Balai Kota Surabaya Disulap Jadi Ruang Hiburan, Musik Akustik dan UMKM Ramaikan Akhir Pekan
- account_circle Shinta ms
- calendar_month 3 jam yang lalu
- comment 0 komentar
- print Cetak

info Atur ukuran teks artikel ini untuk mendapatkan pengalaman membaca terbaik.
DIAGRAMKOTA.COM – Pemerintah Kota (Pemkot) Surabaya terus menghadirkan ruang publik yang hidup dan ramah bagi warga. Salah satunya melalui agenda rutin musik akustik dan festival UMKM yang digelar setiap akhir pekan di kawasan Balai Kota Surabaya.
Kegiatan ini menjadi daya tarik baru bagi masyarakat yang ingin menikmati hiburan gratis sekaligus mendukung pelaku usaha lokal.
Sejak sore hari, area Balai Kota mulai dipadati pengunjung dari berbagai kalangan, mulai dari keluarga, anak muda, hingga wisatawan.
Pelaksana Tugas (Plt) Kepala Dinas Kebudayaan, Kepemudaan dan Olahraga serta Pariwisata (Disbudporapar) Surabaya, Heri Purwadi, menjelaskan bahwa air mancur sempat dihentikan sementara untuk proses perbaikan dan pembersihan kolam.
“Pembersihan kolam kami lakukan sejak Selasa, 20 Januari, dan selesai pada Jumat, 23 Januari. Setelah itu, pengisian air membutuhkan waktu sekitar dua hari, sehingga baru pada Minggu pagi, 25 Januari, air mancur bisa kembali beroperasi,” jelas Heri, Senin (26/1/2026).
Sementara itu, penampilan musik akustik sempat libur sementara pada Sabtu, 24 Januari, karena area Taman Surya digunakan untuk persiapan panggung kegiatan olahraga yang digelar pada Minggu pagi. Meski demikian, Heri memastikan seluruh fasilitas kini siap dinikmati warga.
“Sekarang musik akustik dan air mancur sudah kembali hadir untuk warga Surabaya yang ingin menikmati suasana malam di Taman Surya,” ujarnya.
Ia menambahkan, penampilan musik akustik beserta Festival UMKM akan terus hadir secara rutin setiap akhir pekan, mulai Jumat hingga Minggu. “Kami menunggu kehadiran warga Surabaya untuk menikmati akhir pekan di Taman Surya Balai Kota,” imbuhnya.
Terpisah, Kepala Bidang Kebudayaan Disbudporapar Kota Surabaya, Fauzie Mustaqiem Yos, menegaskan bahwa pihaknya secara rutin menghadirkan ruang publik yang hidup melalui musik akustik setiap Jumat hingga Minggu malam.
“Pada akhir pekan lalu, Balai Kota digunakan untuk persiapan kegiatan olahraga pada Minggu pagi, sehingga panggung dan perlengkapan dipasang sejak Jumat. Live musik tetap berlangsung normal pada Jumat dan Minggu malam, namun pada Sabtu malam, saat pengecekan sound oleh panitia olahraga, pertunjukan tidak dapat digelar. Setelah acara olahraga selesai pada Minggu siang dan panggung dibongkar, live music kembali tampil,” jelas Yos, sapaan akrabnya.
Ia menambahkan bahwa Balai Kota merupakan ruang publik yang kerap digunakan berbagai pihak, sehingga pengaturan jadwal kegiatan memerlukan koordinasi yang cermat. Disbudporapar Surabaya juga menyadari adanya keluhan warga di media sosial terkait pembatalan pertunjukan tersebut, dan menyampaikan permohonan maaf dengan tulus.
“Kami memahami kekecewaan warga. Ke depan, kami akan memperkuat koordinasi dengan perangkat daerah terkait agar jadwal pertunjukan lebih tertata dan warga dapat menikmati hiburan di Balai Kota dengan nyaman,” tegasnya.
Live musik di Taman Surya biasanya dimulai pukul 17.00 WIB, dengan jeda sementara saat salat Magrib, dan kembali berlangsung hingga pukul 21.00 WIB. Kehadiran musik akustik ini juga menjadi bagian dari upaya menjadikan Balai Kota sebagai ruang publik yang ramah keluarga dan penuh aktivitas positif.
“Kami mengundang seluruh warga Surabaya untuk datang bersama keluarga, menikmati suasana Balai Kota, musik akustik, dan Festival UMKM. Kami juga terbuka terhadap saran, masukan, dan kritik agar Balai Kota tetap menjadi ruang publik yang nyaman, ikonik, dan membanggakan bagi warga Surabaya,” pungkasnya. (*)
- Penulis: Shinta ms

>
