Breaking News
light_mode
Trending Tags
Beranda » EKONOMI » Penyebab Saham BCA Anjlok dan Dampaknya pada Pasar Modal

Penyebab Saham BCA Anjlok dan Dampaknya pada Pasar Modal

  • account_circle Diagram Kota
  • calendar_month Jumat, 24 Apr 2026
  • comment 0 komentar
  • print Cetak

info Atur ukuran teks artikel ini untuk mendapatkan pengalaman membaca terbaik.

DIAGRAMKOTA.COM – Saham PT Bank Central Asia Tbk (BBCA) atau BCA kembali mengalami penurunan signifikan dalam perdagangan sesi I hari ini, Jumat (24/4/2026). Pada pukul 09.08 WIB, harga saham BBCA turun sebesar 1,56% menjadi Rp 6.325 per lembar. Angka ini mencerminkan penurunan yang cukup tajam dibandingkan tingkat harga sebelumnya.

Puncak penurunan terjadi saat saham BBCA menyentuh level terendahnya dalam tiga tahun terakhir, yaitu di angka Rp 6.300. Hal ini menunjukkan adanya tekanan besar dari para investor, baik lokal maupun asing, terhadap saham perbankan ternama tersebut.

Dalam sesi perdagangan ini, sebanyak 34,48 juta saham BBCA telah diperdagangkan dengan frekuensi transaksi sebanyak 11.134 kali dan nilai total transaksi mencapai Rp 220,31 miliar. Angka ini menunjukkan tingkat likuiditas yang relatif tinggi meskipun terjadi penurunan harga secara signifikan.

Tekanan Jual dari Investor Asing

Salah satu faktor utama yang menyebabkan penurunan saham BBCA adalah tekanan jual dari investor asing. Berdasarkan data dari aplikasi Stockbit Sekuritas, saham BBCA mengalami net sell sebesar Rp 91,6 miliar, angka tertinggi dibandingkan saham-saham lainnya. Hal ini menunjukkan bahwa investor asing sedang melakukan penjualan besar-besaran terhadap saham BCA.

Sebelumnya, pada tanggal 22 dan 23 April, saham BCA juga mengalami penurunan masing-masing sebesar -0,77% dan -0,39%. Selama periode tersebut, investor asing mencatatkan net sell sebesar Rp 128,91 miliar dan Rp 83,89 miliar. Konsistensi penurunan harga saham BCA selama beberapa hari terakhir menunjukkan adanya ketidakpastian di pasar modal.

Perkembangan IHSG dan Pengaruhnya terhadap Saham BCA

Pelemahan saham BCA tidak terlepas dari tren pelemahan indeks harga saham gabungan (IHSG) yang juga mengalami penurunan. Phintraco Sekuritas memprediksi bahwa IHSG akan terus melemah pada perdagangan hari ini. Indeks ini diperkirakan bergerak dalam rentang resistance 7.500, pivot 7.400, dan support 7.300.

Menurut analisis teknikal, IHSG telah mengalami breakdown pada level support 7.500, yang didukung oleh volume transaksi yang meningkat. Histogram positif MACD semakin menyempit dan berpotensi membentuk Death Cross, sebuah indikator yang sering dikaitkan dengan penurunan lanjutan.

Selain itu, pelemahan rupiah juga memberikan dampak negatif terhadap pasar modal. Rupiah sempat menyentuh level Rp 17.300 per dolar AS, yang merupakan penutupan terburuk sepanjang masa. Pelemahan ini juga menjadi salah satu penyebab kekhawatiran terhadap inflasi dan defisit anggaran belanja.

Performa Keuangan BCA pada Q1 2026

Meski saham BCA mengalami penurunan, performa keuangan perusahaan pada kuartal pertama 2026 tetap menunjukkan pertumbuhan. Stockbit Sekuritas melaporkan bahwa BCA mencatatkan laba bersih sebesar Rp 14,7 triliun pada 1Q26, naik 4% secara year-on-year (yoy) dan 4% secara quarter-on-quarter (qoq).

Pertumbuhan laba bersih ini didorong oleh peningkatan Non-Interest Income (Non-II) sebesar +16% yoy, terutama dari kenaikan fees and commissions sebesar +14% yoy. Namun, Net Interest Income (NII) tetap flat secara tahunan akibat penurunan asset yield.

Beban provisi juga meningkat sebesar +23% yoy pada 1Q26, sehingga Cost of Credit (CoC) berada di level 0,6%, yang lebih tinggi dari guidance 2026. Manajemen BCA menjelaskan bahwa kenaikan beban provisi ini merupakan langkah proaktif untuk menghadapi situasi makroekonomi yang sedang tidak stabil.

Proyeksi dan Risiko yang Mengancam

Dalam earnings call 1Q26, manajemen BCA mempertahankan seluruh guidance 2026. Namun, mereka mengungkapkan bahwa dalam skenario terburuk seperti perang Iran, potensi dampak terhadap bisnis BCA bisa sangat signifikan. Misalnya, loan growth bisa melambat menjadi low-single digit atau flat, sementara NPL ratio bisa naik hingga 3–3,2%.

Tren tekanan pada loan yield terus berlanjut, meski kenaikan yield obligasi pemerintah dan SRBI diharapkan dapat memberikan dukungan terhadap keseluruhan Net Interest Margin (NIM) BCA. Meski demikian, tekanan dari inflasi dan volatilitas nilai tukar rupiah tetap menjadi ancaman bagi kinerja perusahaan.

Penurunan saham BCA hari ini mencerminkan sentimen negatif di pasar modal, terutama karena tekanan jual dari investor asing dan pelemahan IHSG. Meskipun kinerja keuangan BCA tetap stabil, risiko dari situasi geopolitik dan ekonomi global tetap menjadi tantangan besar bagi perusahaan. Investor perlu memantau perkembangan lebih lanjut terkait kondisi pasar dan kebijakan pemerintah yang bisa memengaruhi kinerja BCA.***

 

Penulis

Berita Hari ini Terbaru dan Terkini Diagramkota.com

Komentar (0)

Saat ini belum ada komentar

Silahkan tulis komentar Anda

Email Anda tidak akan dipublikasikan. Kolom yang bertanda bintang (*) wajib diisi

Rekomendasi Untuk Anda

  • Kementerian PANRB, Jawa Timur, Pelayanan Publik Terbaik Nasional

    Jawa Timur Dinobatkan sebagai Provinsi dengan Pelayanan Publik Terbaik Tahun 2025

    • calendar_month Senin, 12 Jan 2026
    • account_circle Diagram Kota
    • visibility 108
    • 0Komentar

    DIAGRAMKOTA.COM – Jawa Timur kembali menorehkan prestasi gemilang dalam bidang pelayanan publik. Berdasarkan hasil evaluasi yang dilakukan oleh Kementerian Pendayagunaan Aparatur Negara dan Reformasi Birokrasi (KemenPAN-RB), provinsi ini menduduki peringkat teratas nasional dengan Indeks Pelayanan Publik (IPP) mencapai angka 4,75. Angka tersebut memperlihatkan kinerja yang sangat baik dan masuk kategori A (Prima), yang menjadi penanda keberhasilan […]

  • Banjir Rob Banjir Jakarta Hari Ini

    Banjir Rob Rendam 16 RT dan 3 Ruas Jalan di Jakarta, BPBD: Dampak Supermoon

    • calendar_month Kamis, 4 Des 2025
    • account_circle Diagram Kota
    • visibility 209
    • 0Komentar

    DIAGRAMKOTA.COM — Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) DKI Jakarta mencatat 16 Rukun Tetangga (RT) dan tiga ruas jalan terdampak banjir rob pada Kamis (4/12). Data dihimpun hingga pukul 12.00 WIB menyebutkan banjir terjadi akibat fenomena pasang maksimum air laut yang bersamaan dengan fase Bulan Purnama serta Perigee atau Supermoon, sehingga meningkatkan tinggi permukaan air di […]

  • Ajax , Amerika Serikat

    Ajax Mengincar Kiper Berpengalaman dari Amerika Serikat

    • calendar_month Rabu, 28 Jan 2026
    • account_circle Diagram Kota
    • visibility 109
    • 0Komentar

    DIAGRAMKOTA.COM – Ajax, salah satu klub sepak bola terbesar di Belanda, sedang memperkuat lini belakangnya dengan mengincar kiper berpengalaman dari Amerika Serikat. Klub asal Amsterdam ini dilaporkan sedang melakukan negosiasi mendalam untuk mendatangkan Maarten Paes, yang saat ini bermain untuk FC Dallas di Major League Soccer (MLS). Penjaga gawang kelahiran Nijmegen ini memiliki latar belakang […]

  • Siap Menggebrak Jakarta, UMKM Persit PD V/Brawijaya Bawa Produk Terbaik ke Persit Bisa.

    Siap Menggebrak Jakarta, UMKM Persit PD V/Brawijaya Bawa Produk Terbaik ke Persit Bisa.

    • calendar_month Kamis, 7 Mei 2026
    • account_circle Teguh Priyono
    • visibility 47
    • 0Komentar

    DIAGRAMKOTA.COM – masuki H-1 perhelatan Persit Bisa, suasana di Balai Kartini mulai dipadati dengan aktivitas loading barang dari berbagai daerah, Kesibukan luar biasa terlihat di area pameran Persit Bisa. Salah satu titik yang paling menyedot perhatian adalah area loading Persit Kartika Chandra Kirana PD V/Brawijaya. Terlihat riuh rame saat tim Persit Kartika Chandra Kirana PD […]

  • KJP Plus 2026

    Informasi Terkini tentang Pencairan KJP Plus Bulan Januari 2026, Ini Estimasi Jadwalnya

    • calendar_month Jumat, 2 Jan 2026
    • account_circle Diagram Kota
    • visibility 218
    • 0Komentar

    DIAGRAMKOTA.COM – Program bantuan pendidikan yang dikelola oleh Pemerintah Provinsi DKI Jakarta, Kartu Jakarta Pintar Plus (KJP Plus), menjadi salah satu bentuk dukungan untuk siswa dari keluarga kurang mampu. Program ini bertujuan untuk membantu memenuhi kebutuhan sekolah dan aktivitas pendidikan lainnya. Setiap awal tahun, orang tua dan peserta didik selalu menantikan informasi mengenai jadwal pencairan dana […]

  • Mengenal Teknologi Liquid Cooling untuk Data Center

    Mengenal Teknologi Liquid Cooling untuk Data Center

    • calendar_month Jumat, 10 Okt 2025
    • account_circle Diagram Kota
    • visibility 282
    • 0Komentar

    Era Baru Teknologi Pendinginan di Pusat Data DIAGRAMKOTA.COM – Di tengah meningkatnya permintaan akan manajemen termal yang efisien, khususnya dari komputasi kinerja tinggi (HPC) dan kecerdasan buatan (AI), industri pusat data kini menghadapi tantangan baru. Kebutuhan untuk memiliki server berkinerja tinggi yang mampu menangani beban kerja intensif ini juga membawa risiko terhadap peningkatan panas ekstrem. Hal […]

expand_less