Profil Abu Janda: Dari Nama Panggung Hingga Kontroversi di Media Sosial
- account_circle Diagram Kota
- calendar_month 2 jam yang lalu
- comment 0 komentar
- print Cetak

info Atur ukuran teks artikel ini untuk mendapatkan pengalaman membaca terbaik.
DIAGRAMKOTA.COM – Abu Janda, yang merupakan nama panggung dari Permadi Arya, kembali menjadi sorotan publik setelah menghadiri sebuah acara diskusi televisi. Peristiwa tersebut memicu rasa penasaran masyarakat terhadap latar belakang dan perjalanan hidup tokoh ini. Banyak warganet mulai mencari informasi lengkap mengenai profil Abu Janda, termasuk riwayat pendidikan dan kariernya.
Latar Belakang dan Nama Panggung
Permadi Arya lahir di Cianjur, Jawa Barat, pada 14 Desember 1973. Ia adalah anak dari HM Sudjatna dan Lina Herlin. Nama Abu Janda digunakan sebagai nama panggungnya di media sosial. Menurut pengakuannya, nama tersebut dibuat pada Desember 2014 sebagai bentuk parodi terhadap tokoh teroris ISIS asal Indonesia bernama Abu Jandal Al Indonesi. Nama tersebut kemudian diubah menjadi Abu Janda Al-Bollywoodi. Penggunaan nama ini dimaksudkan sebagai kritik terhadap radikalisme dengan pendekatan humor. Sejak saat itu, nama Abu Janda mulai dikenal luas di media sosial.
Riwayat Pendidikan
Permadi Arya pernah menempuh pendidikan Diploma Ilmu Komputer di Informatics IT School Singapura pada April 1997. Setelah itu, ia melanjutkan studi dan meraih gelar Sarjana Business & Finance dari University of Wolverhampton di Inggris pada tahun 1999. Pendidikan ini menjadi bekal awal dalam perjalanan karier profesionalnya sebelum dikenal sebagai pegiat media sosial.
Perjalanan Karier
Sebelum aktif di dunia media sosial, Abu Janda memiliki pengalaman kerja yang cukup panjang di berbagai sektor perusahaan. Dalam rentang waktu sekitar 1999 hingga 2015, ia pernah bekerja di sejumlah perusahaan. Kariernya mencakup perusahaan sekuritas, bank swasta, hingga perusahaan yang bergerak di industri tambang batu bara.
Nama Permadi Arya mulai dikenal publik sekitar tahun 2015 setelah aktif sebagai pegiat media sosial. Ia memiliki akun Instagram terverifikasi dengan nama @permadiaktivis2 yang memiliki ratusan ribu pengikut. Dalam bio akun tersebut, ia menuliskan deskripsi, “MENTERI AGAMA (unofficial), Researcher sejarah Israel Palestina.” Akun tersebut sering digunakan untuk menyampaikan pandangan pribadi mengenai berbagai isu sosial, politik, dan internasional. Topik yang sering dibahas berkaitan dengan isu sosial, politik, hingga isu internasional. Namun, pandangan yang ia sampaikan kerap memicu perdebatan di ruang publik, membuat namanya semakin dikenal sekaligus menuai kontroversi.
Terlibat dalam Relawan Politik
Seiring meningkatnya popularitas di media sosial, profil Abu Janda juga berkaitan dengan aktivitas politik. Pada Pemilihan Presiden Indonesia 2019, Permadi Arya bergabung sebagai influencer dalam tim sukses Presiden Joko Widodo. Beberapa tahun kemudian, tepatnya pada 2023, ia menyatakan dukungan kepada Prabowo Subianto yang saat itu dideklarasikan oleh Partai Gerindra sebagai calon presiden pada Pemilihan Presiden Indonesia 2024. Ia kemudian bergabung dengan Rumah Besar Relawan Prabowo 08 bersama sejumlah tokoh lain seperti Fauzi Baadila, Haris Rusly Moti, dan Ricky Tamba.
Isu Terkait BUMN
Sempat muncul isu yang menyebut Permadi Arya diangkat menjadi komisaris di PT Jasamarga Tollroad Operator (JMTO). Kabar tersebut beredar luas di media sosial pada April 2025 dan memicu berbagai reaksi dari publik. Namun, informasi itu kemudian dibantah oleh Kementerian Badan Usaha Milik Negara Republik Indonesia. Juru bicara kementerian, Putri Violla, menegaskan bahwa tidak ada pengangkatan Permadi Arya sebagai komisaris di perusahaan tersebut.
Kembali Jadi Sorotan Publik
Nama Permadi Arya kembali ramai diperbincangkan setelah menjadi narasumber dalam program diskusi televisi yang disiarkan oleh iNews pada Rabu (10/3/2026) malam. Dalam acara tersebut, ia hadir sebagai pegiat media sosial untuk membahas konflik geopolitik yang melibatkan Iran, Amerika Serikat, dan Israel. Namun, saat diskusi berlangsung, Abu Janda sempat memotong pembicaraan salah satu narasumber. Bahkan ia melemparkan kata-kata kasar dalam forum diskusi.
Sempat ditegur oleh pemandu acara Aiman Witjaksono agar bersikap tertib, namun diabaikan oleh Abu Janda. Pada akhirnya, Aiman meminta Permadi Arya untuk keluar dari ruang dialog. Peristiwa yang terjadi dalam program tersebut membuat banyak warganet kembali mencari informasi mengenai profil Abu Janda, mulai dari biodata, latar belakang pendidikan, hingga perjalanan kariernya.

>
>
>

Saat ini belum ada komentar