Breaking News
light_mode
Trending Tags
Beranda » PEMERINTAHAN » Rasio Pajak Indonesia Terendah di Asia Pasifik

Rasio Pajak Indonesia Terendah di Asia Pasifik

  • account_circle Diagram Kota
  • calendar_month Selasa, 10 Mar 2026
  • comment 0 komentar
  • print Cetak

info Atur ukuran teks artikel ini untuk mendapatkan pengalaman membaca terbaik.

DIAGRAMKOTA.COM – Berdasarkan data terbaru yang dirilis oleh Dana Moneter Internasional (IMF), rasio penerimaan perpajakan terhadap Produk Domestik Bruto (PDB) atau tax ratio Indonesia mencatatkan angka yang sangat rendah dibandingkan dengan negara-negara berkembang di kawasan Asia Pasifik. Data tersebut menunjukkan bahwa pada tahun 2024, penerimaan pajak Indonesia hanya sebesar 10,08% dari total PDB.

Laporan ini juga menyoroti bahwa tax ratio Indonesia masih sangat bergantung pada komoditas, yang merupakan salah satu faktor utama mengapa rasio ini tidak stabil. Secara historis, rasio pendapatan negara terhadap PDB Indonesia pernah mencapai titik tertinggi selama masa commodity boom, yaitu sekitar 18,13% dari PDB pada 2008. Saat itu, tax ratio mencapai 12,16%.

Namun, pada 2020, rasio pendapatan negara terhadap PDB turun drastis menjadi 10,67%, menjadi titik terendah dalam catatan IMF. Pada saat yang sama, tax ratio hanya tercatat sebesar 8,32%. Hal ini menunjukkan bahwa penurunan pendapatan pajak berdampak langsung pada keseluruhan pendapatan negara.

Perbandingan dengan Negara Asia Tenggara

Dalam skala regional, rasio pajak Indonesia jauh tertinggal dibandingkan dengan negara-negara tetangga. Misalnya, Thailand mampu mencapai tax ratio sebesar 15,95% terhadap PDB, sedangkan Filipina mencapai 15,36%, Vietnam 12,96%, dan Malaysia 12,47%. Bahkan, jika dibandingkan dengan ekonomi besar seperti India dan Tiongkok, Indonesia masih kalah jauh. India mencatatkan tax ratio sebesar 18,11%, sementara Tiongkok sebesar 12,97%.

Selain itu, rasio pendapatan negara secara keseluruhan (total revenue to GDP ratio) Indonesia juga tercatat rendah, yaitu hanya 12,84% terhadap PDB. Angka ini menjadi yang terendah di antara negara-negara setara seperti China (25,6%), Filipina (21,2%), Thailand (21,2%), India (20,9%), Vietnam (18,4%), dan Malaysia (16,6%).

Struktur Penerimaan Pajak Indonesia

Berdasarkan data IMF, struktur penerimaan pajak Indonesia pada 2024 masih didominasi oleh tiga komponen utama:

  1. Pajak Penghasilan dan Laba (income and profit tax)

    Kontribusi dari pajak penghasilan dan laba mencapai 4,80% terhadap PDB. Angka ini jauh lebih rendah dibandingkan dengan Malaysia (8,56%), India (6,79%), Thailand (6,08%), Filipina (5,80%), dan Vietnam (5,38%). Meskipun demikian, angka ini lebih baik dibandingkan dengan China (4,11%).

  2. Pajak Pertambahan Nilai (sales & production tax)

    PPN menyumbang 4,63% terhadap PDB. Angka ini masih jauh tertinggal dibandingkan dengan India (9,66%), Thailand (8,92%), Filipina (7,63%), dan Vietnam (6,27%). Namun, Indonesia masih unggul dari Malaysia (2,8%).

  3. Penerimaan Negara Bukan Pajak (non-tax revenue)

    PNBP mencapai 2,62% terhadap PDB. Angka ini menjadi yang terendah di antara negara-negara setara seperti Vietnam (5,80%), Thailand (4,22%), Malaysia (4,19%), China (3,82%), Filipina (3,10%), dan India (2,78%).

Kepatuhan Wajib Pajak

Salah satu tantangan utama pemerintah adalah meningkatkan kepatuhan wajib pajak. Data Direktorat Jenderal Pajak Kementerian Keuangan (DJP Kemenkeu) menunjukkan bahwa pelaporan SPT tahunan pajak penghasilan (PPh) 2025 hingga 5 Maret 2026 mencapai 6.002.570 surat pemberitahuan (SPT). Target yang ditetapkan adalah 14 juta SPT, sehingga masih ada sekitar 8 juta SPT yang harus masuk.

Direktur Jenderal Pajak Bimo Wijayanto menjelaskan bahwa hingga pukul 08.00 WIB pagi, jumlah SPT yang masuk mencapai 6.002.570. Dari jumlah tersebut, SPT untuk orang pribadi mendominasi dengan 5.872.158 SPT yang sudah masuk. Sementara itu, SPT untuk badan berdenominasi rupiah mencapai 129.231 SPT, dan berdenominasi dolar AS sebanyak 113 SPT.

Selain itu, pelaporan beda tahun buku mencakup 1.047 SPT dari wajib pajak badan berdenominasi rupiah dan 21 SPT berdenominasi dolar AS. Bimo menyatakan bahwa kinerja sampai awal Februari 2026 tidak banyak berbeda dengan tahun lalu, yaitu sekitar 6 juta SPT.

Untuk memastikan masyarakat melaporkan SPT-nya, DJP akan terus membuka saluran-saluran pelayanan melalui agen dan relawan pajak. Kerja sama dengan tax center di seluruh Indonesia juga diharapkan bisa mendorong pelaporan SPT.***

Penulis

Berita Hari ini Terbaru dan Terkini Diagramkota.com

Komentar (0)

Saat ini belum ada komentar

Silahkan tulis komentar Anda

Email Anda tidak akan dipublikasikan. Kolom yang bertanda bintang (*) wajib diisi

Rekomendasi Untuk Anda

  • DPRD Surabaya

    DPRD Surabaya: Desil Naik Bansos Hilang, Ketika Data Lebih Cepat Kaya dari Warganya

    • calendar_month Senin, 6 Apr 2026
    • account_circle Diagram Kota
    • visibility 59
    • 0Komentar

    DIAGRAMKOTA.COM – Surabaya kembali menghadirkan ironi klasik: data kemiskinan yang “terlihat rapi di atas kertas”, tapi berantakan di dunia nyata. Dalam rapat dengar pendapat antara DPRD Surabaya, Badan Pusat Statistik (BPS), dan sejumlah OPD, Senin (6/4/2026). Satu fakta mengemuka—status miskin kini bisa berubah secepat update aplikasi, tapi nasib warga? Tetap di tempat. Ketika Desil Bisa […]

  • Sistem Data Nasional Jadi Dasar Penyaluran Bantuan Sosial 2026

    Sistem Data Nasional Jadi Dasar Penyaluran Bantuan Sosial 2026

    • calendar_month Kamis, 16 Apr 2026
    • account_circle Diagram Kota
    • visibility 21
    • 0Komentar

    DIAGRAMKOTA.COM – Pemerintah Indonesia telah mengumumkan perubahan signifikan dalam mekanisme penyaluran bantuan sosial (bansos) untuk tahun 2026. Salah satu inisiatif utama adalah penerapan sistem Data Terpadu Sistem Nasional (DTSEN), yang menjadi basis data tunggal untuk menentukan siapa saja yang berhak menerima bantuan. Dengan DTSEN, pemerintah berupaya memastikan bahwa bantuan sosial lebih tepat sasaran dan efisien. Desil […]

  • Kondisi Etienne Vaessen Mengkhawatirkan Sebelum Laga Play-Off Piala Dunia Suriname vs Bolivia

    Kondisi Etienne Vaessen Mengkhawatirkan Sebelum Laga Play-Off Piala Dunia Suriname vs Bolivia

    • calendar_month Sabtu, 14 Mar 2026
    • account_circle Diagram Kota
    • visibility 61
    • 0Komentar

    DIAGRAMKOTA.COM – Pemain kiper andalan tim nasional Suriname, Etienne Vaessen, mengalami cedera yang memicu kekhawatiran terkait kemungkinan kesiapannya dalam laga play-off Piala Dunia melawan Bolivia. Cedera ini muncul di tengah persiapan penting bagi timnas untuk bisa meraih tiket ke babak final play-off. Cedera yang Membuat Vaessen Tidak Bisa Bermain Secara Penuh Menurut pelatih FC Groningen, Dick […]

  • 5 Tempat Paling Dingin di Jatim 2025 yang Bikin Kamu Kedinginan!

    5 Tempat Paling Dingin di Jatim 2025 yang Bikin Kamu Kedinginan!

    • calendar_month Kamis, 4 Sep 2025
    • account_circle Diagram Kota
    • visibility 278
    • 0Komentar

    Wisata Dingin yang Menyihir di Jawa Timur DIAGRAMKOTA.COM – Jawa Timur tidak hanya dikenal dengan pesona alamnya yang hangat dan indah, tetapi juga menyimpan destinasi-destinasi yang bisa membuatmu merinding karena suhu dinginnya. Di tahun 2025, lima tempat ini layak menjadi bagian dari rencana perjalananmu. Siap-siap mengalami sensasi yang mirip dengan berada di luar negeri! 1. Gunung […]

  • Sarana Demokrasi: Risma Lebih Bersih dan Berkarakter untuk Pilgub Jatim, Eri Cahyadi Jangan Bangga!

    Sarana Demokrasi: Risma Lebih Bersih dan Berkarakter untuk Pilgub Jatim, Eri Cahyadi Jangan Bangga!

    • calendar_month Selasa, 19 Nov 2024
    • account_circle Diagram Kota
    • visibility 218
    • 0Komentar

    DIAGRAMKOTA.COM – Ketua Lembaga Swadaya Masyarakat (LSM) Sarana Demokrasi, Asada, yang akrab disapa Sade, menyampaikan pandangannya terkait dinamika politik Pemilihan Gubernur Jawa Timur (Pilgub Jatim) dan Pemilihan Wali Kota Surabaya. Dalam wawancara khusus yang dilakukan pada Selasa (19/11/2024), Sade menyoroti kualitas kandidat utama dalam Pilgub Jatim, yakni pasangan Khofifah Indar Parawansa-Emil Dardak melawan Tri Rismaharini-Gus […]

  • DPRD Surabaya

    DPRD Surabaya Siapkan Langkah Hukum untuk Menyelesaikan Sengketa Sampah Rp104 Miliar

    • calendar_month Kamis, 9 Apr 2026
    • account_circle Diagram Kota
    • visibility 59
    • 0Komentar

    DIAGRAMKOTA.COM – Pemerintah Kota Surabaya kini dihadapkan pada tantangan hukum yang kompleks terkait sengketa pembayaran utang pengolahan sampah senilai sekitar Rp104 miliar. Masalah ini bermula dari gugatan PT Unicomindo Perdana terhadap Wali Kota Surabaya pada tahun 2012, yang menuduh pihak tergugat melakukan wanprestasi dalam kerja sama pengelolaan instalasi pembakaran sampah. Putusan pengadilan tingkat pertama pada 5 […]

expand_less