengisian solar terjadi secara diam-diam. Hal ini menimbulkan kecurigaan bagi warga setempat, yang akhirnya melaporkannya kepada pihak berwajib.
David mengaku bahwa awalnya ia tidak langsung percaya dengan laporan tersebut. Namun, karena kondisi yang mencurigakan dan informasi dari warga, ia memutuskan untuk menyelidiki lebih lanjut. Ia mengatakan bahwa dirinya kebetulan sedang begadang dan setelah sahur, ia langsung menuju lokasi.
Temuan yang Mengejutkan
Saat tiba di lokasi, David menemukan sebuah truk bernopol DK 8464 AS sedang melakukan pengisian solar. Bak truk tersebut ternyata berisi empat tandon dengan kapasitas besar. Dugaan kuat muncul bahwa aksi ini dilakukan untuk menimbun solar subsidi, yang biasanya diperuntukkan bagi masyarakat umum.
David kemudian segera menghubungi Ketua Hiswana Migas Jember, Moh. Iqbal, serta jajaran Polsek Sumbersari untuk membantu mengamankan barang bukti. Pemeriksaan yang dilakukan menunjukkan bahwa petugas SPBU awalnya memberikan alasan bahwa pengisian hanya terjadi sekali. Namun, David meyakini bahwa aksi tersebut telah terjadi berkali-kali.
Pengakuan Petugas dan Kaburnya Truk
Salah satu petugas SPBU mengakui bahwa mereka tidak melakukan pengisian secara spontan, tetapi diperintahkan oleh pengawas SPBU. David meminta pengawas tersebut datang ke lokasi untuk memberikan klarifikasi. Namun, panggilan tersebut tidak diindahkan.
Di tengah situasi yang memanas, sang sopir truk tiba-tiba menyelinap dan kabur dari area SPBU. Ia menghidupkan mesin truk dan melarikan diri. David bersama relawan dan polisi langsung mengejar truk tersebut, namun gagal menghentikannya.
Dampak dan Tindakan Selanjutnya
Aksi penimbunan solar ini menimbulkan kekhawatiran tentang penggunaan BBM subsidi yang tidak tepat. Masyarakat mulai merasa tidak nyaman dengan adanya praktik semacam ini, yang bisa saja mengganggu ketersediaan solar bagi masyarakat umum.
David menegaskan bahwa ia akan terus memantau kasus ini dan bekerja sama dengan instansi terkait untuk memastikan keadilan dalam penggunaan BBM. Ia juga berharap agar pihak SPBU dapat bertanggung jawab atas tindakan yang dilakukannya.
Upaya Peningkatan Kesadaran Masyarakat
Selain kasus penimbunan BBM, masyarakat Jember juga mulai memperhatikan isu-isu lain terkait penggunaan energi dan perlindungan hak-hak dasar. Contohnya, kebijakan penggunaan LPG 3 kg jelang Lebaran yang mengalami kenaikan permintaan, atau masalah hak atas tanah yang digunakan untuk usaha bisnis.
Kesadaran masyarakat terhadap isu-isu ini semakin meningkat, yang diharapkan dapat menjadi bentuk partisipasi aktif dalam menjaga keadilan dan kesejahteraan bersama. Dengan adanya pengawasan dan tindakan tegas dari pihak berwenang, diharapkan kejadian serupa tidak terulang lagi.***

>
>
>

Saat ini belum ada komentar