1.600 Ton Per Hari, Masalah Sampah di Kota Surabaya: Tantangan dan Solusi yang Diperlukan
- account_circle Diagram Kota
- calendar_month Selasa, 3 Feb 2026
- comment 0 komentar
- print Cetak

info Atur ukuran teks artikel ini untuk mendapatkan pengalaman membaca terbaik.
DIAGRAMKOTA.COM – Kota Surabaya, salah satu kota terbesar di Jawa Timur, menghadapi tantangan besar dalam pengelolaan sampah. Dinas Lingkungan Hidup (DLH) setempat mencatat bahwa produksi sampah dari Tempat Penampungan Sementara (TPS) mencapai 1.600 ton per hari. Angka ini menunjukkan betapa besar volume sampah yang harus dikelola oleh pemerintah daerah.
Volume Sampah yang Mengkhawatirkan
Setiap hari, warga Surabaya menghasilkan sekitar 1.600 ton sampah yang dikumpulkan di berbagai TPS. Sampah tersebut kemudian diangkut ke Tempat Pembuangan Akhir (TPA) Benowo. Namun, meskipun proses pengangkutan berjalan rutin, masalah utama tetap ada. Banyak warga masih membuang sampah secara sembarangan, yang berdampak pada lingkungan dan kesehatan masyarakat.
Titik Pembuangan Liar yang Menjadi Permasalahan
Menurut Kabid Kebersihan dan Pemberdayaan DLH Kota Surabaya, Wasis Sutikno, hingga saat ini tercatat ada 68 titik lokasi pembuangan liar yang sering digunakan oleh warga. Hal ini menjadi PR (pekerjaan rumah) bagi pihak terkait untuk menindaklanjuti dan memberikan edukasi kepada masyarakat agar lebih sadar akan pentingnya menjaga kebersihan lingkungan.
Upaya Edukasi dan Penyuluhan
DLH Surabaya berharap setiap warga dapat mengelola sampah rumah tangga secara mandiri. Salah satu cara yang dilakukan adalah dengan memilah sampah organik dan anorganik. Dengan demikian, jumlah sampah yang masuk ke TPA Benowo bisa diminimalkan.
Selain itu, DLH juga melakukan penyuluhan ke semua RW (Rukun Warga) agar mampu memilah sampah. Tujuannya adalah untuk menciptakan kesadaran masyarakat akan pentingnya hidup sehat dan bersih, serta mencintai lingkungan. Diharapkan, Surabaya bisa menjadi kota yang zero waste.
Pentingnya Kesadaran Masyarakat
Meski ada upaya dari pihak pemerintah, kesadaran masyarakat tetap menjadi faktor kunci dalam pengelolaan sampah. Banyak warga masih kurang memahami dampak negatif dari membuang sampah sembarangan. Oleh karena itu, pendekatan edukasi dan sosialisasi harus terus dilakukan agar masyarakat lebih memahami tanggung jawab mereka terhadap lingkungan.
Langkah Konkret untuk Masa Depan yang Lebih Bersih
Untuk mencapai tujuan tersebut, DLH Surabaya berencana meningkatkan kerja sama dengan berbagai pihak, termasuk komunitas lokal dan organisasi masyarakat. Selain itu, pemerintah juga perlu memperkuat penegakan hukum terhadap pelaku pembuangan sampah liar agar tidak terulang kembali.
Dengan kolaborasi yang baik antara pemerintah dan masyarakat, diharapkan Surabaya bisa menjadi contoh dalam pengelolaan sampah yang berkelanjutan dan ramah lingkungan.***

>
>
>

Saat ini belum ada komentar